Ayah Lebih Perhatian Pada Anak Perempuan dibanding Anak Lelaki, Ini Fakta Ilmiahnya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Berbagai penelitian psikologi telah membuktikan, bahwa sikap ayah pada anak perempuan cenderung berbeda dibandingkan sikapnya pada anak lelaki. Bahkan respon saraf otak ayah juga berbeda pada anak lelaki dan anak perempuan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Selama ini, anak perempuan selalu diidentikkan sebagai mahluk yang lemah dan butuh kasih sayang lebih dari orangtuanya. Sedangkan anak lelaki harus bisa mandiri sedini mungkin. Perbedaan pola asuh antara anak lelaki dan anak perempuan ini bersumber dari pemahaman gender, bahwa lelaki harus selalu lebih kuat dari perempuan.

Pemahaman ini pula yang membuat sikap ayah pada anak perempuan seringkali berbeda dengan anak lelaki. Para ayah cenderung lebih peduli dan perhatian pada anak gadisnya, karena dianggap mereka lebih membutuhkan kasih sayangnya dibandingkan anak lelaki.

Padahal, secara psikologis, anak lelaki malah lebih mudah stres dibanding anak perempuan. Selengkapnya: Bayi/Anak Laki-laki Lebih Mudah Stres Dibanding Anak Perempuan

Ayah memperlakukan anak perempuan dan lelaki secara berbeda

Banyak ahli psikologi yang telah melakukan penelitian terkait perbedaan sikap ayah pada anak perempuan dan lelaki ini. Dalam penelitian yang diterbitkan di Jurnal Behavioral Neurosciense, para peneliti membandingkan sikap ayah terhadap anaknya, berdasarkan gender sang anak, lelaki atau perempuan.

Para peneliti menemukan fakta bahwa, para ayah cenderung lebih terlibat pada kehidupan anak perempuannya. Sedangkan pada anak lelaki, para ayah cenderung terlibat pada permainan motorik kasar.

Penelitian ini juga mengemukakan perbedaan cara mendidik ayah pada anak-anaknya. Pada anak perempuan, ayah akan menggunakan bahasa tubuh yang lembut dan penuh kasih sayang. Sedangkan pada anak lelaki, ayah cenderung lebih tegas dan menggunakan bahasa tubuh yang menuntut prestasi.

Sebuah penelitian terbaru, yang dilakukan oleh American Psychological Association juga mengafirmasi hal ini. Studi yang diterbitkan pada 25 Mei 2017 ini, mengungkapkan bahwa para ayah dengan balita perempuan cenderung lebih perhatian dan responsif pada kebutuhan anaknya dibanding para ayah dengan balita laki-laki.

Pemimpin dalam studi ini, Jennifer Mascaro,PhD dari Universitas Emory menyatakan, "Kita harus sadar betapa anggapan terhadap gender memicu perlakuan berbeda orangtua terhadap anak-anaknya."

Meski demikian, para peneliti juga belum bisa memastikan apakah perbedaan respon otak ayah pada anak perempuan dan lelaki dipicu oleh genetik, atau karena norma masyarakat tentang jenis kelamin.

Para peneliti dari Universitas Emory dan Universitas Arizona menggunakan data dari 52 ayah dari balita (30 perempuan dan 22 lelaki) di Atlanta. Peneliti menggunakan alat kecil yang ditempelkan pada ikat pinggang para ayah, selama satu hari di akhir pekan dan satu hari di hari kerja.

Alat tersebut akan menyala selama 50 detik setiap 9 menit, dan merekam suara dalam jangka waktu 48 jam. Sehingga, interaksi sang ayah dengan anaknya akan terekam dalam alat tersebut.

"Para subjek seringkali lupa bahwa mereka memakai alat itu, sehingga mereka bisa bersikap normal dan tidak dibuat-buat," ujar Jennifer.

Jennifer menambahkan, para ayah juga diminta untuk meletakkan alat tersebut di kamar anak di malam hari. Sehingga interaksi apapun yang terjadi antara ayah dan anak saat malam bisa terekam. Para ayah juga diberikan pemindaian otak selagi ditunjukkan berbagai foto orang dewasa dan anak-anak yang tidak dikenal, serta anak mereka sendiri.

Respon otak ayah lebih kuat saat melihat wajah bahagia putrinya

Secara garis besar, perbedaan perlakuan ayah kepada anak perempuan dan lelaki yang ditunjukkan dari hasil penelitian adalah:

  • Ayah anak perempuan menunjukkan respon yang lebih besar terhadap ekspresi wajah gadis kecil mereka yang bahagia.
  • Ayah anak laki-laki menunjukkan respon yang lebih besar terhadap ekspresi wajah netral anak mereka.
  • Ayah dengan gadis kecil menghabiskan sekitar 60% lebih banyak waktu untuk menanggapi anak-anak mereka daripada ayah anak laki-laki.
  • Ayah anak laki-laki menghabiskan tiga kali lebih banyak waktu dari ayah anak perempuan dalam hal bermain.

"Semua ayah pastinya ingin membantu sebisa mungkin agar anak-anaknya sukses dalam hidup. Akan tetapi, penting untuk memahami bahwa interaksi mereka dengan anak menjadi bias karena stereotip gender," tegas Mascaro.

Stereotip gender yang selama ini ada, memengaruhi pola pikir hingga menimbulkan cara pengasuhan yang berbeda antara anak lelaki dan perempuan. Ada baiknya, perbedaan sikap ayah pada anak perempuan dan lelaki segera disadari. Agar para ayah bisa membagi perhatian dan kasih sayang dengan cara yang adil serta tidak bias gender.

Semoga informasi ini bermanfaat, Parents.

 

Baca juga:

7 Hal yang Harus Dilakukan Ayah Untuk Anak Perempuan

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting