“Malam Ketika Arwah Ibuku Datang untuk Menenangkan Anakku ……”

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ketika frustasi karena anak menangis sepanjang malam, kita berharap ada bantuan yang datang. Bagaimana jika yang datang adalah arwah dari ibu kita sendiri?

Parents suka cerita hantu? Percaya atau tidak, kisah-kisah seputar arwah dari anggota keluarga yang pergi lebih dulu selalu ada.

Seperti cerita yang dikisahkan ibu ini lewat Blogher.com, pada malam ketika arwah ibunya datang dan membantunya menenangkan anaknya yang menangis semalaman. Berikut kisahnya..

Ini adalah salahsatu dari malam-malam yang membuatku patah hati.

Menjadi ibu itu sulit. Tidak ada yang meragukannya. Beberapa hal bisa menekan kita hingga ke ambang batas kesabaran yang sebelumnya kita tak tahu. Aku tak tahu bagaimana caranya ibuku melewatinya, dengan 4 anak. Atau bagaimana orangtua asuhku melakukannya berkali-kali.

Ini adalah salahsatu dari malam-malam itu.

ghost_picture

Mini adalah anak yang mudah tidur. Dia suka pergi tidur sendiri di malam hari. Dia juga sangat jarang rewel. Di siang hari, dia juga dengan senang hati akan tidur siang. Setelah 3 tahun melewati hal ini, aku tidak terbiasa dengan pola tidur tak menentu yang tiba-tiba terjadi.

Satu minggu terakhir ini adalah yang paling sulit. Dia menangis sepanjang malam, bahkan berteriak dalam tidurnya. Aku hampir tidak tidur, dan stok kopi begitu cepat habis.

Setelah mencoba menenangkan Mini selama 2 jam pada suatu malam, aku duduk di sofa dan hanya menatap kosong ke depan. “Aku tidak bisa menghadapi ini,” kataku keras tidak pada siapapun.

Tiba-tiba suara lembut dan familiar memenuhi kepalaku. “Ya, kamu bisa. Tenanglah.”

Aku melihat sekeliling. Aku sendirian. Karena kau sedang di lantai 2 saat itu, aku turun tangga, memeriksa ruang bawah, bahkan garasi. Tidak ada siapa-siapa.

Aku menggelengkan kepala, lalu berjalan kembali ke lantai atas. Pasti karena aku kurang tidur, kataku pada diri sendiri. Aku kelelahan hingga mendengar suara-suara yang tak ada.

Aku kembali duduk dan meletakkan kepada di dalam tangan, aku mulai menangis saat Mini juga mulai menangis lagi.

Aku habis. Aku merasa seperti aku tak punya kekuatan apa-apa lagi. Saat itulah aku mendengar pintu depan terbuka, dan mendengar langkah kaki menaiki tangga. Anehnya, aku tidak takut.

Aku mengangkat kepalaku saat tanganku berubah menjadi dingin. Dan sepasang tanganĀ  menyentuh kepalaku. Aku mengenali sentuhan itu. Terakhir kali aku merasakannya saat natal tahun 1999, satu bulan setengah sebelum ia pergi selamanya. Hidup telah meninggalkan tubuhnya, meninggalkan kekosongan pada diriku hingga Mini datang mengisinya kembali.

Suara jejak kakinya kemudian menyusuri lorong dan ke kamar tidur, bahkan menginjak lantai berderak yang selalu kuhindari. Seketika Mini tenang. Tangisannya berubah menjadi napas teratur, bahkan sampai mendengkur. Aku berjalan di sekitar sudut lorong ke arah pintu kamarnya. Aku melihat seseorang sedang duduk di tempat tidur Mini, menggosok punggungnya, dan menenangkan dirinya.

Aku melangkah maju, jantungku berdebar. Sosok itu berbalik.

Ibu.

Ia berdiri dan berjalan ke arahku. Aku merasakan lengannya membungkus tubuhku, dan kemudian menghilang. Mini tidak pernah memiliki masalah tidur lagi setelah itu, kecuali mimpi buruk yang datang sesekali dan acak.

Beberapa hari kemudian, mata kami cerah dan segar kembali. Saat bermain di ruang tengah, aku sengaja menunjukkan foto ibuku yang tersimpan di dompet tua kepada Mini. Dia menatap sejenak, lalu wajahnya menyala.

“Itu nenek!” katanya dengan penuh semangat sambil tersenyum.

Aku membeku.

Aku tidak siap untuk kata-kata berikutnya yang keluar dati mulut Mini, kata-kata yang tidak pernah kudengar lagi dalam 10 tahun, kata-kata yang hanya kudengar dari ibuku sepanjang hidupku:

“Aku juga mencintaimu, Doll.”

Aku menangis terisak.

 

Meski terkesan menyeramkan, kisah ini juga sangat mengharukan ya, Parents? Ada yang pernah mengalami hal serupa?

 





Kisah Mengharukan