Dampak kapur barus bagi ibu hamil, ini yang harus bunda ketahui

lead image

Kapur barus sering di gunakan untuk mengusir serangga di dalam lemari atau juga menghilangkan bau apek pada pakaian. Namun dalam fungsinya tersebut kapur barus bisa berdampak pada manusia. 

Mella Elfira, seorang ibu hamil 6 bulan curhat kalau ia ngidam mencium pengharum seperti kapur barus atau kamper. Belum lagi ketika sedang berada di kamar mandi ia paling senang mencium pewangi karbol atau cairan pembersih lantai. Menurutnya, baunya sangat enak dan menyegarkan pikiran. Sebetulnya berbahayakah dengan perilaku tersebut ?

Menurut dr. Radhianie Djan, BMedSc dari Alodokter.com, berdasarkan penelitian, zat pewangi atau kamper yang mengandung zat-zat kimia memiliki resiko terhadap kesehatan. Apabila digunakan secara berlebihan atau terjadi kontak langsung melalui sistem pernafasan. Terutama bagi mereka yang barada pada kondisi rentan, seperti ibu hamil, bayi, anak-anak, atau orang yang sangat sensitif terhadap zat-zat pewangi.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/kapur barus.jpg Dampak kapur barus bagi ibu hamil, ini yang harus bunda ketahui

 Perlu diwaspadai, karea menurut studi WHO, apabila terjadi kontak langsung antara zat kamper (naftalen) dengan bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) dan paparannya sering secara berlebihan.

“Akibatnya dapat meningkatkan kadar bilirubin dalam darah dan akan mengganggu sistem syaraf pusat,” ujar dr. Radhianie.

Selain itu, gangguan yang langsung ditimbulkan seperti pusing, mual, hingga muntah. Bagi penderita asma, wewangian yang beraroma tajam juga dapat menyebabkan serangan asma kambuh. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama juga tidak baik untuk kesehatan, meskipun setiap orang memiliki ambang batas masing masing.

“Apabila ambang batas sudah terlewati maka dapat merusak organ tubuh, misalnya dapat menyebabkan kanker,” ujarnya.

Untuk mengatasai bau dilemari atau diruangan biasanya digunakan wewangian seperti kamper (kapur barus). Selain dapat menghilangkan bau apek dari baju tidak kering, kamper juga bisa untuk mengusir ngengat. Bentuk dan warna kamper yang menarik biasanya akan disukai anak-anak, bahkan anak sampai tertarik memakannya.

Solusi untuk mengatasi bau tidak sedap atau apek dirumah adalah mencari sumber bau tersebut. Misalnya saja, baju yang berbau apek dikarenakan baju belum kering dan sudah disimpan dilemari. Atau, cara mengepel yang salah, karena setelah dipel bukannya mewangi tetapi malah bau menyengat. Hal ini disebabkan karena air yag digunakan untuk mengepel tidak kering secara sempurna sehingga menimbulkan bau. Sebaiknya gunakan lap kering untuk mengeringkan air yang digunakan untuk mengepel.

Biasanya kamper juga digunakan pada kamar mandi karena merupakan ruangan yang paling bau diantara ruangan yang lain. Penting diperhatikan bahwa kamar mandi yang ideal harus memiliki ventilasi udara. Sehingga ada pertukaran udara dan tidak perlu lagi menggunakan kamper bila kebersihan sudah dijaga dan sirkulasi udara berganti.

Kalaupun masih terpaksa harus menggunakan kamper sebaiknya seperlunya saja penting diperhatikan juga batas kadaluwarsanya. Karena, apabila sudah expired justru dapat meracuni tubuh.

 

Sumber : Alodokter 

 

Baca juga :

13 Zat Kimia pada Kosmetik dan Produk Kecantikan yang Harus dihindari saat Hamil

 

8 Produk bayi ini mengandung zat berbahaya bagi si kecil, Parents perlu waspada!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.