Mengenal Babywearing dan Manfaatnya

Mengenal Babywearing dan Manfaatnya

Babywearing atau menggendong bayi kini tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di seluruh dunia.

Apakah Parents pernah mendengar tentang ‘Babywearing’? Tren Babywearing tidak hanya populer di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Lalu apa itu sebenarnya yang disebut dengan Babywearing?

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Babywearing?

Mengenal Babywearing dan Manfaatnya

Istilah ‘Babywearing’ ini cukup populer di kalangan para ibu, padahal sebenarnya tradisi menggendong bayi dengan kain ini sudah dikenal sebagai budaya tradisional di Indonesia sejak lama.

Babywearing atau menggendong bayi sendiri sudah direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics sehingga manfaatnya tidak perlu diragukan lagi.

Dikutip dari HealthyChildren.org, Babywearing atau menggendong bayi sebaiknya tidak dilakukan hanya untuk menenangkan bayi yang sedang menangis, melainkan manfaatnya lebih dari itu.

Selain bisa mencegah bayi menangis dan membantu menjalin hubungan yang lebih dekat antara orangtua dan bayinya, babywearing juga baik untuk tumbuh kembang bayi.

Tidak hanya menggunakan model yang lebih konvensional, Parents bisa melakukan Babywearing dengan berbagai macam jenis gendongan bayi yang tersedia di pasaran. Pastikan untuk membeli gendongan atau carrier yang nyaman untuk Parents dan bayi, ya.

Terkadang, banyak orang yang berkata bahwa jika terlalu sering menggendong bayi bisa mengakibatkan bayi menjadi manja atau ‘bau tangan’. Tenang, itu hanya mitos. Pada dasarnya, bayi suka jika digendong dan didekap. Parents bisa membangun bonding yang baik sedari bayi baru lahir dengan menggendongnya.

Manfaat Babywearing

Mengenal Babywearing dan Manfaatnya

Berikut adalah beberapa manfaat Babywearing atau menggendong bayi dengan erat:

1. Memiliki Manfaat Kesehatan untuk Bayi

Menurut penelitian, menggendong bayi memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, terutama untuk bayi yang terlahir prematur. Melalui Babywearing, bayi prematur akan mendapatkan manfaat yang sama dengan metode perawatan kangguru (kangaroo care).

Namun, tetap perlu diperhatikan bahwa bayi prematur membutuhkan gendongan yang memang didesain untuk bayi prematur sehingga tidak mengganggu perkembangannya.

Bayi baru lahir yang sering digendong dan didekap akan membantu menstabilkan temperatur tubuh, detak jantung, dan pernapasannya. Dengan berada di dekapan ibu, bayi akan merasakan detak jantung ibu yang sudah ia kenal sebelumnya di dalam kandungan.

2. Manfaat untuk Ibu

Selain untuk bayi, menggendong juga dapat memberikan manfaat untuk ibu, antara lain memproduksi hormon oksitosin yang dapat meningkatkan bonding dan melancarkan ASI. Selain itu, risiko postpartum depression juga akan berkurang dengan mendekap bayi secara erat. Ketika menggendong bayi, ibu bisa membelai, menenangkan, dan mencium bayi.

3. Bayi Merasa Aman dan Terlindungi

Di dalam buku A Baby Wants to Be Carried karangan Evelin Kirkilionis, dijelaskan bahwa bayi yang didekap oleh ibu, keluarga, atau pengasuh yang dikenalinya akan membuatnya merasa aman dan nyaman. Kontak fisik yang terjadi ketika menggendong bayi dapat menjalin kedekatan fisik sekaligus psikologis antara ibu dan bayi.

Sebuah studi juga menunjukkan bahwa bayi yang lebih sering digendong akan jarang menangis dan mengurangi kemungkinan bayi rewel.

Artikel terkait: Alasan Menakjubkan Mengapa Ibu Cenderung Menggendong Anak di Sebelah Kiri

Petunjuk Aman Melakukan Baby Wearing

Mengenal Babywearing dan Manfaatnya

Saat menggendong bayi, keamanan si kecil haruslah diutamakan. Ada beberapa cara untuk melakukan Babywearing dan Parents harus memerhatikan dan mengetahui mengenai keamanan Babywearing sebelumnya. Ada 5 hal yang harus diterapkan dalam melakukan Babywearing yang dikutip dari Honest Docs, yaitu:

  • T: Tight
    Pastikan bayi dalam posisi tegak dan terikat kencang di dalam carrier/gendongan.
  • I: In View at All Times
    Wajah bayi harus selalu terlihat oleh Parents sehingga pernapasannya bisa dimonitor. Mood bayi juga bisa diperhatikan dengan lebih baik, dengan posisi bayi menghadap Parents.
  • C: Close Enough to Kiss
    Cek apakah Parents bisa menunduk dan mencium bagian kepala atas bayi. Posisi carrier harus cukup tinggi hingga Parents bisa mencium bayi dengan mudah.
  • K: Keep Chin Off Chest
    Pastikan ada celah selebar dua jari di bawah dagu anda dan kepala bayi. Posisikan bayi tegak lurus dengan tulang belakang melengkung dan jongkok.
  • S: Supported Back
    Hindari mengencangkan carrier atau pengikat di atas punggung bayi karena bisa membuatnya tidak nyaman. Meskipun begitu, gendongan tetap harus ketat dan kuat di bagian punggung bayi. Jaga agar tidak ada celah yang lebar diantara bayi dan Parents agar ia tidak mudah terjatuh.

Selain 5 faktor di atas, perhatikan pula kenyamanan Parents dalam menggendong bayi atau melakukan Babywearing. Menggendong dalam posisi yang tidak pas dapat menyebabkan masalah punggung, cedera, atau sakit.

Baca juga:

Teknik menggendong bayi TICKS dilakukan Rachel Vennya, amankah?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner