Anak 3 Tahun Cedera Parah Saat Main Trampolin, Peringatan Keras Bagi Para Orangtua

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Parents, artikel ini wajib dibaca bila anak Anda senang melompat di trampolin. Waspadai risiko cedera akibat mainan yang tampak menyenangkan ini.

Anak-anak senang melompat, apalagi jika dilakukan di atas trampolin. Namun, ketika mendengar kisah bunda ini, Parents  mungkin akan berpikir dua kali sebelum membiarkan anak berada di dekat trampolin.

Kait Ellen adalah ibu dari seorang anak lelaki berusia tiga tahun bernama Colton. Beberapa minggu lalu, ia, suaminya, dan si kecil Colton pergi ke sebuah taman indoor di mana terdapat trampolin.

Mereka ingin menikmati kebersamaan. Semua berjalan lancar hingga tiba-tiba Colton terjatuh… dan mematahkan tulang pahanya – tulang terkuat di tubuhnya.

Ia tidak melompat sendirian – orang tuanya tepat berada di sisinya di samping trampolin.

Kait menuliskan sebuah pesan yang sangat kuat di Facebook setelah insiden sehingga semua orang tua lebih sadar akan bahaya sesungguhnya bila anak kecil melompat di trampolin.

Trampolin tidak cocok untuk anak kecil

Setelah kecelakaan itu, Kait menggambarkan bahwa dunianya jungkir-balik. Dia menjelaskan bahwa setiap hari adalah sebuah perjuangan bagi laki-laki kecilnya agar ia terbiasa dengan kondisinya sekarang.

“Kami berbagi cerita ini dengan Anda hari ini untuk menyebarkan kesadaran bahwa fasilitas ini secara khusus diiklankan untuk Toddler Time, padahal balita seharusnya tidak berada dekat-dekat trampolin. Kami berharap dengan membagikan cerita ini akan mencegah anak dan keluarga mengalami trauma serta patah hati karena cedera trampolin pada anak-anak kecil.”

Kait juga menekankan pada hal-hal yang mungkin tidak banyak orang tua ketahui. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) dan American of Orthopedic Surgeons, “anak-anak di bawah usia 6 tahun seharusnya tidak boleh melompat di trampolin.”

Hal ini disebabkan karena tulang mereka – yang masih rapuh dan sedang berkembang – tidak dapat menerima tekanan berulang dari lompatan tekanan tinggi yang berulang, dan oleh karena itu terjadi luka yang cukup serius.

Trampolin dan anak-anak

Trampolin memang sangat menyenangkan, namun juga menyebabkan anak-anak berisiko besar mengalami cedera ketika posedur keselamatan tidak dipatuhi.

Menurut American Academy of Pediatrics, cedera trampolin yang umum terjadi meliputi:

  • Gegar otak dan cedera kepala lainnya
  • Tulang patah, terkadang hingga perlu dioperasi
  • Cedera kepala dan leher yang parah, kemungkinan menyebabkan lumpuh permanen atau bahkan berujung pada kematian
  • Terkilir/keseleo
  • Memar, tergores, dan lecet

Sebagian besar cedera trampolin terjadi ketika ada lebih dari satu anak yang menggunakan trampolin, AAP menegaskan. Selain itu, anak-anak juga terluka pada kejadian-kejadian berikut.

Ketika mereka,

  • salah mendarat saat melompat
  • salah mendarat ketika jungkir balik dan melakukan salto (ini seharusnya tidak diperbolehkan karena risiko cedera kepala dan leher)
  • mencoba memperlambat
  • mogok atau diserang oleh anak lain
  • jatuh atau melompat dari trampolin
  • mendarat di pegas atau bingkai bidang trampolin

Rekomendasi dari para ahli adalah Anda JANGAN memasang trampolin di rumah. Ya, trampolin memang mengasyikkan dan dapat membuat anak aktif bergerak, tapi ada banyak alternatif yang lebih aman, seperti naik sepeda atau olahraga lainnya.

Baca juga: Waspadai Bahaya Dibalik Mainan Anak yang Satu Ini

Menurut AAP, “trampolin mini dan trampolin berukuran penuh jangan digunakan di rumah, di kelas gym rutin, atau di taman bermain. Mereka seharusnya digunakan dalam program pelatihan di bawah pengawasan untuk senam, menyelam, atau olahraga kompetitif lainnya. Hanya satu orang yang diijinkan melompat di trampolin pada satu waktu.”

Jika Parents memilih untuk memiliki trampolin di rumah, maka ingatlah tips keamanan dari AAP setiap saat:

  • di bawah pengawasan orang dewasa setiap saat
  • hanya satu pelompat di trampolin pada satu waktu
  • tidak boleh jungkir balik atau salto
  • Tempatkan pelindung tambahan yang memadai, dalam kondisi baik, serta diletakkan dengan tepat
  • Periksa semua peralatan sesering mungkin
  • Perbaiki atau ganti dengan yang baru apabila pelindung, jaring penutup dan bagian-bagian lain ada yang rusak

Kami berharap Colton dapat segera pulih kembali. Semoga semakin banyak orang tua yang menyadari bahayanya anak melompat di trampolin.

Artikel ini disadur dari artikel bahasa Inggris milik The Asian Parent Singapura.

 

Baca juga:

Melompat Rendah di Trampolin Tetap Bisa Bikin Kaki Anak Patah





Berita