Berapa batas usia ideal untuk hamil? Ini jawabannya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Seringkali ibu yang melahirkan di usia lanjut dianggap sedang membawa cucunya, bukan anak.

Aminah menikah pada usia 30 tahun dan setelah menikah selama 15 tahun, akhirnya ia dinyatakan hamil. Sebenarnya ia sudah pasrah bahwa mungkin ia memang tak mendapatkan keturunan karena ia merasa sudah melewati batas usia ideal hamil.

Saat anaknya lahir pun, banyak orang mengira bahwa anak kecil di gendongannya adalah cucunya. Padahal, itu adalah anak kandungnya sendiri.

Aminah tak memahami mengapa di usia yang sudah menjelang menopause ia masih bisa hamil. Baginya, kehamilan tersebut adalah sebuah berkat untuk keluarganya yang merindukan kehadiran anak.

Namun di sisi lainnya, ia diwanti-wanti oleh dokter dengan sederet aturan medis beserta risikonya. Orang-orang sekitarnya pun menyebut bahwa yang ia alami semata-mata adalah mukjizat dari Tuhan yang menjawab doa-doanya.

Batas usia ideal untuk hamil

Hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua memiliki risikonya masing-masing. Bila seorang wanita hamil di bawah usia 20 tahun, organ reproduksinya belum matang dan berisiko tinggi mengganggu perkembangan janin.

Usia 21 – 35 tahun adalah masa di mana ibu hamil memiliki risiko kesehatan paling rendah. Secara umum, masa-masa ini disebut sebagai waktu ideal untuk hamil dan melahirkan.

Bagi Bunda yang baru dikaruniai momongan di atas usia 35 tahun, tak perlu khawatir. Sebenarnya, beberapa penelitian menyatakan bahwa wanita yang hamil di usia tua bisa menunda menopause, terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan hati, jantung, osteoporosis, dan demensia.

Risiko hamil usia lanjut

Sumber lain menyatakan bahwa penelitian itu banyak diragukan. Salah satunya oleh Web MD yang menyatakan bahwa wanita yang hamil di atas usia 35 tahun akan memiliki beberapa masalah kesehatan untuk bayi dan dirinya sendiri.

Misalnya, adanya kemungkinan bayi terlahir dengan kelainan kromosom maupun down syndrome.

Selama ini, anjuran batas usia ideal hamil berbanding lurus dengan anjuran untuk menikah di usia tertentu untuk perempuan. Selain karena perbedaan tenaga, ada risiko yang mengintai di balik kehamilan yang terjadi pada wanita lanjut usia.

Organ reproduksi wanita memiliki masa produktif yang terbatas. Sel telur awalnya tumbuh saat berada di dalam rahim ibu dan disimpan di dalam ovariumnya sampai dia mulai menstruasi.

Setiap bulan, lebih dari 400vsel telur dari jumlah awal 4 juta sel telur hilang sampai masa menopause dimulai.

Wanita hamil yang berusia di atas 30 tahun dua kali lipat lebih berisiko menderita tekanan darah tinggi yang mengancam jiwa (pre-eklampsia) selama kehamilan. Lebih dari separuh wanita berusia di atas 40 tahun akan meminta bayinya dilahirkan melalui operasi caesar.

Artikel terkait: Waspadai bahaya preeclampsia pada ibu hamil.

Meningkatnya usia ibu meningkatkan kemungkinan kematian saat hamil atau melahirkan. Ibu berusia 40-an dan 50-an juga berada di antara tiga dan enam kali lebih kemungkinan meninggal setelah enam minggu kelahiran bayinya daripada wanita yang lebih muda.

Komplikasi yang biasanya terjadi berhubungan dengan kehamilan seperti perdarahan dan penggumpalan darah. Ibu berusia di atas 40 tahun dua kali lebih mungkin untuk mengalami kelahiran mati (stillbirth).

Untuk wanita yang berusia 40 tahun, risiko keguguran lebih besar daripada kemungkinan kelahiran hidup.

Akhirnya, bayi yang lahir dari ibu yang berusia lebih tua kemungkinan 1,5-2 kali lebih mungkin dilahirkan terlalu cepat (sebelum 36 minggu) dan dengan berat badan rendah. Berat lahir dan prematur membuat kedua risiko langsung untuk bayi termasuk masalah dengan perkembangan paru-paru, obesitas dan diabetes saat dewasa.

Meskipun saat baru menikah banyak pasangan yang tak langsung bisa dikaruniai anak, namun acuan tentang kesehatan reproduksi ini menjadi sebuah patokan bagi beberapa orang untuk menentukan usia ideal pernikahan.

Sekali pun ada beberapa cerita yang kehamilan, persalinan, dan kondisi anaknya normal sekalipun sudah menginjak di atas 35 tahun, namun bukan berarti riset tersebut jadi tidak berlaku. Mari rencanakan persalinan dengan batas usia ideal hamil agar ibu dan bayinya tetap sehat.

Referensi: SBS, Web MD, Baby Center.

 

Baca juga:

17 Tips Ampuh Hilangkan Stres Saat Hamil

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Hamil