Bayi kelelahan dan jadi susah tidur? Ini cara mengatasinya

lead image

Menghadapi bayi kelelahan hingga susah tidur memang tidak mudah. Praktekkan tips ini agar dapat mengatasi bayi rewel yang tidak mau tidur.

Diana harus begadang lagi malam ini karena bayinya rewel dan tidak mau tidur. Apa yang dialami Diana mungkin jadi pertanyaan bagi sebagian besar ibu: kenapa bayi susah tidur meski ia sudah kelelahan?

Bayi rewel karena terlalu lelah hingga sulit tidur ini biasa dikenal dengan istilah overtired. Kondisi ini sering membuat emosional dan fisik orangtua terkuras.

Saat bayi rewel ini akhirnya tertidur, ia akan lebih cepat bangun. Bahkan sebelum Anda sempat istirahat cukup, ia sudah menangis lagi.

Penyebab kenapa bayi susah tidur meski kelelahan

Saat bayi kelelahan, tubuhnya sedang tidak siap untuk tidur. Secara fisik sistem respons stres dalam tubuhnya diaktifkan.

Ketika bayi sedang rewel karena terlalu lelah, hormon stres seperti kortisol dan adrenalin membanjiri aliran darah bayi, sehingga membuat bayi Anda lebih sulit untuk rileks dan tenang.

Hal ini akan jadi sebuah siklus pada bayi Anda. Semakin lelah bayi, maka akan semakin sulit untuknya agar rileks dan tertidur.

Keadaan itulah yang membuat kelelahan bayi menjadi lebih parah. Ia akan jadi makin gelisah dan hanya bisa menangis.

Bayi rewel ini biasanya bangun di saat seharusnya ia tidur siang dan di waktu ia seharusnya tidur pada malam hari. Bayi seharusnya bisa sering tidur.

Kenapa bayi susah tidur – Ciri bayi kelelahan

Sebenarnya bayi satu dan lainnya menampakkan ciri yang berbeda saat kelelahan. Berikut ini beberapa ciri bayi kelelahan yang harus Parents perhatikan:

  • Bayi akan menggosok mata atau wajahnya.
  • Ia sering mengalihkan wajahnya saat distimulasi.
  • Menguap, cegukan, atau sering bersin.
  • Ia akan jadi lebih berisik dan merengek. Kerewelannya bisa berubah menjadi tangisan yang dilakukan terus menerus.
  • Bayi akan jadi lebih rewel ketika digendong oleh ibu, ayah, maupun dengan pengasuh, sehingga makin sulit menidurkannya.
    Bayi akan semakin aktif secara fisik selama ia belum tidur.

Kenapa bayi susah tidur – Cara atasi bayi yang kelelahan

Cara mengatasi bayi kelelahan agar ia bisa istirahat:

  • Ayun-ayunkan bayi Anda.
  • Gendong bayi sampai ia agak tenang.
  • Beri makan bayi Anda sampai dia tenang dan mengantuk.
  • Belai punggung maupun kepalanya secara lembut dan perlahan.
  • Mainkan melodi yang dapat menenangkan bayi Anda.

Artikel terkait: Alunan lagu Mozart yang dapat membuat bayi tidur lebih lelap.

  • Matikan lampu.
  • Nyanyikan lagu pengantar tidur saat mengayunkan bayimu di pelukan maupun di ayunan.
  • Untuk bayi yang sudah bisa merespon komunikasi: bacalah beberapa buku dongeng pengantar tidur.
  • Untuk balita dan anak-anak prasekolah: Membaca buku dan bermain dengan mainan di area tidurnya bisa jadi aktivitas yang cukup menenangkan

Artikel terkait: 4 Cara melatih bayi tidur tanpda digendong dan disusui.

Kenapa bayi susah tidur – Terapkan prinsip tidur berkualitas

Ingat tiga prinsip waktu tidur berikut ini agar bayi Anda terhindar dari kelelahan:

  1. Bayi usia 0-6 bulan harus tidur setidaknya selama 45 menit tiap 1 jam sekali. Jika dalam 1 jam tidurnya terlalu sebentar dan terjaga hingga berjam-jam, maka ia akan jadi kelelahan.
  2. Bayi usia 6 bulan bisa terjaga sepenuhnya hingga 2 jam lamanya.
  3. Balita bisa bertahan tanpa tidur selama 4-5 jam. Lebih dari itu, ia akan lelah, tantrum, dan rewel.

Maka dari itu, Parents perlu menjadwalkan dengan cermat waktu tidur dan makan anak Anda. Mendisiplinkan waktu tidur dan makan juga bermanfaat agar fisiknya jadi lebih kuat dan metabolisme lancar.

Dengan adanya poin-poin di atas soal yang diambil dari Baby Sleep Site, Parents akan jadi lebih memahami kenapa bayi susah tidur dan cara menghadapi bayi yang kelelahan.

Sebagai orangtua, Anda wajib menjaga stamina tubuh agar siap menjaga bayi yang rewel sepanjang malam. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara Bunda dan Ayah agar dapat menenangkan bayi yang gelisah karena kelelahan.

 

Baca juga:

Kebutuhan tidur anak sesuai usia, sudah cukupkah waktu tidur si kecil?