Mengapa bayi saya terlalu sering kentut?

lead image

Bila bayi kentut dan merasa tidak nyaman atau menangis tanpa henti, maka Parents perlu khawatir. Baca artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkapnya.

Jika Parents tidak tahu, tubuh bayi mengandung banyak gas. Bayi kentut, sendawa, cepirit, dan buang air besar sangat umum dilakukan sepanjang waktu.

Terkadang, bayi sering kentut dan mengejan membuat orang dewasa malu. Tapi bukan ini permasalahan sebenarnya.

Yang perlu Parents ketahui mengapa bayi kentut terlalu sering

Karena bayi cukup sering makan, sistem pencernaan mereka bekerja sepanjang waktu. Selain itu, berat badan bayi juga bertambah dengan cepat – sekitar 140 hingga 200 gram setiap minggunya.

Saat sistem pencernaan bayi berkembang, selera makan mereka juga berkembang. Siklus ini berlanjut terus.

Mengapa bayi 1 bulan sering kentut?

Selain perkembangan sistem pencernaan, ada alasan lain mengapa perut bayi berisi gas yang berlebihan.

Salah satu penyebabnya adalah asupan makanan misalnya tambahan gas ketika sedang menyusu, mulai MPASI terlalu dini (sebelum 6 bulan), atau bahkan karena minum jus jeruk.

Mari kita pahami satu per satu.

Bayi 1 bulan sering kentut: Perkembangan sistem pencernaan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/01/bayi kentut 3.jpg Mengapa bayi saya terlalu sering kentut?

Sistem pencernaan bayi belum matang dan tumbuh perlahan. Saat bayi menyusu atau makan makanan padat, sistem pencernaannya tidak memecah makanan dengan benar.

Akibatnya, gas terjebak dalam usus sehingga menyebabkan rasa sakit. Inilah mengapa bayi kentut terlalu sering.

Seiring pertumbuhan bayi dan matangnya sistem pencernaan, situasi ini mulai dapat teratasi.

Bayi sering kentut dan mengejan: Ketidakseimbangan bakteri dalam tubuh

Bayi terlahir dengan usus benar-benar bersih, yang berarti mereka tidak memiliki probiotik atau bakteri baik. Bakteri baik ini akan memproses nutrisi makanan dan sebagai tambahan enzim pencernaan.

Oleh karena itu, bayi butuh waktu beberapa bulan untuk mencerna ASI atau susu formula dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya gas berlebihan.

Ketika bayi mendapatkan asupan bakteri baik melalui ASI maupun makanan, kentut yang berlebihan ini akan berhenti.

Bayi 1 bulan sering kentut: Posisi menyusui yang salah

Jika perlekatan bayi saat menyusu salah, ia mungkin akan menelan terlalu banyak udara. Udara ini bisa membentuk gelembung di usus yang menyebabkan bayi kentut berlebihan.

Salah satu cara untuk membantu bayi Anda tidak terlalu menelan banyak udara adalah dengan membantunya saat bergantian menyusu di kedua payudara. Bunda juga bisa mencoba menempatkan bayi Anda dalam posisi vertikal sambil menyusu atau makan, dan perhatikan bahwa kentutnya akan berkurang.

Bayi sering kentut dan mengejan: Menyusui dan memberi susu dari botol

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/01/bayi kentut minum susu botol.jpg Mengapa bayi saya terlalu sering kentut?

Saat menyusui bayi, semua nutrisi yang Bunda konsumsi secara otomatis akan diteruskan ke bayi Anda. Bila Bunda mengonsumsi makanan yang cenderung mengandung gas, seperti jus jeruk atau susu, bayi Anda akan mengalami perut kembung.

Hal wajar jika bayi menghirup banyak gelembung saat minum susu dari botol terutama jika menggunakan puting dot kecil.

Bayi sering kentut dan mengejan: MPASI

Banyak bayi menjadi kembung saat ia mulai makan makanan padat. Sistem pencernaan bayi belum matang dan selama ini hanya digunakan untuk ASI saja, MPASI akan memaksa usus bayi bekerja lebih keras.

Akibatnya, perut menjadi kembung sehingga bayi sering kentut dan mengejan.

Bayi 1 bulan sering kentut: Menangis terus menerus

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/01/bayi kentut berlebihan karena menangis terus menerus.jpg Mengapa bayi saya terlalu sering kentut?

Kehidupan di luar rahim bisa menjadi tantangan tersendiri bagi bayi. Saat bayi tumbuh besar, ia akan semakin peka dengan dunia.

Semua ini membuat bayi merasa tak nyaman dan menangis terus menerus. Menangis adalah satu-satunya cara untuk merespon dan memberi tahu tentang perasaannya.

Namun, menangis juga dapat menyebabkan kelebihan gas yang masuk dalam tubuh sehingga bayi kentut berlebihan.

Bayi 1 bulan sering kentut: Bunda kembung, bayi pun kembung

Jika Bunda mencium bau aneh saat bayi kentut (akui saja, semua ibu pasti pernah mencium kentut bayi mereka!), mungkin disebabkan makanan yang Bunda konsumsi. Misalnya bawang putih, kembang kol, telur, asparagus, dan makanan tinggi pati seperti kentang, nasi, roti, dan mi.

Makanan-makanan tersebut dapat menyebabkan kentut bayi berbau busuk. Bila Bunda khawatir makanan tersebut menyebabkan bayi kentut berlebihan, coba hentikan konsumsi makanan tersebut selama 3 hari.

Bunda juga bisa membuat buku catatan harian apa saja yang Bunda makan selama masa menyusui bayi.

Bayi sering kentut dan mengejan: Intoleransi laktosa atau Transient Lactase Deficiency (TLD)

Alasan lain mengapa bayi kentut terlalu sering adalah karena intoleransi laktosa. Orang dewasa secara alami memproduksi enzim laktase untuk memecah gula seperti laktosa dan galaktosa.

Namun terkadang, tubuh bayi tidak dapat menghasilkan cukup enzim laktase untuk memecah gula sehingga ia mengalami intoleransi laktosa. Laktosa yang tidak terpecah ini kemudian menyebar ke usus besar di mana ia mengalami fermentasi dan berubah menjadi gas.

Jadi, dalam kurun waktu dua jam setelah mengonsumsi laktosa, seorang bayi akan rewel dan kembung.

Bayi 1 bulan sering kentut: GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Saat bayi memuntahkan lagi makanannya setelah diberi makan, secara medis kondisi ini disebut GERD. Seorang bayi yang mengalami GERD biasanya sering mengeluarkan air liur, cairan pencernaan, ASI, dan terkadang memuntahkan makanan.

Meski kondisi ini akan berhenti saat bayi berusia lebih dari enam bulan (karena ia akan lebih sering duduk dan merangkak), jumlah muntah yang tidak biasa akan membuat bayi rewel dan kembung.

Bayi 1 bulan sering kentut: Penggunaan antibiotik

Terkadang bayi menderita infeksi sehingga membutuhkan antibiotik untuk mengatasinya. Antibiotik ini menghancurkan bakteri baik yang ada dalam usus.

Hal ini menyebabkan perut bayi kembung, bayi kentut berlebihan, dan bahkan diare. Bila Bunda juga minum antibiotik saat sedang menyusui, maka ASI-nya juga dapat menyebabkan bayi kentut terlalu sering.

Kondisi wajar terjadi pada bayi ketika mendapat antibiotik. Namun seiring menguatnya sistem pencernaan bayi, perut kembung karena antibiotik tidak terjadi lagi.

Namun, jika kentut bayi berbau busuk atau bayi kentut tanpa terkendali, mungkin Parents perlu waspada. Segera bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh.

Haruskah saya khawatir jika bayi kentut terlalu sering?

Sebenarnya jika bayi 1 bulan sering kentut, bukan berarti ia sedang sakit. Itu hanya menandakan bahwa perutnya kembung dan mengandung banyak gas.

Pertama, Parents harus mengamati bayi terlebih dahulu. Jika ia menangis sebentar sambil mengucek matanya atau membuat mimik muka yang lucu saat sedang kentut, ini adalah hal yang wajar.

Namun jika Parents menyadari bahwa bayi merasa tidak nyaman atau menangis terus- menerus saat kentut, mungkin ia merasa kesakitan karena perutnya kembung. Parents juga perlu memerhatikan tanda-tanda perut bayi mengandung banyak gas berikut ini:

  • perut kembung
  • sendawa lebih dari biasanya
  • kentut berlebihan
  • menangis terus- menerus
  • perut kram (saat Parents menekan perutnya, ia akan menangis)
  • perut keras

Hal tersebut di atas adalah indikator gas berlebih, namun Parents tak perlu khawatir. Saat bayi tumbuh, sistem pencernaannya akan menguat.

Sementara itu, Parents dapat mencoba beberapa hal di rumah untuk mengurangi kentut bayi dan membantu mengeluarkan gas dari perut bayi Anda.

Adakah cara alami untuk mengeluarkan gas dari perut bayi?

  • Coba letakkan bayi dalam posisi tengkurap. Secara lembut, usap dan pijat punggungnya untuk mengeluarkan gas dari tubuhnya.
  • Secara lembut, pijat perut bayi searah jarum jam dan gerakan kakinya seperti sedang mengayuh.
  • Oleskan minyak telon yang hangat pada perut bayi.

Artikel terkait: Video tutorial pijat bayi untuk mengatasi perut kembung

Bila Bunda telah melakukan hal-hal tersebut di atas, cobalah tunggu dan amati perubahannya. Jika situasinya terus berlanjut hingga lebih dari satu hari, konsultasikan dengan dokter anak.

 

Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Deepshikha di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Bayi Sering Kentut dan Terlihat Sakit Perut? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.