Saat balita naksir teman preschool, ini 3 tips yang wajib Parents lakukan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Wajar nggak sih kalau balita naksir teman sekolahnya? Sebelum Parents khawatir, coba praktekkan 3 tips berikut dalam menghadapi balita naksir.

“Kecil-kecil kok udah punya pacar?” Mungkin itu adalah kalimat yang terlontar ketika mengetahui bahwa ternyata anak kita yang masih balita naksir temen preschool-nya.

Hal ini seperti dialami oleh Desi, seorang ibu yang mempunyai anak usia TK bernama Nana.

Suatu hari, dengan wajah tersipu malu, Nana berkata bahwa ia punya pacar. Pacar yang ia maksud adalah teman lelakinya di preschool yang bernama Dimas.

Sejak mengaku ‘pacaran’ dengan temannya itu, Nana senang sekali bermain dengan Dimas. Bahkan, Dimas pun bersikap manis pada Nana dengan memberi hadiah berupa bunga dan mainan selayaknya remaja kasmaran yang saling memberi kado.

Pastinya, ada banyak pertanyaan yang muncul. Masak iya sih masih balita sudah main naksir-naksiran?

Kenapa anak jaman sekarang mengalami masa cinta monyet lebih cepat daripada di jaman Parents dulu? Jika ia sudah punya pacar di usia yang sekecil itu, bagaimana saat ia remaja nantinya?

Sebagian dari kita memang mengalami cinta monyet saat masih kecil. Namun bagaimana jika anak kita mengalaminya di usia yang jauh lebih dini dari yang seharusnya?

Sebelum Parents punya pikiran aneh-aneh dan khawatir, berikut hal yang perlu dilakukan jika balita naksir teman TK nya:

1. Jangan khawatir, balita naksir temannya itu hal wajar kok

via GIPHY

Anak-anak adalah peniru yang unggul. Mereka bisa saja berperan seperti orangtuanya di rumah maupun sebagai orang yang mereka saksikan di televisi.

Banyak anak yang senang bermain rumah-rumahan dengan melibatkan pekerjaan rumah, boneka sebagai anak, dan lawan jenisnya sebagai suami atau istri. Hal itulah yang ia lihat sehari-harinya.

Biarkan saja ia bermain peran seperti itu. Sekalipun anak membicarakan pernikahan setiap saat, sebenarnya ia tak tahu apa yang sedang ia bicarakan karena yang ia lakukan murni soal menirukan hal yang ia lihat di sekitarnya.

Artikel terkait: Bagaimana jika anak mulai jatuh cinta? Apa yang harus dilakukan orangtua.

2. Memahami

via GIPHY

Perasaan yang dialami oleh anak tidak bisa dicegah. Saat ia menyenangi sesuatu, maka ia akan tetap menyenanginya sekalipun Parents berusaha menjauhkannya.

Lebih baik, Anda menjadi pendengarnya saat ini untuk mengetahui lebih dalam fenomena balita naksir temannya ini. Karena, semakin Parents larang dengan berbagai cara, maka anak pun jadi semakin penasaran.

Balita juga bisa kecewa dengan orang yang ia sukai. Parents bisa memberinya saran tentang bagaimana sikap kita jika ada orang yang membuatnya kecewa.

Ia akan belajar nilai kebaikan, alasan mengapa satu orang lebih ia sukai dari yang lain, dan belajar menjaga relasi. Di sini, Parents sekaligus akan memahami apa saja yang membuat anak kecewa, marah, dan sebagainya.

3. Memperhatikan dengan peka

via GIPHY

Meski tahu bahwa mereka masih anak-anak, Anda tetap harus memperhatikan sampai sejauh mana mereka bermain peran sebagai ayah dan ibu. Jangan sampai, mereka menirukan adegan yang tak semestinya dari apa yang selama ini ditonton.

Parents juga perlu mengajarkan pada anak tentang bagian tubuh mana yang privasi baginya. Tujuannya agar anak tidak bertindak terlalu jauh dengan saling menyentuh organ tubuh pribadinya.

Artikel terkait: Cetak kartu keamanan tubuh ini untuk mengajari cara melindungi dirinya dari kekerasan seksual.

Salah satu tanda bahwa hubungan anak jadi tidak lucu lagi adalah ketika satu sama lain terlalu posesif hingga melarang ‘pacarnya’ untuk bermain dengan anak lain.

Jika relasi para balita ini memang sudah menunjukkan tanda tak sehat, orangtua perlu mengedukasi bagaimana bentuk pertemanan yang sehat.

Parents juga perlu waspada jika anak mengatakan bahwa ia menyukai orang yang lebih dewasa dari usianya. Anda tak bisa berprasangka baik dengan semua orang jika itu berhubungan dengan keamanan anak Anda.

Yang penting, pahami prinsip sederhana: tetap tenang, memahami, dan peka terhadap perubahan apapun yang terjadi pada anak. Semoga tips di atas bermanfaat ya Parents.

 

Baca juga:

3 Video Edukasi yang Wajib ditonton Anak dan Orangtua agar Terhindar dari Kejahatan Seksual

 





Better Parenting