Ayah dan Anak Meninggal Saat Perbaiki Atap Rumah, Tak Sengaja Injak Kabel Listrik

Ayah dan Anak Meninggal Saat Perbaiki Atap Rumah, Tak Sengaja Injak Kabel Listrik

Seorang ayah dan anak meninggal saat memperbaiki atap rumah saat hujan turun dengan sangat derasnya.

Baru-baru ini, peristiwa mengenaskan baru saja terjadi. Ayah dan anak meninggal saat memperbaiki atap rumah.

Dua orang warga yang merupakan ayah dan anak meninggal dunia karena tersengat listrik saat sedang berusaha memperbaiki talang air di atap rumahnya yang bocor pada hari Kamis (1/10/2020). Keduanya adalah warga Gampong Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Sang istri yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan ke tetangga terdekat.

Berikut ini kronologi ayah dan anak meninggal saat memperbaiki atap rumahtersebut:

Ayah dan Anak Meninggal Saat Memperbaiki Atap Rumah, Tak Sengaja Injak Kabel Listrik

ayah dan anak meninggal saat memperbaiki atap rumah

Ayah dan Anak Meninggal Saat Memperbaiki Atap Rumah

Sungguh nahas nasib Susilawati. Dalam waktu bersamaan ia harus kehilangan dua orang yang paling dikasihinya. Suaminya yang bernama Lasmiardi (50) dan juga anaknya, Amran (13), meninggal dunia karena peristiwa yang tidak terduga.

Hari itu, Kamis (1/10/2020) hujan turun sangat deras di rumahnya. Melihat ada air merembes di dalam rumah, Lasmiardi pun berniat mencari tahu masalahnya. Ternyata talang air di atap rumahnya rusak. Ia lalu mengajak Amran untuk memperbaiki bersama.

Lasmiardi dan Amran naik ke atap sekitar pukul 14.00 WIB, dan hujan belum reda. Namun tak lama setelah itu, sekitar 15 menit kemudian selepas shalat dzuhur, tetangga korban, Abdurrahman (45), mendengar teriakan dari arah rumah Lasmiardi. Ternyata yang berteriak adalah Susilawati, istri Lasmiardi.

Susilawati menceritakan dengan cepat apa yang terjadi. Buru-buru Abdurrahman dan dibantu tetangga lain memberikan upaya pertolongan kepada Lasmiardi dan Amran. Mereka menurunkan tubuh kedua korban, menghubungi pihak PLN, dan membawa para korban ke rumah sakit terdekat.

“Selanjutnya tetangga korban beserta beberapa warga berupaya menolong kedua korban sambil menghubungi pihak PLN dan kedua korban sempat di bawa ke RSUD Muyang Kute,” ujar Kapolsek Bukit Iptu Jufrizal, S.H. kepada Serambinews.com seperti dilansir dari AJNN. “Namun nyawa ayah dan anak tersebut tidak dapat diselamatkan,” katanya lagi.

Artikel terkait: Anaknya Belajar Merangkak, Edric Tjandra Memastikan Keamanan Rumah, Ini 9 Tipsnya

Tersengat Aliran Listrik

ayah dan anak meninggal saat memperbaiki atap rumah

Suasana rumah duka di daerah Gampong Ujung Gele (Foto: AJNN)

Saat dimintai keterangan, Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, melalui Jufrizal, mengatakan, kemungkinan peristiwa itu terjadi karena korban dan sang anak tersentrum saat tidak sengaja menginjak kabel.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata memang ada kabel melintang dan terkelupas di area tubuh korban ditemukan. “Kabel di atas atap rumah korban ternyata sudah rapuh dan kulit pelindung kabel sudah terkelupas,” terang Jufrizal.

Jenazah kedua korban lalu dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Ujung Gele. Penanganan pemakaman kedua korban dilakukan secara norma, tidak menggunakan protokol COVID-19. “Iya, karena keduanya meninggal wajar, karena tersengat listrik. Tidak ada penyebab lainnya,” kata seorang tetangga memberikan penjelasan.

Artikel terkait: Waspada bahaya listrik, sudahkah Parents ajarkan hal ini kepada anak?

Instalasi Listrik Tanggung Jawab Pemilik Rumah

Ayah dan Anak Meninggal Saat Perbaiki Atap Rumah, Tak Sengaja Injak Kabel Listrik

Peristiwa seperti ini sebenarnya sangat sering terjadi dan tak jarang juga memakan banyak korban jiwa. Belakangan peristiwa ini kerap terjadi pada korban yang atap rumahnya terbuat dari baja rumah. Untuk menghindari risiko tersengat aliran listrik saat memperbaiki kebocoran atap, berikut ini tips dari Manajer UP 3 PLN Wilayah Surakarta seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Salah satu hal yang harus dipahami masyarakat adalah pada dasarnya listrik mengalir pada benda-benda yang dapat menghantarkan listrik atau sering disebut dengan konduktor.

“Untuk masalah kelistrikan, dapat disampaikan bahwa listrik mengalir melalui penghantar listrik.  Contoh penghantar listrik adalah air, besi, baja, aluminium, kayu yang basah, tembaga, dan lain-lain,” kata Manajer UP 3 PLN Wilayah Surakarta Ari Prasetyo Nugroho.

Ari menjelaskan lagi, apabila terdapat isolasi dari kawat listrik yang terkelupas dan mengalami kebocoran hingga mengenai salah satu benda penghantar listrik, maka aliran listrik akan mengalir ke material tersebut. Itulah mengapa saat orang menyentuh si penghantar listrik ia akan ikut tersengat listrik.

Hal lain yang perlu juga dipahami masyarakat adalah keamanan instalasi listrik merupakan tanggung jawab si pemilik rumah, bukan PLN. PLN dan BUMN hanya bertanggung jawab hingga di persoalan meteran listrik saja.

Tips Terhindar dari Aliran Listrik Saat Memperbaiki Kebocoran Atap

Berikut ini beberapa saran yang bisa Anda pelajari agar terhindar dari aliran listrik saat memperbaiki kebocoran atap rumah.

Pertama, matikan terlebih dahulu aliran listrik dengan melepas sekering/MCB rumah saat ingin memperbaiki sistem kelistrikan yang ada di atas loteng bermaterial asbes, baja ringan, atau kayu.

Kedua, agar kondisi kabel tetap aman dan tak mudah terkelupas (seperti digigit tikus atau lainnya) bungkus kabel instalansi dengan pipa paralon. Perhatikan kualitas kabel dan pipa harus yang terbaik.

Ketiga, segera hubungi PLN jika mengalami gangguan atau permasalahan sistem kelistrikan.

Peristiwa ayah dan anak meninggal saat memperbaiki atap rumahhingga meninggal memang menjadi peristiwa yang tragis. Semoga kejadian serupa tidak akan terulang dan dialami keluarga lainnya.

Baca juga:

Bocah 11 bulan tewas kesetrum odong-odong koin, peringatan untuk Parents

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner