Anak Susah Makan? Ini Solusinya

lead image

Tetaplah bersama kami jika Anda sedang mengalami 'peperangan' berkepanjangan menghadapai anak susah makan ..

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/05/image 1.jpg Anak Susah Makan? Ini Solusinya

Anak mogok makan adalah sebuah perilaku wajar dalam tahap perkembangannya. Cobalah beberapa tips mengatasi anak susah makan berikut ini.

Tiba-tiba Anak Susah Makan?

Sebelum ulang tahun pertamanya si kecil mungkin telah membuat Anda bangga berkat selera makannya. Ia mau mencoba segala jenis makanan yang Anda tawarkan dan menyantapnya dengan lahap. Namun semua berubah jadi bencana ketika usianya menginjak satu tahun, manakala ia mendadak jadi anak susah makan.

Pemogokan anak susah makan biasanya ditandai dengan perilaku menjengkelkan anak yang membuang makanan ke lantai, ke dinding atau bahkan menyemburkan makanan ke arah Anda.

Sebagian ibu mungkin panik ketika anak susah makan, tak jarang ada juga yang menjadi malas memasak karena tahu apapun yang dihidangkan tak berhasil membawa selera makan anak kembali.

Tak usah Anda merasa galau, karena sebenarnya tak ada yang salah dengan masakan Anda, Bunda. Perilaku anak susah makan ketika mereka memasuki usia balita sebenarnya sangat normal dan merupakan pertanda baik pada perkembangan anak.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/05/foodstrike 5.jpg Anak Susah Makan? Ini Solusinya

Tak perlu pening kepala menghadapi anak mogok makan, Bunda.

Mengapa anak mogok makan?

Pada saat anak mulai menginjak usia satu hingga lima tahun, pertumbuhan fisik mereka menurun secara perlahan dibandingkan ketika mereka masih bayi.

Anda bisa mengamatinya melalui berat badan anak yang bisa mencapai 7 kg saat berusia di bawah satu tahun, dan berat badan mereka hanya bertambah 1-2 kg saja dalam setahun saat mereka berumur lima tahun.

Karena tubuh anak tumbuh perlahan, secara otomatis mereka membutuhkan lebih sedikit kalori sehingga tampak tidak punya selera untuk makan. Pada tahap ini kebutuhan anak untuk makan diatur oleh bagian otak yang berkaitan dengan selera.

Saat tubuh mereka tidak membutuhkan asupan energi, maka mereka akan makan lebih sedikit atau tidak makan sama sekali. Para ahli medis menyebut gejala ini sebagai anoreksia psikologis.

Selain itu masih ada juga penyebab anak susah makan lainnya seperti faktor ketertarikannya pada lingkungan sekitar, tumbuh gigi atau sedang merasa tidak enak badan.

Bagaimana mengatasi anak susah makan?

1. Jangan memaksa anak makan

Para ahli menemukan adanya kecenderungan gangguan makan yang dialami seorang anak di masa depan, ketika ia dipaksa untuk makan meski telah menolaknya. Lebih baik Anda membiarkan ia makan sebanyak (atau sesedikit) yang ia mau, dan jangan memaksanya menghabiskan makanannya.

2. Sediakan makanan bergizi tinggi

Begitu anak memulai aksi mogok makannya, segera ganti menu makanannya dengan lauk pauk dan sayuran yang mengandung gizi tinggi. Ini perlu dilakukan untuk menjaga asupan gizi dalam tubuhnya, meski ia hanya makan beberapa sendok saja.

3. Jauhkan gangguan

Menonton televisi sambil makan mungkin membuat perhatian balita Anda tidak fokus dan membuat selera makannya menjadi hilang.

Aturlah suasana makan yang menyenangkan dengan mengajaknya duduk di meja makan dan berbicaralah tentang hal-hal ringan, meski mungkin ia tak memahami kata-kata Anda. Dan jangan lupa matikan TV Anda!

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/05/foodstrike 1.jpg Anak Susah Makan? Ini Solusinya

Anak mogok makan bukan karena masakan Anda tidak enak.

 

4. Kurangi jajan

Bisa jadi anak mogok makan karena ia terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dan biskuit beberapa saat sebelum waktu makannya tiba. Cobalah batasi biskuit yang Anda berikan padanya dan berikan buah-buahan jika ia meminta sesuatu untuk camilan.

5. Sedikit lebih baik

Jika Anda jenis ibu yang tidak suka membuang-buang makanan, tentu akan sangat jengkel ketika anak tidak mau menghabiskan makanan yang telah Anda hidangkan.

Untuk menghindari hal semacam ini, Anda bisa mengambilkan makanan dalam porsi kecil dan bisa Anda tambahkan lagi jika ia memintanya.

Baiklah, selamat bertempur melawan si pemogok makan ya, Bunda.