Tips Aman Pemeriksaan Antenatal Care selama Pandemi, Bumil Wajib Tahu!

Tips Aman Pemeriksaan Antenatal Care selama Pandemi, Bumil Wajib Tahu!

Selama pandemi, konsultasi seputar kehamilan tetap harus dijalankan. Inilah tips amannya.

Antenatal care selama masa pandemi kadang menjadi prioritas sampingan karena terbatasnya akses dan fasilitas kesehatan. Namun, ternyata ini tidak boleh dilakukan karena bisa membawa dampak buruk bagi ibu hamil dan calon buah hatinya.

Oleh karena itu, dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, M.Sc selaku dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi yang berpraktik di RS Pondok Indah Jakarta, mengampanyekan pentingnya melakukan antenatal care selama pandemi dengan cara tertentu agar aman dan nyaman.

Melalui kegiatan media discussion yang digelar pada Rabu (07/10), berikut ini pemaparan dan ilmu dari dokter Yassin.

Apa yang Dimaksud Antenatal Care?

antenatal care

Antenatal care adalah pemeriksaan berkala yang dilakukan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. 

Pemeriksaan ini memiliki tujuan untuk membuat ibu hamil dalam kondisi sehat, baik dirinya sendiri maupun bayi yang dikandungnya. Harapannya adalah ibu hamil dapat menikmati kehamilannya dalam keadaan optimal, baik fisik, mental, dan sosial.

Antenatal care juga terkait dengan konsultasi seputar gizi dan asupan nutrisi selama kehamilan. Seperti yang sudah Parents ketahui bahwasanya memenuhi kebutuhan gizi di 1000 hari pertama kehidupan anak sangatlah penting. Dengan gizi yang kurang, anak bisa terhambat pertumbuhannya. 

Tujuan Antenatal Care bagi Ibu Hamil

1. Menunjang Ibu untuk Bisa Mengalami Kehamilan yang Menyenangkan

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya kehamilan membawa sejumlah ketidanyamanan karena ketidakstabilan hormon di dalam tubuh ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil memerlukan pelayanan antenatal untuk bisa menekan gangguan selama kehamilan dengan tubuh yang bugar dan sehat.

2. Mencegah Komplikasi dan Mendeteksi Adanya Risiko Kehamilan serta Persalinan

Komplikasi selama kehamilan dan persalinan yang dimaksud misalnya diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, risiko perdarahan hebat, dan komplikasi lainnya.

3. Menghindari Kelahiran Prematur

Tujuan pelayanan antenatal bagi bayi selain mencegah kehiran prematur adalah menghindari bobot bayi yang terlalu berat atau terlalu ringan, mencegah terjadinya kelainan pertumbuhan bayi karena malnutrisi selama kehamilan, dan lain-lain.

Penanganan Antenatal Care

antenatal care

Penanganan antenatal care dapat mewujudkan dalam berbagai tindakan, tergantung kondisi. Misalnya saja pemeriksaan fisik, wawancara, atau konsultasi terhadap ibu hamil dan pemeriksaan cek laboratorium.

Intervensi Nutrisi dalam Antenatal Care

Intervensi nutrisi adalah salah satu fokus antenatal care yang penting untuk diperhatikan oleh ibu hamil. Nutrisi memegang peranan penting untuk:

1. Mengonsumsi Makanan Cukup Energi

Makanan cukup energi yang dimaksud adalah bisa memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien ibu hamil. Bunda mesti mengonsumsi makanan yang beragam, seperti sayuran berwarna-warni, protein yang terdiri dari ikan, daging ayam, dan yang lainnya, serta buah-buahan segar.

Jangan lupa juga dengan kebutuhan seperti karbohidrat, vitamin, dan mineral yang juga perlu dipenuhi.

2. Suplemen Tambahan

Untuk menunjang perkembangan dan kesehatan ibu hamil serta bayinya, ada beberapa suplemen yang mesti dikonsumsi.

  • Asam folat sebanyak 400 mcg per hari mencegah neural tube defect.
  • Zat besi sebanyak 30 sampai 60 mg per hari yang memiliki manfaat untuk mencegah persalinan prematur, mencegah anemia, dan sepsis nifas.
  • Kalsium sebanyak 1,5 sampai 2 gram per hari untuk mencegah preeklamsia.
  • Suplemen zinc untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien ibu hamil.

Mengenai zat lainnya, seperti kafein masih boleh dikonsumsi ibu hamil, sepanjang memiliki batasan tertentu yakni maksimal 200 mg per hari.

Antenatal Care terkait Risiko Kesehatan Ibu dan Janin 

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat memeriksa kondisi ibu hamil dan janinnya. Untuk ibu hamil, berikut ini adalah beberapa kondisi yang mendapat perhatian khusus selama antenatal care.

  • Kondisi tubuh anemia
  • Hubungannya dengan pasangan, terkait risiko ibu hamil mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau tidak
  • Memiliki diabetes atau tidak
  • Mengonsumsi tembakau atau zat terlarang
  • Memiliki riwayat infeksi penyakit kelamin
  • Mengidap penyakit HIV
  • Memiliki TBC

Sedangkan, untuk memeriksa kondisi janin selama antenatal care dilakukan dengan pemantauan gerak janin, pemantauan tinggi fundus pada daerah yang tidak memiliki USG, menggunakan fasilitas lain, seperti CTG, USG, dan USG arus darah.

Artikel Terkait: Mengenal Diabetes Gestasional pada ibu hamil, waspadai gejalanya!

Jadwal Konsultasi Kehamilan dengan Dokter Kandungan 

antenatal care

Menurut WHO, seorang ibu paling tidak melakukan 8 kali pemeriksaan dan konsultasi pada dokter kandungan atau pihak medis di Puskesmas selama kehamilannya. Konsultasi ini terkait dengan pemantauan dan pemeriksaan terhadap ibu dan janinnya agar terhindar dari segala risiko selama kehamilan.

Berikut ini adalah manfaat dan tujuan pemeriksaan USG rutin dalam tiap periode usia kandungan.

1. Usia Kandungan Kurang dari 10 Minggu

Pemeriksaan dan konsultasi ke dokter kandungan pada usia kandungan kurang dari 10 minggu memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Memastikan kehamilan
  • Memastikan lokasi kehamilan berada di tempat yang tepat atau tidak
  • Jumlah kehamilan tunggal atau kembar
  • Mendeteksi penyakit atau gangguan
  • Memastikan usia kehamilan

2. Usia Kandungan 11 sampai 13 Minggu

Pada usia kandungan ini, pemeriksaan USG bertujuan untuk:

  • Skrining kelainan kromosom biasanya ini dilakukan untuk mendeteksi adanya down syndrome pada janin atau tidak
  • Memastikan kehamilan
  • Pemeriksaan anatomi janin

3. Usia Kandungan 18 sampai 24 Minggu

Pemeriksaan USG pada usia kandungan 18-24 minggu memiliki tujuan skrining organ tubuh janin secara komprehensif. Misalnya saja memeriksa kondisi organ wajah dan kelengkapan tubuh lainnya, seperti tangan dan kaki.

4. Usia Kandungan 28 sampai 32 Minggu

Pada usia kandungan kurang lebih 7 sampai 8 bulan, pemeriksaan USG dilakukan untuk memeriksa:

  • Anatomi janin
  • Laju pertumbuhan janin sudah sesuai atau belum
  • Letak ari-ari atau plasenta
  • Jumlah air ketuban

5. Usia Kehamilan 36 sampai 40 Minggu

Menjelang persalinan, USG dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan anatomi janin
  • Pertambahan ukuran janin
  • Menaksir berat janin saat lahir yang sangat berkaitan dengan cara atau metode persalinan
  • Ketuban 
  • Plasenta

Artikel Terkait: 7 Pertanyaan WAJIB diajukan saat ke dokter kandungan, Bumil harus tahu!

Antenatal Care Selama Masa Pandemi

Tips Aman Pemeriksaan Antenatal Care selama Pandemi, Bumil Wajib Tahu!

Meskipun dalam kondisi serba terbatas, antenatal care tetap harus dilakukan dengan beberapa perubahan seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Melakukan Pemeriksaan Antenatal Rutin dengan Beberapa Modifikasi

Melakukan pemeriksaan antenatal rutin dengan beberapa modifikasi dilakukan secara virtual dan jarak jauh. Tentu saja cara ini hanya bisa dilakukan untuk pelayanan terkait diskusi dan konsultasi.

Memodifikasi layanan konsultasi seperti ini bisa mencegah terjadinya transmisi COVID-19 dan meminimalkan ibu hamil untuk keluar dari rumah. Namun, tentunya ibu hamil tetap harus melakukan USG dalam jumlah minimal tertentu selama masa kehamilan. 

2. Melakukan USG Sesuai Anjuran WHO

WHO menganjurkan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan janin paling tidak 8 kali selama kehamilan. Dalam kondisi pandemi begini, ibu hamil yang memiliki risiko rendah hendaknya melakukan minimal 6 kali konsultasi dengan dokter kandungan. 

Sedangkan untuk ibu hamil risiko tinggi dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

3. Menjadwalkan Konsultasi dan Pemeriksaan Laboratorium dalam Waktu yang Sama

Konsultasi dan pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan dalam waktu yang sama dengan menghubungi terlebih dahulu pihak klinik atau rumah sakit. Jika Parents memerlukan konsultasi tambahan bisa dilakukan secara virtual dan jarak jauh.

Meskipun ada beberapa perubahan terkait pelayanan antenatal selama pandemi, ibu hamil tetap harus ke rumah sakit jika mengalami gangguan kehamilan seperti:

  • Muntah hebat
  • Perdarahan pecah
  • Ketuban pecah dini
  • Tekanan darah tinggi
  • Tidak bisa merasakan gerakan janin
  • Kejang
  • Kontraksi

Ibu hamil yang ingin melakukan persalinan juga mesti melakukan skrining COVID-19 sebelum ke rumah sakit, beserta keluarga yang ikut menemani seperti suami atau kerabat lainnya.

Perubahan Rumah Sakit Selama Pandemi COVID-19

Banyak rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) juga telah melakukan beberapa perubahan terkait adanya kondisi pandemi COVID-19. Perubahan ini dilakukan agar pasien bisa dengan nyaman dan aman melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. 

Berikut ini adalah beberapa perubahan yang terjadi di RSPI selama masa pandemi.

  • Melakukan pemisahan layanan antara ibu dan anak
  • Memiliki komite untuk pencegahan COVID-19
  • Melakukan skrining pasien bergejala COVID-19
  • Memiliki beragam layanan bebas sentuh seperti tombol parkir dengan sensor tangan dan lainnya
  • Melakukan social distancing
  • Pemakaian masker dan APD yang lengkap pada staff medis
  • Pembatasan pasien dan jumlah pengunjung

Demikianlah seputar antenatal care selama pandemi. Meski kondisi serba terbatas, tetapi kesehatan tetap menjadi pilihan utama. Semoga bumil senantiasa sehat dan bisa menikmati kehamilan dengan optimal.

Baca Juga:

Penting! 5 Tips Parenting selama Pandemi yang Perlu Parents Ketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner