Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

undefined

Apakah orang hamil bisa haid? Jika hamil tapi keluar darah seperti haid apakah bahaya? Baca penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Advertisement

Pertanyaan ‘apakah orang hamil bisa haid?’ kerap terlontar di kalangan ibu baru. 

Pasalnya, haid yang terjadi saat kehamilan sebenarnya adalah perdarahan, sehingga perlu diwaspadai lebih lanjut. 

Berikut ini penjelasan lengkapnya. 

Artikel Terkait: 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

Apakah Orang Hamil Bisa Haid?

Secara ilmiah, orang hamil tidak bisa haid. Pada dasarnya, haid terjadi ketika lapisan dinding rahim luruh karena sel telur tidak dibuahi.

Saat terjadi kehamilan, sel telur sudah dibuahi dan menempel di dinding rahim, sehingga tubuh akan menghentikan siklus menstruasi.

Itu sebabnya, salah satu tanda awal kehamilan paling umum adalah telat atau tidak haid sama sekali.

Namun, sebagian ibu hamil bisa mengalami flek atau perdarahan ringan di awal kehamilan dan mengira itu adalah haid.

Perdarahan ini bisa berupa spotting implantasi (perdarahan saat embrio menempel di rahim), yang biasanya lebih sedikit, lebih singkat, dan warna darahnya lebih pucat dibanding haid biasa.

Beberapa kondisi lain seperti iritasi leher rahim, hubungan seksual, atau infeksi juga bisa memicu flek pada awal kehamilan dan sering disalahpahami sebagai menstruasi.

Artikel Terkait: Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Telat Haid dan Ciri-ciri Hamil

Apa yang Terjadi Jika Haid saat Hamil?

Jika sudah dipastikan hamil, perdarahan dari vagina bukan lagi disebut haid, melainkan perdarahan kehamilan dengan berbagai kemungkinan penyebab.

Pada trimester pertama, perdarahan ringan dapat terjadi dan tidak selalu berbahaya, tetapi tetap perlu dilaporkan ke dokter atau bidan.

Spotting pada awal kehamilan bisa berkaitan dengan implantasi atau perubahan hormon, tetapi perdarahan yang berlangsung lebih lama atau disertai nyeri perlu diwaspadai.

Perdarahan yang lebih banyak, berlangsung lama, atau disertai kram hebat, nyeri perut, demam, menggigil, atau keluarnya jaringan dari vagina bisa mengindikasikan keguguran, kehamilan ektopik, atau masalah serius lain pada kehamilan.

Dalam kondisi seperti ini, ibu hamil dianjurkan segera mencari pertolongan medis darurat untuk mencegah komplikasi yang membahayakan ibu maupun janin.

Artikel Terkait: Haid Cuma 3 Hari Apakah Tanda Kehamilan? Ini Penjelasannya, Bun!

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Kita Sedang Hamil atau Tidak?

Cara paling awal untuk curiga hamil adalah memperhatikan tanda-tanda klasik seperti telat haid, payudara lebih sensitif, mual, sering buang air kecil, dan cepat lelah.

Gejala ini muncul karena perubahan hormon kehamilan dan bisa muncul dalam beberapa minggu setelah pembuahan.

Namun, karena gejalanya mirip dengan PMS, banyak perempuan sulit membedakan apakah ini tanda haid akan datang atau tanda awal kehamilan.

Untuk memastikan, gunakan tes kehamilan rumahan yang mendeteksi hormon hCG dalam urine.

Artikel Terkait: 6 Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dengan Sebelum Haid, Jangan Keliru!

Tes kehamilan rumahan yang digunakan sesuai petunjuk umumnya memiliki akurasi hingga sekitar 99 persen setelah telat haid, meski hasil negatif palsu masih mungkin jika tes dilakukan terlalu dini atau cara pakainya keliru.

Jika hasil tes meragukan, atau Anda mengalami perdarahan maupun nyeri saat curiga hamil, sebaiknya periksa ke dokter untuk tes darah dan pemeriksaan lanjutan agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

***

Baca Juga:

Preeklamsia Saat Hamil, Kenali Penyebab hingga Cara Mencegahnya

15 Buah-buahan untuk Ibu Hamil yang Wajib Dikonsumsi agar Janin Sehat

Ciri Payudara Tanda Hamil, Ini Bedanya dengan Sebelum Haid

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.