Seperti Halnya Alkohol, Asupan Gula Berlebih Bisa Rusak Otak Anak

Produk makanan manis yang biasa disajikan untuk sarapan mengandung kadar gula yang bisa berbahaya. Seperti alkohol, gula berlebih bisa rusak otak anak.

Tahukah Anda bahwa gula berlebih bisa rusak otak anak?

Bagi kita yang memiliki mobilitas tinggi, tentu tidak sempat menyiapkan sarapan bergizi karena tak cukup waktu, juga takut anak akan mengantuk di sekolah. Maka kita beralih dengan menu sarapan buatan pabrik yang didominasi makanan manis.

National Diet and Nutrition melakukan survei dan menemukan fakta bahwa anak-anak yang setiap hari sarapan dengan produk makanan manis, maka ia telah mendapat asupan gula setengah dari kebutuhan gula harian mereka.

Belum lagi jika di sekolah anak jajan makanan manis, kemudian sepulang sekolah ia kembali mengemil makanan manis. Asupan gula anak menjadi berlebih.

WHO dan Departemen Pertanian Amerika Serikat menetapkan batas kadar gula yang aman dikonsumsi, karena gula yang berlebih bisa merusak otak dan liver anak-anak. Dampak yang diakibatkan oleh gula berlebih pada anak serupa dengan akibat dari konsumsi alkohol berlebih pada orang dewasa.

Alkohol memberi asupan kalori sebesar 7kkal/gr tapi tidak memberi nutrisi, karena alkohol memang bukan makanan. Bila dikonsumsi dalam dosis tinggi, bisa menjadi racun dan merusak kesehatan.

Gula diet yang biasa ada dalam produk makanan manis mengandung dua molekul, fruktosa dan glukosa. Fruktosa merupakan sumber energi karena mengandung kalori 4kkal/gr, tapi fruktosa bermetabolisme dalam liver dengan cara yang sama persis dengan alkohol.

Oleh karena itu, jika dikonsumsi secara berlebihan, fruktosa bisa menjadi seperti alkohol yang bersifat racun dan merusak tubuh. Itulah sebabnya mengapa sekarang banyak kasus anak-anak yang terkena diabetes tipe 2 atau penyakit pembengkakan liver, penyakit yang biasanya menimpa orang-orang pecandu alkohol.

Gula adalah alkohol anak-anak, sama seperti alkohol, minuman manis juga berhubungan dengan masalah perilaku pada anak-anak.

Dr. Robert Lustig, ahli endokrinologi dari Universitas California menyatakan bahwa fruktosa mengubah otak dan melatih otak untuk terus menginginkan konsumsi fruktosa hingga menjadi kecanduan.

Minuman manis, dengan makanan berlemak yang rendah nutrisi seperti soda dan makanan ringan adalah penyebab banyak masalah kesehatan.

“Penggunaan gula secara berlebihan pada produk makanan olahan telah meningkatkan kasus penyakit diabetes di seluruh dunia,” ujarnya.

Mengurangi menu makanan manis seperti biskuit dan permen jeli untuk anak kita akan mencegah masalah kesehatan lebih lanjut. Anda bisa menggantinya dengan buah yang memiliki rasa manis alami dan memiliki lebih banyak nutrisi bagi anak.

Semoga bermanfaat ya parents.

 

 

Referensi: stuff.co.nz, theguardian.com, beyond-paleo.com

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/bayi-gula-garam/2/