12 Aturan Main yang Boleh Dilanggar Orang Tua Tanpa Perlu Merasa Bersalah

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Dalam setiap metode pengasuhan, pasti ada aturan main yang diterapkan oleh orangtua. Namun, 12 aturan main berikut ini bisa Anda langgar demi anak.

Sebelum memiliki anak, atau bahkan sebelum menikah, Parents mungkin telah memikirkan berbagai aturan main yang ingin diterapkan saat memiliki anak. Namun, ketika anak tersebut benar-benar hadir dalam kehidupan Anda, aturan main tersebut terlupakan dan berubah menjadi kompromi.

Tentunya, Parents tidak ingin diingat sebagai orang tua yang terlalu ketat dan kaku dalam menerapkan peraturan di rumah. Karenanya, Parents harus melonggarkan aturan sedikit demi sang anak.

Sekali dua kali melanggar aturan, tidak akan membunuh mereka, juga tidak akan membuat wibawa Anda jatuh di mata anak.

Berusahalah untuk menjadi orang tua yang fleksibel bagi anak. Bisa membuat aturan, namun juga bisa melanggarnya sesekali untuk bersenang-senang, menciptakan kenangan masa kecil yang indah bagi anak.

Berikut ini adalah 12 aturan main yang bisa Parents langgar demi sang anak.

1. Melarang anak makan makanan cepat saji

Makanan cepat saji memang bukan makanan sehat, namun anak kecil bahkan orang dewasa menyukainya. Parents bisa membatasi asupan makanan cepat saji, namun tidak perlu benar-benar melarang anak memakannya.

Berikan makanan cepat saji sebagai hadiah di akhir pekan, jika sepanjang minggu anak berkelakuan baik. Atau saat dia meraih ranking dan menjadi juara di sekolah.

2. Melarang anak menggunakan ponsel

Pada zaman secanggih sekarang, teknologi tidak bisa dilepaskan dari keseharian kita. Karenanya, anak juga sudah terpapar teknologi gadget sejak dini.

Parents tak perlu membuang gadget atau membiarkan anak menangis karena tak diijinkan main ponsel pintar. Biarkan anak bermain internet dan ponsel Anda, tapi waktunya harus dibatasi agar dia tidak kecanduan.

Selengkapnya: Usia Terbaik Memberikan Gadget pada Anak Menurut Bill Gates

3. Tidak boleh makan es krim sebelum makan nasi

Siapa yang tidak suka es krim? Terkadang, anak-anak hanya mau makan es krim dan menolak makanan lainnya.

Agar Es krim menjadi lebih sehat, Parents bisa membuatnya sendiri. Pilih susu dan buah yang disukai anak, dan Anda pun tak khawatir anak kekurangan gizi.

4. Lebih sedikit mainan lebih baik

Tidak ada salahnya sesekali memanjakan anak dengan memberi banyak mainan. Terutama jika ia sedang berulangtahun atau mencapai sebuah prestasi.

Namun, ingat jangan sampai berlebihan! Karena memiliki terlalu banyak mainan juga kurang baik untuknya.

Artikel Terkait: Manfaat Memiliki Sedikit Mainan Bagi Tumbuh Kembang dan Kepribadian Anak

5. Baju seragam keluarga

Memakai baju yang kembar dengan anak terlihat menyenangkan dan membuktikan bahwa kalian kompak sebagai keluarga. Namun, jangan terlalu sering melakukannya.

Di samping memakan biaya, memakai baju kembar dengan anak terasa tidak lagi istimewa jika dilakukan setiap hari.

6. Tidur bersama anak

Beberapa orang tua menerapkan agar anak tidur di kamar sendiri sejak masih bayi. Hal ini dimaksudkan untuk mengajarinya mandiri sejak dini.

Apalagi, kemungkinan Bunda dan Ayah tidak akan bisa tidur nyenyak jika si kecil terus menganggu seperti gambar di atas. Tetapi, tidur bersama bayi memiliki manfaat sendiri.

