Beri Anak Makan di usia 5 bulan, Andien banjir kritikan dari Dokter dan Netizen

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Penyanyi Andien dianggap tidak bijaksana karena memberikan makan dengan metode BLW kepada anaknya di usia 5 bulan. Berikut kritik dari dokter.

Penyanyi Andien banjir kritikan dari netizen dan dokter karena memberikan makanan dengan metode BLW (Baby Lead Weaning) kepada anaknya pada usia 5 bulan. Banyak yang menuding keputusan Andien dalam melakukan BLW sebelum usia 6 bulan pada Anaku Askara Biru, atau yang biasa dipanggil Baby Kawa, tidak bijak.

Sebenarnya, langkah Andien dalam memberikan BLW ini sudah dikonsultasikan pada Dokter Ratih Ayu Wulandari berdasarkan metode yang diperkenalkan Gill Rapley dan Tracey Murkett.

Pertanyaan yang paling banyak di BLW adalah apakah bayi tidak tersedak ketika makan? Proses makan adalah proses stimulasi. Mereka belajar. Mereka belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan, dan menelan. Mereka bermain-main dan mengeksplor setiap makanan yang mereka pegang. Ketika makanan yang berhasil dimasukkan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya. Refleks tersebut dinamakan gagging, berbeda dengan choking. . . Selama posisi badan bayi tegak lurus, maka ia akan dapat mengeluarkan makanannya sendiri. Mereka belajar untuk memiliki solusi terhadap suatu masalah. Dan setelah beberapa kali terjadi, mereka akan belajar untuk mengira-ngira seberapa keras mereka harus menggigit, atau seberapa besar makanan tersebut masuk. . . Yang terpenting adalah, orangtua harus percaya. Jangan khawatir dan jangan resah. 1 keresahan ibu, sebanding dengan 10 keresahan anak. So do it in a very fun way! Dibawa santai ❤️ . . #AnakuAskaraBiru #Kawa6Bulan #KawaBelajar

Sebuah kiriman dibagikan oleh Andien Aisyah (@andienaisyah) pada

Terlepas dari metodenya, usia Baby Kawa yang sejak 5 bulan sudah diberi BLW itu adalah masalah tersendiri. Seorang dokter pun sampai angkat bicara dalam kasus ini.

Seperti dalam ranah kedokteran lainnya, berbagai metode akan memancing pro dan kontra dan risetnya terus mengalami perkembangan. Tak terkecuali dalam hal BLW ini.

Selain itu ia juga dikritik karena memberikan menu daging pada anak di usia yang terlalu dini. Karena sistem pencernaan bayi belum mampu mengonsumsi bahan makanan seberat daging.

Misalnya, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh NCBI yang membandingkan antara BLW dengan metode memberi makan bayi secara tradisional. Hasilnya, bayi yang menggunakan metode BLW memiliki kecenderungan untuk kekurangan zat besi, zinc, dan vitamin B 12 dibanding yang menggunakan metode tradisional.

Dokter Falla Adinda pun merujuk pada riset NCBI ini saat mengomentari soal metode BLW yang diterapkan Andien pada Baby Kawa.

 

 

Tweet selanjutnya, bisa dibaca di sini.

Sebenarnya, metode apapun yang Anda pilih untuk memberi makan anak itu tak masalah. Namun, Anda juga perlu memperhatikan kecukupan gizi, kesiapan sistem pencernaan, riset terbaru, saran dokter, dan kondisi kesehatan bayi.

Jangan sampai, menerapkan metode tertentu untuk mengasuh anak hanya berdasarkan apa yang ditulis oleh para pesohor. Namun, jika kita tak setuju dengan cara pengasuhan yang dilakukan orang lain, usahakan mengingatkan dengan referensi tanpa mem-bully.

Semoga kita jadi orangtua yang bijak untuk anak dan lingkungan sosial kita.

 

Baca juga:

Ingin Coba Metode MPASI BLW Seperti Anak Ruben Onsu dan Sarwendah?

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Selebriti