Bayi 50 Hari Positif Corona, Tertular dari Acara Resepsi Pernikahan

Bayi 50 Hari Positif Corona, Tertular dari Acara Resepsi Pernikahan

Masih banyak yang sepele dengan risiko penularan COVID-19. Akibatnya, seorang bayi usia 50 hari dinyatakan positif.

Bayi 50 hari berjenis kelamin perempuan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat positif Corona. Diduga setelah kontak dengan sang paman yang berasal dari daerah episentrum virus COVID-19. Bayi yang belum genap berusia dua bulan itu diduga tertular saat dibawa oleh orangtuanya ke sebuah resepsi pernikahan.

Akhirnya, semua orang yang hadir di hajatan tersebut dilakukan swab tes. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Nanang Ruhyana mengatakan 40 orang yang ikut acara resepsi menjalani tes swab.

Artikel terkait : Jadi pasien termuda, bayi baru lahir ini dinyatakan positif virus corona

Bayi 50 Hari Positif Corona Mengalami Gejala Klinis

bayi 50 hari positif corona 1

“Kondisi bayi masih mengalami gejala klinis dan di rawat di ruang isolasi,” kata Nanang di Cirebon, Selasa (9/6).

Nanang menjelaskan, bayi tersebut memiliki gejala klinis berupa panas dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius, batuk, sesak napas, dan diare. Dengan hasil rapid test reaktif, selanjutnya dilakukan penegakan diagnosis dengan pengambilan sampel swab pada bayi dan kedua orang tuanya.

Pemeriksaan swab dari bayi dan kedua orang tuanya itu dilakukan di laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon. Hasil pemeriksaan itu keluar pada Jumat (5/6) pukul 21.43 WIB.

“Hasilnya confirm positif (COVID-19) untuk bayinya, sedangkan kedua orang tuanya negatif. Bayi dan kedua orang tuanya saat ini di RS,” kata Nanang.

Nanang menjelaskan, dari hasil penelusuran, mereka memiliki riwayat kontak dengan pamannya yang datang dari daerah episentrum penyebaran COVID-19. Mereka bertemu saat hajatan.

Bayi tertular dari hajatan, pemerintah perketat izin mengadakan pesta pernikahan

bayi 50 hari positif corona 1

Dengan adanya kasus tersebut, Nanang mengimbau pihak terkait yang berwenang agar memperketat izin keramaian hajatan. Selain itu, pihak terkait diminta memperketat orang yang datang dari daerah pusat penyebaran COVID-19.

“Harus ada hasil rapid test atau PCR,” ujarnya menegaskan.

Nanang mengatakan, pihaknya kini memantau perkembangan kondisi bayi 50 hari tersebut. Bayi ini dikatakan akan sembuh apabila hasil tes swab dua kali berturut-turut dinyatakan negatif.

“Masih dirawat sampai kondisinya sehat dan hasil swab dua kali berturut-turut negatif,” ujarnya.

Sementara untuk 40 orang yang kontak erat dengan bayi maupun paman bayi sudah dilakukan tes swab dan hasilnya semua negatif Covid-19. Empat puluh orang tersebut, termasuk pasangan pengantin dan juga penghulu yang menikahkan semua sudah di tes swab.

“Sebanyak 40 orang kontak erat saat hajatan, termasuk penghulu. Semuanya sudah dites,” katanya.

Artikel terkait : Bayi 6 Hari Positif Corona di NTB, Terjangkit dari Penularan Lokal

Pemerintah Cirebon melakukan tracing kasus bayi 50 hari positif Corona

bayi 50 hari positif corona 1

Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon kembali melakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat kasus bayi berumur 50 hari yang terkonfirmasi positif. Kasus bayi positif COVID-19 ini merupakan kasus terkonfirmasi positif ke-14.

Senin 8 Juni, sekitar 40 orang dari hasil penelusuran kontak erat kasus bayi positif tersebut menjalani swab test. “Hasil tracing dan trackingnya sementara sudah kita dapat. Ada 40 orang yang kita ambil swab test. Empat puluh orang tersebut terdiri dari kerabat, tamu, penghulu, tukang masak dan lain-lain,” ujarnya.

Ditambahkan Nanang, selain penelusuran dari hajatan tersebut, Gugus Tugas juga melakukan penelusuran ke kegiatan dan aktivitas orang tua bayi. diketahui ayah bayi ini terbukti reaktif saat dilakukan rapid test.

“Bapaknya kan reaktif saat rapid test. Saat ini sudah kita lakukan swab test dan hasilnya negatif. Nanti 14 hari lagi kita swab test lagi,” imbuhnya.

Kasus Covid-19 di Jawa Barat, ketiga terbanyak di Indonesia

Hingga 10 Juni 2020, jumlah pasien positif di Kabupaten Cirebon terdata 16 pasien, dengan dua pasien di antaranya meninggal dunia.

Enam pasien masih dalam perawatan, sedangkan sisanya delapan orang dinyatakan telah sembuh. Pasien PDP tercatat total 60 pasien, dengan jumlah meninggal dunia sembilan orang. Tiga pasien di antaranya masih dalam pengawasan, sedangkan 48 pasien dinyatakan selesai diawasi.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 205 orang, dengan sepuluh orang di antaranya meninggal dunia. Lima orang masih dalam pemantauan, sisanya 190 orang dinyatakan selesai dipantau. Jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kabupaten Cirebon 158 orang. Dari jumlah itu, 86 orang masih dalam pemantauan, sedangkan 72 orang lainnya selesai dipantau.

Demikian kabar tentang bayi 50 hari positif Corona, Parents harap berhati-hati dan waspada. Karena siapapun dapat membawa virus meskipun tak terlihat gejalanya.

Referensi : Antara, Ayocirebon.
Baca juga :

Bayi 4 bulan positif corona setelah mudik, bagaimana cara pencegahannya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

febri

app info
get app banner