Ibu hamil ngidam aroma kapur barus, apakah aman untuk kehamilan dan janin?

lead image

Ngidam kapur barus terdengar aneh ya, Bun? Tetapi ini nyata terjadi, seperti kisah ibu berikut ini

Kapur barus sering digunakan ibu rumah tangga untuk menjaga rumah dari bau apak yang mengganggu. Namun, bagaimana jika ibu hamil ngidam kapur barus? Bagaimana dampaknya untuk kehamilan dan janin di dalam kandungan?

Mella Elfira, seorang ibu hamil 6 bulan mengungkapkan kondisi kehamilannya yang ngidam mencium aroma pengharum ruangan seperti kapur barus dan kamper. Saat ia sedang berada di kamar mandi, ia gemar menciumi pewangi karbol atau cairan pembersih lantai. Menurutnya, baunya sangat enak dan menenangkan pikiran. Kendati menurutnya ini adalah hal yang wajar apakah perilaku ini berbahaya untuk kehamilannya?

Melansir laman Alodokter.com, dr. Radhianie Djan, BMedSc menjelaskan hal ini dengan gamblang. Menurut penelitian, zat pewangi atau kamper mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Utamanya jika benda ini digunakan secara berlebihan dan bersentuhan langsung dengan indera pernapasan. Mereka yang berada pada kondisi rentan seperti ibu hamil, bayi dan anak-anak serta orang yang sangat sensitif terhadap pewangi tertentu memiliki risiko lebih tinggi akan efek sampingnya.

Ibu hamil ngidam aroma kapur barus, apakah aman untuk kehamilan dan janin?

Penelitian tersebut diamini oleh studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan bahwa kontak langsung antarazat kamper (naftalen) dengan bayi secara perkutan (penyerapan melalui kulit) dalam intensitas berlebihan amat berbahaya.

“Akibatnya dapat meningkatkan kadar bilirubin dalam darah dan akan mengganggu sistem syaraf pusat,” ungkap dr. Radhianie.

Efek samping yang timbul seperti pusing, mual, hingga muntah akan dirasakan jika mencium aroma pewangi rumah ini berlebihan. Bagi penderita asma, wewangian beraroma tajam dapat membuat asma cepat kambuh dan penggunaan dalam jangka waktu lama juga tidak baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

“Apabila ambang batas sudah terlewati maka dapat merusak organ tubuh, misalnya menyebabkan kanker,” lanjutnya lagi.

Kapur barus memang sering menjadi penyelamat ibu rumah tangga untuk menghilangkan bau apak lemari, pun kamper juga manjur mengusir ngengat yang dapat merusak rumah. Namun, hal ini patut dijadikan perhatian karena bentuk dan warna kamper yang menarik menyerupai permen sehingga bisa saja anak menganggapnya sesuatu yang boleh dimakan.

Untuk itu, mencari sumber bau di dalam rumah menjadi hal utama yang sebaiknya diperhatikan. Jika bau berasal dari baju yang belum kering namun sudah ditaruh di dalam lemari, maka bisa disiasati dengan menjemur pakaian hingga benar-benar kering. Penggunaan lap kering untuk mengepel lantai juga sebaiknya dilakukan untuk menghindari bau apak, sehingga bau tak sedap di penjuru rumah bisa berkurang.

Sementara itu, Bunda sebaiknya memerhatikan ventilasi udara yang ideal di kamar mandi. Pertukaran udara yang teratur akan membuat kamar mandi selalu segar sehingga penggunaan kamper bisa dikurangi. Jika terpaksa harus menggunakan kamper, gunakan seperlunya saja sesuai dengan kebutuhan.

Referensi : Alodokter 

Baca juga :

13 Zat Kimia pada Kosmetik dan Produk Kecantikan yang Harus dihindari saat Hamil

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

theresia