theAsianparent Logo

"Banyak Anak = Banyak Rejeki", Ungkap Seorang Single Mother

Benarkah rejeki akan mendatangi para orang tua yang memiliki banyak anak? Baca pendapat seorang ibu ini.

Memiliki dan mengasuh banyak anak membuat hidup ibu menjadi lebih bahagia. Memiliki dan mengasuh banyak anak membuat hidup ibu menjadi lebih bahagia.

Banyak Anak = Banyak Rejeki?

Jam tidur yang makin berkurang, selalu sibuk setiap hari, nol menit untuk jalan-jalan ke gunung atau nonton bioskop. Saya yakin, semua ibu pasti pernah dan mungkin saat ini sedang mengalaminya. Mengasuh seorang apalagi banyak anak adalah pekerjaan penuh tekanan dan melelahkan.

Terutama, di kala anak masih bayi dan masih minum ASI, dan Anda juga musti mengawasi perilaku kakak-kakaknya yang masih balita atau sudah bersekolah.

Meski anak atau bayi Anda tidak selalu manis dan tenang, mereka bukanlah sumber dari segala penderitaan dan beban hidup. Sebaliknya, anak dapat menjadi sumber kebahagiaan Anda.

Telegraph UK menyatakan bahwa para perempuan yang memiliki satu atau banyak anak merasakan dirinya lebih berharga, dan menjadi lebih bahagia dalam menjalani hidup. Suasana hati yang tenang dan jarang bergejolak membuat seorang manusia mampu melakukan apa saja, bahkan hal yang paling berat sekalipun.

Banyak anak, banyak rejeki, kata para nenek moyang. Selama ini kita mengira bahwa kondisi finansial yang di atas rata-rata adalah rejeki. Padahal, kedamaian yang Anda rasakan dalam hati, kesehatan jasmani dan rohani, hubungan yang baik dengan seluruh anggota keluarga dan kedekatan dengan lingkungan sekitar juga dapat dikatakan sebagai rejeki.

Memiliki banyak anak memang akan menyita waktu bersenang-senang Anda, karena anak membutuhkan kehadiran Anda. Di masa SMA atau kuliah kita mungkin bukan gadis incaran para pria dan tak ada yang mengenal kita. Tapi di sisi anak kita dibutuhkan dan Anda adalah pujaan bagi mereka.

Bacalah kisah seorang single mother tentang banyak anak = banyak rejeki:

Berbagi pengalaman

Kehilangan seseorang yang dicintai memang sangat menyakitkan, tapi apa boleh buat, manusia harus menerima semua yang telah digariskanNya.

Demikian halnya ketika suami berpulang 8 tahun yang lalu, meninggalkan saya, si sulung dan si bungsu yang masih berada dalam kandungan. Hita, si bungsu saya, lahir 4 bulan setelah ayahnya meninggal.

Kesibukan merawat dan mengasuhnya setiap hari menjadi obat terbaik untuk mengatasi kedukaan yang saya rasakan. Saat ini Hita sudah kelas dua SD dan rasa keingintahuannya yang besar memaksa saya untuk ikut belajar banyak hal bersama dengannya.

Saya punya seorang adik perempuan yang 3 tahun lebih muda dari saya. Anda ingin tahu bagaimana cara mengasuh empat anak yang masing-masing berbeda usia 1-2 tahun? Dialah ahlinya. Keputusannya memiliki banyak anak membuat keluarga besar kami geleng-geleng kepala.

Biaya untuk membesarkan satu anak saja itu sangat mahal, apalagi empat. Namun, hal itulah yang memicu semangat adik saya dan suaminya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Saat ini mereka berdua mampu menghasilkan 9-10 juta per bulan dengan bekerja di rumah sebagai penerjemah online dan desainer grafis freelance.

Nah, tunggu apa lagi, Bunda? Segera berikan si kecil seorang adek bayi agar suasana di rumah semakin ceria!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Marshanda : Contoh Konflik Orang Tua dan Anak

Aku Hamil Lagi Saat Bayiku Baru 2 Bulan