Salah satunya membuat bayi mereka aman dan lebih dekat dengan orang tuanya. Karena momen itu takkan terulang di masa depan, ketika dia mulai merasa malu bergantung pada orang tua.

Artikel terkait: Manfaat Tidur Bersama Bayi

7. Pesta ulang tahun yang berlebihan

Awalnya, Parents hanya ingin mengadakan pesta sederhana untuk ulang tahun anak dengan mengundang keluarga dekat saja. Namun, saat persiapan dilakukan, Anda berubah pikiran dan malah mengadakan pesta besar-besaran.

Hal ini boleh saja dilakukan, asal anggaran mencukupi dan tidak membuat keuangan rumah tangga menjadi bangkrut. Ingat, Anda masih butuh tabungan untuk pendidikan anak di masa depan nanti.

Artikel Terkait: 6 Sekolah Ini Melarang Muridnya Merayakan Ulang Tahun di Sekolah, Ini Alasannya

8. Berniat menyusui anak hanya sampai umur dua tahun

Biasanya, para ibu akan menyapih anaknya setelah ia berusia 2 tahun. Namun, banyak ibu yang kesulitan menyapih anak karena dia terus menangis meminta ASI.

Akhirnya program menyapih pun gagal. Hal ini seharusnya tidak membuat Anda khawatir karena bukan hanya Bunda seorang yang mengalaminya.

Artikel Terkait: Masih Menyusui Anak Hingga 6 Tahun, Ibu Ini Jelaskan Alasannya

9. Terlalu ketat mengikuti aturan

Dalam masyarakat kita, terdapat banyak sekali aturan terkait cara mengasuh anak. Aturan-aturan tersebut berasal dari tradisi dan kepercayaan turun temurun.

Namun, Anda tidak perlu mengikutinya dengan ketat jika aturan tersebut sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan.

Hal ini juga berlaku saat Parents mengurung anak karena dia berbuat nakal dan melarangnya bermain sepulang sekolah. Solusinya, Anda bisa mengurangi masa hukumannya jika dilihat dia sudah menyesali kenakalannya.

10. Jam tidur yang terlalu ketat

Jadwal tidur yang teratur memang membantu anak untuk memiliki rutinitas yang sehat. Namun terkadang, ada hari-hari di mana anak terlalu bersemangat.

Entah karena terlalu banyak tidur di siang hari sehingga ia belum mengantuk pada jam tidur malam.

Bila ini terjadi, Parentss tak perlu memaksanya tidur atau malah memarahinya. Biarkan ia bermain sepuasnya, jika esok adalah hari libur.

11. Tidak boleh mengumpat di depan anak

Tidak ada satupun orang tua yang ingin anaknya berkata-kata kasar atau mengumpat. Namun, kadang orang tua bisa keseleo lidah saat kaget atau merasa luar biasa kesal.

Hal ini wajar dan tidak perlu disesali. Hanya ingatkan saja anak-anak bahwa umpatan adalah hal tidak baik yang bisa menyinggung orang lain.

12. Hanya berencana memiliki satu anak

Kerepotan mengurus anak kadang membuat orang tua hanya menginginkan satu anak. Namun tentunya Parents tidak bisa menolak jika Tuhan menganugerahi Anda dengan lebih dari satu anak. Syukuri saja, karena itu artinya, akan ada lebih dari satu orang yang mengurus Anda di hari tua.

Menjadi orang tua yang fleksibel tidak hanya bermanfaat bagi anak, namun juga untuk Parents sendiri. Melanggar beberapa aturan main yang sudah ditetapkan bukanlah sebuah kesalahan besar.

Tidak ada yang bisa menduga segala hal yang terjadi dalam hidup. Aturan main dibuat hanya sebagai panduan kita untuk menjalaninya.

 

Disadur dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Benarkah Positive Parenting Berdampak Buruk?





Better Parenting