Waspada Cronobacter, Bakteri yang Kerap Ada di Pompa ASI dan Alat Menyusui!

Waspada Cronobacter, Bakteri yang Kerap Ada di Pompa ASI dan Alat Menyusui!

Parents mesti waspada dengan adanya ancaman infeksi cronobacter jika tidak mencuci peralatan menyusui bayi dengan cara yang benar dan bersih.

Pompa ASI merupakan salah satu alat andalan bagi ibu yang terkendala menyusui bayinya secara langsung. Pompa ASI juga bisa membantu Bunda untuk mengosongkan payudara ketika si kecil sudah merasa kenyang. Namun, tahukah Bunda jika pompa ASI dan alat menyusui bayi yang tidak bersih bisa menjadi penyebab penyakit berbahaya karena adanya ancaman dari bakteri cronobacter?

Maka dari itu, kebersihan pompa ASI dan alat menyusui seperti botol susu harus Bunda perhatikan dengan baik. Jika tidak, mikroorganisme seperti bakteri penyebab penyakit pun bisa berkembang biak pada peralatan menyusui yang tidak bersih. 

Bahaya Infeksi Bakteri Cronobacter

Salah satu bakteri yang dikhawatirkan mencemari pompa ASI dan peralatan menyusui adalah bakteri cronobacter. Bakteri ini sebenarnya secara alami ada di mana saja seperti makanan kering, tepung-tepungan, bahkan teh herbal. Bakteri cronobacter atau dikenal dengan nama latin Cronobacter sakazakii juga bisa menyerang siapa saja.

bakteri cronobacter

Infeksi bakteri cronobacter pada bayi dapat membawa dampak yang serius. Melansir dari laman CDC, bakteri cronobacter dapat menyebabkan komplikasi berbahaya bahkan meningitis pada bayi. Meskipun jarang terjadi, infeksi karena bakteri cronobacter dapat mematikan bagi bayi. 

Bayi yang berusia dua bulan atau kurang, sangat berisiko untuk terinfeksi bakteri cronobacter. Gejala awal yang dialami bayi adalah demam, tidak mau menyusu, menangis, atau sangat lemas. Meskipun gejala tersebut bersifat umum, Parents perlu waspada jika si kecil menunjukkan gejala tersebut. 

Cara Membersihkan Pompa ASI dan Alat Menyusui

bakteri cronobacter

Infeksi bakteri cronobakter dapat dicegah dengan menjaga kebersihan pompa ASI dan alat menyusui yang Parents gunakan. Setiap merek pompa ASI biasanya memiliki komponen yang berbeda. Parents sebaiknya membaca dengan seksama keterangan pada kemasan pompa ASI untuk memastikan bagian yang perlu dibersihkan secara maksimal.

Artikel terkait: “Pembuluh darah di payudaraku pecah saat memompa ASI,” pengalaman seorang ibu

Berikut ini beberapa langkah yang juga bisa Parents lakukan untuk menjaga kebersihan pompa ASI dan peralatan menyusui si kecil. 

1. Jaga Kebersihan Tangan

bakteri cronobacter

Sebelum menyentuh pompa ASI atau peralatan menyusui lainnya, pastikan tangan Parents dalam keadaan bersih. Cuci tangan hingga benar-benar bersih. Bila perlu, tambahkan hand sanitizer yang mengandung alkohol untuk memastikan tangan dalam keadaan steril. 

2. Menggunakan Tisu Basah Antiseptik di Bagian Luar

Bagian luar pompa ASI biasanya akan lengket karena terkena tumpahan ASI. Bersihkan bagian luar pompa ASI menggunakan tisu basah. Gunakan tisu basah antiseptik untuk membunuh bakteri yang menempel pada permukaan luar pompa ASI. 

Artikel terkait: 10 Rekomendasi Tisu Basah Bayi Berkualitas dan Aman bagi Bayi, Cek Yuk Bun!

3. Meletakkan di Baskom Air Hangat

Waspada Cronobacter, Bakteri yang Kerap Ada di Pompa ASI dan Alat Menyusui!

Gunakan baskom yang berisi air hangat untuk merendam peralatan pompa ASI. Hindari meletakkan pompa ASI atau alat menyusui pada wastafel. Sebab, tempat seperti wastafel yang bisa digunakan untuk mencuci piring sangat berisiko untuk mengontaminasi pompa ASI atau peralatan menyusui.

Parents juga sebaiknya tidak merendam pompa ASI dan peralatan menyusui terlalu lama apalagi hingga berjam-jam. Merendam terlalu lama malah akan membuat bakteri berkembang biak pada baskom tersebut. Cukup 10-20 menit, kemudian Parents bisa melanjutkan untuk mencuci pompa ASI tersebut. 

4. Gunakan Sikat Khusus

Gunakan sikat atau spons khusus untuk mencuci pompa ASI dan peralatan menyusui lainnya. Jangan menggunakan sikat atau spons yang dipakai untuk mencuci piring atau peralatan dapur lainnya. Bakteri dan kuman dari sisa makanan dapat mencemari pompa ASI. 

Bersihkan setiap bagian pompa ASI dengan seksama. Bila perlu gunakan sabun khusus botol bayi agar tetap aman untuk si kecil. 

5. Bilas dengan Air Hangat

Air keran dapat menjadi perantara bakteri penyakit. Setelah semua bagian tercuci dengan bersih, bilas menggunakan air hangat. Pastikan semua bagian sudah bersih dan tidak ada kotoran atau busa yang menempel.  

6. Sterilisasi Alat

Waspada Cronobacter, Bakteri yang Kerap Ada di Pompa ASI dan Alat Menyusui!

Untuk memastikan pompa ASI dan alat menyusui dalam keadaan benar-benar bersih, Parents bisa melakukan sterilisasi. Rebus peralatan tadi dalam air mendidih selama kurang lebih 15 menit. Parents juga bisa menggunakan alat untuk mensterilisasi botol susu.

Artikel terkait: Panduan lengkap mencuci botol susu bayi agar bersih dan steril

7. Keringkan Pompa ASI dan Alat Menyusui

Keringkan pompa ASI dan alat menyusui dengan tisu, handuk, atau lap bersih. Jangan menggunakan lap yang sudah digunakan karena akan mengotori pompa ASI dan peralatan menyusui si kecil. Parents juga bisa menggunakan dry rack khusus untuk peralatan menyusui. 

Pompa ASI dan peralatan menyusui yang sudah bersih bisa Parents simpan dalam wadah tertutup yang bersih. Pastikan untuk menjaga kebersihan saat akan menggunakannya kembali. Dengan menjaga kebersihan pompa ASI dan peralatan menyusui, semoga si kecil terhindar dari bahaya bakteri cronobacter. 

Baca juga:

3 Alternatif Pemberian ASI bagi Busui Positif COVID-19, Cegah Bayi dari Paparan Virus

10 Tips Menyusui Bayi bagi Bunda yang Mengalami Puting Datar

Bantu Melancarkan Produksi ASI, 9 Minuman Alami Ini Baik untuk Busui Konsumsi

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner