Jangan Terlalu Mengeksploitasi Bakat Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Eksploitasi bakat anak membuatnya kehilangan masa kanak-kanak. Eksplorasi dan eksploitasi bakat anak bedanya sangat tipis. Tergantung bagaimana cara orang tua mengasah bakat anak-nya.

eksploitasi bakat anak

Eksplorasi ataukah eksploitasi? berikan takaran yang tepat...

"Tunjukkan bakat Anda. Bakat diciptakan untuk dimanfaatkan. Apalah gunanya jam matahari di tempat teduh? " Ungkapan bijak dari Benjamin Franklin ini mengandung kebenaran tentang bakat. Apa gunanya punya bakat jika kita tidak pernah mengoptimalkannya.

Banyak orangtua yang berusaha untuk mengembangkan bakat anak mereka. Mereka berusaha menggali bakat apa yang mungkin ada dan tidak ada di dalam diri anak, ibarat mencari harta karun dengan menggunakan peta buta.

Mereka berusaha menggali bakat anak secara berlebihan sehingga anak kehilangan masa bahagia sebagai anak-anak. Bakat anak seperti benih yang membutuhkan cara dan jumlah pemupukan yang tepat. Pengasuhan orangtua dalam porsi yang tepat dapat mengembangkan bakat anak menjadi sesuatu yang lebih berharga. Benarkah?

Di luar sana ada banyak bukti nyata dari orang-orang berbakat yang telah tersesat karena diabaikan oleh orangtua mereka, seperti Britney Spears, Anissa Jones. Jadi, bagaimana sebaiknya Anda sebagai orangtua dalam mengasah bakat anak ini?

TheAsianParent berbicara kepada *Tiffany (nama samaran, usia awal 20-an), yang teringat masa kecil-nya ketika dipenuhi dengan kegiatan ekstra-kurikuler di setiap akhir minggu.

Bacalah wawancaranya di halaman berikut ini :

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Batita Hobi Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah