Pemahaman Anak-Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Minggu ini, theAsianparent menemukan beberapa ungkapan dan pemahaman anak-anak yang cukup lucu yang diajukan oleh para pembaca. Selamat menikmati!

pemahaman anak - anak

Keterbatasan kosakata kadang membuat bahasa anak - anak terdengar lucu

1. Itu adalah Cinta (Kontributor: drevil77)

Suatu malam suamiku pulang larut dan setelah dia mandi, dia naik ke ranjang dan berbaring bersamaku, dia memelukku & mencium rambutku. Karena sudah tidur sebentar, Aku jadi tidak bisa tidur lagi.

Hari berikutnya aku  sedikit kesal karena kurang tidur. Putra kecilku bertanya, "Mami, mengapa marah-marah?" Aku katakan kepadanya Papa mengganggu tidur mami semalam. "Apa yang Papa lakukan pada mami?" ia bertanya. Saya katakan kepadanya (hal di atas). Putra kecilku hanya tersenyum dan berkata "Mami, Papa tidak ganggu mami, itu namanya CINTA!" Begitulah pemahaman anak-anak yang bisa dicerna oleh putraku.

2. Rambut Berantakan (Kontributor: sumati)

Aku sedang menyisir rambut anak perempuanku yang berumur 6 tahun  dan menjelaskan kepadanya bahwa jika rambutnya tidak ditata sejak masih anak-anak kalau sudah dewasa ia akan memiliki rambut yang berantakan ... dia menatapku dan berkata ... "oh jadi itu sebabnya rambut bunda sekarang berantakan!" Kadang orangtua seperti makan buah simalakama saat harus menjelaskan sesuatu dan pemahaman anak-anak masih terbatas.

3. Apakah India itu Kebun Binatang? (Kontributor: pahlawan lokal)

Kami sedang bepergian dengan kereta api dari Delhi ke Amritsar, ketika anak saya, yang berusia 3 tahun pada waktu itu, terus menatap keluar jendela. Dia melihat deretan binatang yang biasa ditemui di jalan-jalan India seperti sapi, kuda, unta, anjing, ayam, dan suatu kali, juga ada beruang sirkus yang sedang berjalan bersama pemiliknya dalam keadaan dirantai.

Ia berpaling kepada kami dan dengan polosnya, bertanya dengan keterbatasan pemahaman anak-anak yang bisa dia cerna, "Ayah ... apakah India itu kebun binatang?"

4. Iguana! (Kontributor: shaparin)

Anakku yang berusia 5 tahun datang berlari ke kamar "Mama!Papa!! Tolong Ada Iguana di ruang tamu". Karena bingung, kami saling pandang dan berlari keluar untuk memeriksanya. Kami memeriksa semua tempat tapi kami tidak menemukannya. Akhirnya kami bertanya kepadanya "Di mana? Di mana IGUANAnya? "

Dia kemudian menunjuk ke arah seekor kadal kecil mungil! Kami berusaha untuk menahan tawa. Lalu suamiku berkata "Sayang. Itu hanya seekor kadal, bukan iguana. Yah begitulah pemahaman anak-anak.

Sehari sebelumnya, kami memang menonton VCD tentang hewan dan serangga.

5. "Ibu, Blueberry di Hidungku!" (Kontributor: Sunshine)

Aku sering memberikan sereal dengan blueberry kering pada putraku yang berusia 2.5 tahun untuk sarapan. Dia pun menjadi penggemar blueberry kering.

Baru-baru ini, dia terkena serangan flu dan ketika ia sembuh, satu hari aku melihatnya sedang risau dan menangis. Dia minta tolong dan berteriak "Ibu, ada blueberry di hidungku!". Aku tidak mengerti apa yang dia coba katakan. Aku mulai putus asa dan kesal dengan pernyataannya yang tidak ku pahami. "Ibu, ada blueberry di hidungku!" Dia semakin gusar. Saat itulah tiba-tiba aku menyadari bahwa ia ingin membuang potongan besar mukosa kering yang menempel di hidungnya.

Setelah saya membuang "blueberry", aku dan suamiku-pun tertawa. Sungguh itu deskripsi yang tepat dalam pemahaman anak-anak, mengingat bahwa anakku saat ini memiliki kosakata yang terbatas. Dan mukosa kering memang mirip blueberry kering.

6. Dua Istri (Kontributor: miclin)

Ini adalah percakapan antara anakku yang berumur 6 tahun, Dio, dan aku.

Dio: Ibu, aku pikir aku harus menikah dengan 2 istri.

Aku: Kenapa?

Dio: Karena aku mencintai Xuan mei mei dan ingin menikahinya tapi Lijin mei mei juga ingin aku menikahinya. Tak ada pilihan, aku harus menikahi keduanya.

Aku: Ok

Dio: Ibu, apakah punya anak laki-laki itu lebih menyakitkan daripada anak perempuan??

Aku: Ibu tidak tahu. Ibu hanya punya kamu dan di di (adik laki-laki)

Dio: Yah, saya pikir anak laki-laki akan lebih menyakitkan.

Aku: Kenapa??

Dio: Adik menendang Ibu setiap hari waktu masih di dalam perut. Adik Xuan jarang menendang Bibi

Aku: Kau mungkin benar. Tapi kenapa kau bertanya?

Dio: Saya ingin punya anak laki-laki dan perempuan nanti. Jadi saya berpikir siapa yang harus melahirkan anak perempuan dan siapa yang melahirkan anak laki-laki. Kupikir kalau mengandung anak laki-laki lebih menyakitkan maka aku akan membiarkan Lijin meimei melahirkan seorang anak laki-laki. Saya sayang dengan Xuan mei mei jadi biarkan dia melahirkan anak perempuan saja supaya tidak begitu menyakitkan.

Jadi ya begitulah pemahaman anak-anak tentang kehidupan masa depan mereka di dalam benak yang tertanam dalam pikirannya.

7. Buatlah Tato Baru, Mama! (Kontributor: Donsancho Tse)

Saat pulang ke rumah suatu hari, saya menunjukkan  sebuah tato kepada suami dan anak-anak saya . Tiba-tiba, anak perempuan saya berseru "Mama, seharusnya buat tato di dahi mama yang bunyinya -SUDAH MENIKAH, jadi setiap pria yang selalu diributkan papa, akan berhenti mencari Anda. "Kami hanya terbahak-bahak , termasuk dirinya sendiri ketika ia berikir bahwa pemahaman anak-anak yang dia ungkapkan sudah tepat.

8. Bahasa Komputer! (Kontributor: ramyanags)

Anakku, ketika ia berusia sekitar lima tahun, mulai sering menggunakan komputer. Saya tidak menyadari betapa banyak bahasa komputer itu dalam kosa katanya sampai suatu malam. Aku sedang membacakan cerita dan menidurkan dia. Ia ingin boneka beruangnya  dibiarkan di lantai di samping tempat tidurnya saja. Dia memberikannya kepada saya dan berkata "Mama teddy-nya download ya!" . Pemahaman anak-anak memang kadang tidak dapat dicerna oleh orang dewasa.

9. Pintu yang Besar (Kontributor: Jenny Lim)

Anakku yang baru saja berumur 4 tahun ini sudah masuk TK sejak awal tahun. Satu hari dia pulang dari sekolahnya dan berlatih menulis karakter cina "Men" (Pintu). Namun, karakter yang ditulis begitu buruk karena ia menulisnya dengan sangat besar dan gemuk. Setelah melihat hal ini, saya memintanya untuk menghapusnya dan menulis dengan baik tapi dia menolak dengan mengatakan bahwa saya tidak akan bisa masuk kalau dia menulis itu lebih kecil.

10. Pajak (Kontributor: Joy)

Menurut pemahaman anak-anak di pikiran keponakanku, sintaksis (syntax) sebetulnya adalah pajak (tax ) yang harus dibayar oleh masyarakat setelah mereka berbuat dosa (sin).
Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa aritkel tentang Pemahaman anak-anak ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting