"Anakku, maafkan ibumu yang harus pergi bekerja meninggalkanmu"

lead image

Langit cerah benderang hari ini.

Betapa indahnya jika Ibu bisa berada di rumah, menemanimu bermain di taman.
Rasanya sangat menyenangkan, mengajarimu bermain sepeda atau sekedar menyuapimu makan siang.
Tapi maafkan Ibu, Nak. Ibu tidak bisa.

Pagi ini ibu harus bergegas, kembali mengejar kereta. Kembali ke kerasnya Ibukota.
Maaf, ibu harus pergi bekerja.

Menitipkanmu pada nenekmu….

Memasrahkanmu kepadanya.
Nak, mohon jangan benci Ibu.

Sungguh karena tangisanmu setiap kali Ibu pamit kerja sudah cukup menyayat hati Ibu, Nak. Jangan tambah beban Ibu dengan membenciku.
Anakku, saat ini yang kamu tahu hanya Ibu tidak ada di sisimu.

Mungkin ibu melewatkan momen langkah pertamamu… Mungkin bukan Ibu orang yang mengajarimu sikat gigi sendiri.
Tapi ketahuilah Anakku, bahwa apa yang Ibu lakukan semata-mata untukmu.
Bukan Nak, ini bukan hanya soal materi.

Ibu ingin kamu belajar, bahwa menjadi seorang Ibu tidak menghentikan langkah seorang wanita dalam berkarya.
Ibu ingin kamu tahu, bahwa meskipun Ibu harus bekerja… Ibu melakukannya dengan suka cita.
Karena tidak ada Ibu yang tidak menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
Karena hujan, panas, atau macet tidak menghentikan tekad Ibu mempersiapkan bekal masa depanmu.
Jika Ibu harus bekerja membanting tulang, mohon jangan benci Ibumu.
Sesungguhnya kami hanya ingin kamu bernasib lebih baik daripada orangtuamu……

Untuk semua Ibu bekerja di luar sana. Semangat, semua akan indah pada waktunya. –

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.