Bahaya Kebiasaan Menggigit Kuku; Anak ini Memasukkan 32 Potongan Kuku ke dalam Gusinya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kebiasaan gigit kuku bukan sesuatu yang sepele. Karena ada banyak risiko kesehatan di dalamnya. Jangan sampai yang ada di video ini terjadi pada anak Anda.

Kebiasaan gigit kuku adalah hal kecil yang sering dilakukan banyak anak-anak hingga dewasa. Padahal, ini adalah kebiasaan buruk yang mestinya harus segera dihentikan.

Tidak hanya karena kuman pada jemari akan pindah ke mulut, dan sebaliknya. Tapi juga kebiasan menggigit kuku bisa berlanjut pada hal yang lebih ekstrim.

Seperti yang terjadi pada anak bernama Kale ini. Selama ini, tak hanya menggigit kukunya, ia juga memasukkan potongan kuku tersebut ke dalam gusi. Simak video dan penjelasannya ibu Kale ini.

Kale selalu punya cara membuat kami sibuk dan khawatir. Kali ini, aat ia membuka mulutnya, aku melihat sesuatu yang berwarna putih di gusinya.

Aku menggunakan pinset untuk mengeluarkannya. Benda yang terperangkap di gusi tersebut ternyata adalah potongan kuku.

Aku melanjutkan dan menemukan empat kuku lainnya. Aku terus mencari di seluruh area mulutnya.

Kemudian aku menarik sekitar 27 kuku dari tempat kedua. Yup! 27 kuku!

Dokter gigi pun tak pernah melihat hal seperti ini. Kami menemukan bahwa Kale punya kebiasaan menggigit kuku dan sering memainkan kuku di mulutnya.

Ia juga sering mendorong kuku tersebut ke dalam gusinya. Sehingga kuku tersebut masuk di antara gigi susu dan permanennya.

Jangan bisarkan anakmu mengigit kukunya. Jika Anda bisa menahan rasa jijiknya. lihatlah video berikut ini.

Pesan tersebut dibagikan oleh lebih dari 200 ribu akun dan mendapatkan banyak komentar. Apalagi banyak yang masih sering menggigit kukunya sampai dewasa.

Tak sedikit yang mengkritisi keputusan sang ibu untuk menarik sendiri kuku dari gusi anaknya. Mereka khawatir jika bukan dokter yang melakukannya, maka mulut akan terinfeksi.

"Jika alat sudah disterilkan dengan alkohol dan setelah menarik kuku itu si ibu membubuhkan cairan antiseptik di sana, maka anak akan terhindar dari infeksi," ujar dokter gigi Dhihram Tenrisau.

Dokter gigi yang akrab disapa dengan panggilan dokter Tesa ini juga menyebut bahwa kuncinya adalah sterilitas. Ia menyatakan bahwa antiseptik seperti betadine bisa jadi solusi jika orangtua melakukan tindakan sendiri seperti ini.

Namun, jika orangtua khawatir, dokter yang berpraktek di Klinik Tiga Dental Duren Tiga Jakarta Selatan ini menyarankan untuk menyerahkan anak ke dokter gigi atau dokter bedah mulut. Apalagi jika khawatir masih ada yang bersisa maupun infeksi.

Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua. Mulai sekarang, stop kebiasaan gigit kuku!

 

Baca juga:

Panduan Lengkap Untuk Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Video edukatif