Wajah Bayi dicakar Hewan Peliharaan, Peringatan Bagi Para Orangtua

Seorang ibu membagikan foto anaknya setelah diserang oleh kucing. Hal ini menjadi peringatan agar orangtua selalu waspada terhadap keselamatan anak dimanapun berada.

Parents, sebaiknya Anda berhati-hati saat membawa anak bermain ke rumah saudara ataupun teman yang memiliki hewan peliharaan. Terutama jika bayi Anda masih bayi atau balita.

Bila Anda sendiri memiliki hewan peliharaan, selalu awasi anak Anda jika ia sedang berada di dekat hewan peliharaan tersebut. Jangan sampai apa yang menimpa Antonella terjadi pada anak Anda.

Seorang ibu bernama Pam, membagikan kisah tak menyenangkan beserta foto yang cukup membuat tercengang di laman Facebook. Foto tersebut menampilkan wajah Antonella, putrinya yang baru saja diserang oleh kucing peliharaan teman Pam.

Pam bercerita bahwa saat itu mereka sedang berada di rumah salah seorang teman untuk menghadiri acara Baby Shower. Antonella yang baru berusia lima bulan sudah tertidur lelap, Pam meletakkan Antonella di kursi khusus bayi untuk mobil.

Sambil menunggu suaminya datang menjemput, Pam pergi ke ruangan lain untuk mengambil  barang-barangnya. Saat itulah peristiwa mengerikan terjadi.

"Saya hanya sebentar mengambil tas popok dan ponsel, entah darimana datangnya kucing peliharaan teman saya melompat ke kursi bayi Antonella dan menyerang anak saya," tulis Pam.

Antonella langsung dibawa ke rumah sakit, karena ia menderita luka cakaran dan gigitan di wajahnya. Pam dan suaminya sangat syok atas kejadian tersebut.

Perawat dan dokter yang merawat Antonella mengatakan bahwa kasus serupa seringkali terjadi. Pam menjelaskan dalam postingannya.

Kami berada di rumah sakit hingga lewat tengah malam. Dokter dan perawat yang mengobati bayi seya mengatakan: hewan adalah hewan, dan mereka memiliki naluri kehewananan. Mereka memberitahuku bahwa kasus seperti ini sering terjadi, terutama kasus gigitan dan serangan anjing.

Mereka juga selalu mendengar orangtua korban selalu berkata, 'Tapi saya memelihara anjing ini sejak sebelum bayi saya lahir, dan anjing ini selalu bersikap baik terhadap bayi saya.'

Dan tiba-tiba saja anjing tersebut menyerang si bayi. Dokter mengatakan, dia melihat kasus-kasus serupa terjadi setiap hari.

Di Australia, sudah 13.000 orang dibawa ke UGD karena gigitan hewan. Dan anak-anak serta balita adalah yang paling berisiko mengalami penyerangan.

Sementara itu di Amerika, CDC memperkirakan 700.000 orang digigit oleh kucing setiap tahunnya. Dan setengah dari kasus gigitan kucing tersebut, lukanya mengalami infeksi.

Pam menegaskan dalam postingannya, agar semua orangtua berhati-hati.

Kumohon, Kumohon, Kumohon para Bunda waspadalah saat anakmu berada di dekat hewan! Saya tidak ingin ibu lain mengalami apa yang saya alami.

Antonella pulih dengan cepat dari penyerangan tersebut, dia juga tak memerlukan operasi. Tetapi bayi-bayi lain belum tentu seberuntung Antonella.

Dalam beberapa kasus, bayi yang diserang hewan harus menjalani operasi plastik, untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak, karena mengalami gigitan yang sangat parah. belum lagi risiko infeksi.

Pam juga menegaskan bahwa dia membagikan ceritanya di facebook, agar orangtua lain lebih waspada dalam menjaga anaknya di sekitar hewan peliharaan.

Melihat putriku seperti ini sama sekali tidak membahagiakan, tapi aku membagikan cerita ini di Facebook, untuk membantu orangtua lain agar lebih waspada atas kehadiran hewan di sekitar anak-anak. Dan apa yang bisa terjadi di saat yang paling tidak terduga.

Apa yang terjadi pada putrinya Pam, Antonella sepatutnya menjadi pembelajaran buat kita semua ya, Parents. Agar hal serupa tidak terjadi pada anak-anak kita. Selalu waspada dan berhati-hati adalah kuncinya, hewan peliharaan yang terlihat jinak bisa saja berubah menjadi ganas dan menyerang anak kita.

 

Referensi: mom.me, goaskmum.com.au

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/baby-walker-bahaya-untuk-anak/