Bahaya menggunakan balsem untuk mengobati flu anak, Bunda wajib baca

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Balsem sering dipakai untuk meredakan gejala flu. Namun bahaya menggunakan balsem untuk flu anak haruslah dihindari.

Selain sirup dan obat, banyak ibu memakai balsem atau obat gosok seperti Vicks VapoRub untuk meringankan gejala flu yang terjadi pada anak. Namun, apakah Bunda sadar akan bahaya menggunakan balsem untuk flu pada anak?

Salah satu bahaya menggunakan balsem untuk flu anak ialah efek sampingnya yang bisa menyebabkan gejala flu anak memburuk. Bahkan bisa membuat anak harus dilarikan ke rumah sakit.

Seorang anak perempuan berusia 18 bulan harus masuk UGD karena susah bernapas. Dr. Bruce Rubin dan tim medis yang menangani balita tersebut menemukan penyebab anak kesulitan bernapas adalah karena kakek nenek sang anak yang mengoleskan balsem di bawah hidungnya.

“Tentu saja kami mendemonstrasikan bahaya menggunakan balsem untuk flu yang membuat lendir di saluran napas pasien bertambah. Padahal kondisinya sudah memmbengkak dan mengecil karena infeksi,” Rubin menjelaskan pada ABC News.

Para ilmuwan yang menyelidiki bahaya menggunakan balsem untuk flu, juga menemukan bahwa obat yang dioleskan di tubuh bagian luar ini, bisa menyebabkan peningkataan produksi lendir, juga inflamasi di saluran pernapasan.

Pentingnya menghindari bahaya menggunakan balsem untuk flu dengan membaca label produk

Pentingnya membaca label pada kemasan balsem, bisa mencegah anak kita mengalami efek samping dari obat tersebut. Ikuti petunjukan pemakaian sesuai indikasi yang tertera di label kemasan.

Kebanyakan produk balsem menyertakan kontra indikasi, atau peringatan bahwa produk tersebut tidak boleh digunakan untuk anak di bawah usia 2 tahun. Juga tidak boleh dioleskan langsung di bawah hidung anak.

Sayangnya, banyak orangtua yang tidak membaca peringatan tersebut, dan menganggap obat luar seperti balsem aman untuk bayi dan anak-anak, seperti orang dewasa.

“Kupikir, para orangtua bukannya mengabaikan peringatan yang ada di kemasan produk. Tetapi,  karena dirinya merasakan khasiat dari balsem ketika menggunakannya sendiri, sehingga mereka menganggap bahwa obat tersebut tidak akan menyebabkan masalah apapun,” ujar Dr. Rubin. 

“Tetapi, anak yang sedang sakit bisa mengalami respon tubuh yang berbeda terhadap balsem daripada perkiraan orangtua,” tambahnya.

bahaya menggunakan balsem untuk flu

Balsem bukanlah obat flu yang sebenarnya

Meskipun kasus pasien flu memburuk akibat efek samping balsem dan obat gosok mentol sejenis jarang terjadi, tapi Parents seharusnya menghindari risiko bahaya menggunakan balsem untuk flu dengan tidak menggunakannya pada anak kecil.

Sesungguhnya, balsem mentol dan produk sejenis bisa jadi sebenarnya tidak mengobati gejala flu. Bahan aktif yang terkandung di dalamnya seperti mentol, minyak kayu putih, juga kamper, hanya memberi sugesti pada otak untuk berpikir saluran pernapasan terbuka, meskipun yang sebenarnya masih sesak karena inflamasi di bagian saluran pernapasan.

Balsem dan sejenisnya hanya bisa membuat hidung terasa lega untuk sementara, namun bukan obat sebenarnya yang mampu menyembuhkan. Meski membuat pasien merasa lebih baik, namun sebenarnya tidak benar-benar menghilangkan gejala flunya.

“Saya merekomendasikan untuk jangan pernah mengoleskan balsem di bawah hidung siapa pun, orang dewasa maupun anak-anak,” papar Dr. Rubin kepada NBC. “Saya juga  meminta para orangtua untuk tidak pernah menggunakan balsem pada anak usia di bawah 2 tahun.”

Artikel terkait: Seberapa penting Vaksin Flu untuk menjaga kesehatan kita? Ini jawaban dokter

Tips menyembuhkan flu pada anak tanpa mengggunakan balsem

Berikut ini adalah tips menyembuhkan gejala flu pada anak, selain menggunakan balsem menurut WebMD dan BabyCenter

1. Obat tetes saline drops

Obat ini bisa membantu anak yang kesulitan bernapas, susah tidur, dan susah makan karena hidung mampet. Obat ini berfungsi untuk mengencerkan lendir agar mudah dikeluarkan.

2. Perbanyak minum air

Saat hidung anak mampet, beri ia minum yang banyak. Cairan yang cukup bisa membantu mengencerkan lendir.

Berikan ASI atau susu formula untuk bayi di bawah usia 6 bulan. Di atas 6 bulan, boleh diberikan air putih sedikit atau jus.

Anak di atas 2 tahun bisa diberikan teh hangat atau teh jahe untuk membuat tubuhnya terasa lebih hangat.

3. Konsumsi madu

Setengah sendok teh madu sebelum tidur bisa membantu anak meredakan sakit tenggorokan dan mengurangi batuk. Namun, jika anak berusia kurang dari 1 tahun, sebaiknya hindari madu karena bisa menimbulkan alergi atau keracunan.

4. Gunakan bantal

Bantal yang tinggi bisa membantu anak bernapas lebih baik. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi bisa membantu melegakan jalan nafas.

5. Humidifier (alat pelembab udara)

Menggunakan humidifier di kamar anak bisa membuat mereka lebih mudah bernapas.

6. Gunakan petroleum jelly (Vaseline)

Oleskan sedikit gel lembut ini di rambut hidung anak untuk mengurangi iritasi.

***

Semoga bermanfaat ya Bunda.

 

Baca juga:

Hindari Obat Flu, Ini 10 Cara Alami Mengatasi Pilek pada Anak

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan