Bedak bayi diduga bisa sebabkan kanker, apa kata penelitian?

lead image

Penggunaan bedak talc atau bedak tabur pada bayi memang cukup umum. Namun, benarkah adanya bahaya bedak bayi yang bisa sebabkan risiko kanker?

Anda mungkin pernah menemukan beberapa artikel berita tentang bahaya bedak bayi terhadap risiko kanker. Sebagai orangtua, mendengar berita ini pastinya akan membuat khawatir dan bertanya-tanya, apakah benar ada bahaya bedak bayi?

Yuk, kita cari tahu!

Kandungan dari bedak bayi yang diduga berisiko

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/bedak bayi.jpg Bedak bayi diduga bisa sebabkan kanker, apa kata penelitian?

Ya, bedak talc.

Bedak bayi dan beberapa produk kosmetik lainnya, sering mengandung talcum powder. Kandungan ini terdiri dari mineral yang dikenal sebagai talc.

Dalam bentuk alamiahnya, talc mengandung asbestos, kandungan yang diduga adalah penyebab kanker ketika terhirup atau tertelan. Namun, menurut American Cancer Society, di Amerika setidaknya, produk bedak talek telah bebas asbes untuk waktu yang lama.

Apakah bedak bayi hanya berbahan dasar talc?

Bubuk yang sering kita taburkan ke pantat bayi ini umumnya terbuat dari talc, cornstarch, atau ararut.

Sebagai orangtua, kita sering menggunakannya pada pantat atau bagian tubuh bayi lainnya untuk menjaga kulitnya tetap kering.

Tetapi mungkin Anda tidak tahu bahwa beberapa wanita bahkan juga menggunakan bedak bayi pada alat kelamin mereka untuk menyingkirkan bau. Dan baik pria maupun wanita mungkin menggunakannya di bagian tubuh mereka lainnya, untuk mengatasi ruam atau mengurangi gesekan terhadap pakaian.

Bagaimana kaitan antara bahaya bedak bayi terhadap risiko kanker?

Pada Juli 2018 lalu, sebuah merek bedak bayi populer diminta pengadilan untuk membayar jutaan dolar sebagai kompensasi kepada 22 wanita yang mengklaim bahwa bedak itu menyebabkan mereka terkena  kanker ovarium.

Sampai sekarang, lebih dari 6.000 tuntutan hukum telah diajukan kepada perusahaan besar tersebut. Sebagian besar telah diajukan untuk wanita yang menderita kanker ovarium, yang mengklaim mereka telah menggunakan produk bedak ini selama bertahun-tahun di alat kelamin mereka.

Perusahaan tersebut menegaskan bahwa bagaimanapun, produk bedak talc mereka bebas asbes. Tetapi pada bulan April 2018 lalu, pabrik bedak tabur bayi ini diputuskan bersalah dalam sebuah persidangan yang menuduh mereka menjual bedak bayi yang terkontaminasi.

Penggugat adalah pria bernama Stephen Lanzo. Ia mengalami mesothelioma, yang merupakan kanker mematikan terkait dengan paparan asbes. Dia mengatakan bahwa kanker yang dideritanya itu akibat dampak pemakaian bedak bayi secara teratur sejak kelahirannya pada tahun 1972.

Namun, sang produsen bedak tabur bayi tersebut tetap teguh pada pendiriannya bahwa produk bedak talc mereka diklaim bebas asbes.

Apa kata penelitian?

Studi berfokus utama pada kanker ovarium dan kanker paru-paru. Ketika meneliti tentang kanker paru-paru, terungkap beberapa hal bahaya bedak bayi yang cukup jelas, bahwa mereka yang terkena paparan kandungan alami  bedak di tempat kerja (penambang), berada pada risiko yang lebih besar untuk mengembangkan kanker paru-paru, karena partikel bedak yang terus-menerus terhirup.

Selain itu, American Cancer Society menegaskan bahwa tidak ada hubungan yang terungkap antara produk kosmetik dengan bedak talek, dan kanker paru-paru.

Sedangkan, hubungan antara kanker ovarium dan produk bedak ini sedikit lebih kompleks. Pakar kesehatan mengatakan ketika produk bedak digunakan di daerah genital, beberapa partikel talc dapat masuk ke dalam tubuh.

Para ilmuwan yang menyelidiki hubungan antara bedak tabur dan kanker ovarium benar-benar menemukan partikel bedak pada tumor ovarium.

Artikel terkait: J&J Ganti Rugi 72 Juta Dolar Karena Bedak Bayi Menjadi Penyebab Kanker Ovarium

Dalam meta analisis tahun 2018 baru-baru ini, dari semua penelitian yang mengamati hubungan antara kanker ovarium dan penggunaan bedak, kaitan-kaitan ini akhirnya terkonfirmasi meskipun penelitiannya masih dianggap lemah.

Temuan ini dianggap lemah karena metodologi kebanyakan penelitian melibatkan para wanita yang diminta untuk mengingat ketika mereka mulai menggunakan bedak. Sementara itu, sulit untuk menentukan dan mengukur akurasi ingatan mereka.

Jadi, apakah bedak tabur bayi itu aman?

Seperti yang Anda lihat, ilmu pengetahuan belum mengkonfirmasi bahwa bedak tabur bayi menyebabkan kanker secara pasti. Jadi, hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah tetap berhati-hati.

Selain kanker, jika bayi Anda menghirup bedak tabur bayi secara tidak sengaja, hal itu juga dapat menyebabkan masalah pernapasan pada anak.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/bedak bayi 2.jpg Bedak bayi diduga bisa sebabkan kanker, apa kata penelitian?

Memang tidak alasan medis khusus untuk menggunakan bedak tabur pada bayi Anda. Namun, jika Anda terbiasa menggunakan bedak pada anak. Berikut beberapa aturan yang harus diingat:

  • Hindari menaburkan bedak talc bayi langsung ke arah bayi Anda. Taburkan pada kain bersih terlebih dahulu, lalu tepuk kain di tubuh bayi.
  • Hindari paparan bedak talc ke mata bayi Anda.
  • Jangan taburkan bedak talc bayi di area genital anak.
  • Jauhkan taburan bedak talc ke arah wajah bayi untuk menghindari risiko terhirup.
  • Pertimbangkan untuk mengganti bedak bayi dengan diaper cream, jika tujuan utama Anda menggunakan bedak untuk mencegah ruam popok.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penggunaan bedak bayi sebenarnya memang tidak diharuskan. Jadi, pilihan ada di tangan Anda ya Bun. Konsultasikan pada dokter anak jika Anda ragu.

 

Dilansir dari artikel Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

17 Manfaat Bedak Bayi dalam Kehidupan Sehari-hari

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.