Penyakit flu rentan menyerang ibu menyusui, terutama di musim hujan seperti sekarang. Salah satu cara mengatasi gejala flu adalah dengan mengonsumsi obat seperti paratusin. Namun, apakah paratusin aman dikonsumsi untuk ibu menyusui?
Yuk, baca dulu penjelasan lengkapnya berikut ini, Bunda!
Apa Itu Paratusin?
Paratusin adalah merek obat flu kombinasi di Indonesia yang berisi parasetamol, anantihistamin (misalnya CTM), dekongestan (misalnya fenilpropanolamin/pseudoefedrin), dan kadang-kadang penekan batuk.
Tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, obat ini bekerja sebagai pereda nyeri, penurun demam, pengencer dahak, pereda batuk, meredakan gejala alergi, dan gejala flu lainnya.
Apakah Paratusin Aman untuk Ibu Menyusui?
Tidak. Umumnya, paratusin tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui kecuali dengan persetujuan dokter.
Hal ini karena Paratusin mengandung phenylpropanolamine dan noscapine. Melansir WebMD, kedua komponen itu dapat terserap ke dalam ASI dan berisiko memengaruhi kesehatan bayi, sekaligus berpotensi mengurangi produksi ASI.
Biasanya, jika benar-benar diperlukan, penggunaan paratusin harus dalam dosis terendah dan digunakan dalam jangka waktu singkat saja berdasarkan resep dokter.
Apa Obat Flu yang Aman untuk Ibu Menyusui?
Untuk mengatasi gejala flu seperti demam, nyeri badan, dan tidak enak badan, parasetamol dan ibuprofen termasuk pilihan utama yang dinilai aman bagi ibu menyusui karena kadar dalam ASI sangat rendah dan telah banyak diteliti penggunaannya.
Yang terpenting, Bunda perlu mengikuti dosis yang dianjurkan atau sesuai dengan resep dokter.
Selain itu, untuk mengatasi gejala flu, pastikan Bunda istirahat yang cukup, terhidrasi dengan baik, dan menjaga asupan nutrisi seimbang.
Penggunaan humidifier juga cukup aman dan dapat membantu meringankan gejala flu pada ibu menyusui tanpa menyebabkan risiko pada bayi.
Apa Obat Batuk yang Aman untuk Ibu Menyusui?
Untuk batuk, pendekatan paling aman biasanya dimulai dari cara non-obat seperti minum air hangat, madu (untuk Bunda menyusui, bukan bayi di bawah 1 tahun), dan pelembap udara, yang tidak mengganggu produksi ASI maupun memengaruhi bayi.
Jika obat diperlukan, beberapa panduan laktasi dan organisasi kesehatan menyatakan bahwa obat batuk yang mengandung dekstrometorfan dalam dosis biasa cenderung menghasilkan kadar yang sangat rendah di ASI. Maka, secara umum dianggap aman dikonsusmi selama menyusui.
Meski demikian, Bunda dianjurkan tetap menggunakan dosis minimal efektif dan menghindari kombinasi dengan obat lain yang tidak perlu. Penggunaan obat batuk juga perlu dengan resep dokter agar lebih aman.
Jadi, kesimpulannya, Paratusin tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui, ya. Untuk meringankan gejala flu, Bunda bisa menggunakan cara alami seperti perbanyak istirahat, cukupi kebutuhan cairan, dan mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang.
Jika flu yang dialami sudah mengganggu aktivitas, tidak ada salahnya untuk segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga bermanfaat!
***
Baca Juga:
5 Tantangan yang Kerap Dialami Saat Proses Menyusui, Apa Saja?
6 Tanda-tanda Ibu Menyusui Hamil Lagi, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
23 Mitos dan Fakta yang Wajib Diketahui Ibu Menyusui
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.