Anak Sulit Tidur, Pahami Dulu Tahapan dalam Tidur

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Jika anak sulit tidur, ketahuilah berbagai tahapan tidur agar Anda dapat mengatasi problema tersebut.

Bagi orangtua yang memiliki anak sulit tidur, ungkapan "sleep like a baby" malah meresahkan Anda.

Bagi orangtua yang memiliki anak sulit tidur, ungkapan “sleep like a baby” malah meresahkan Anda.

Anak sulit tidur mempengaruhi kehidupan keluarga

Anak sulit tidur adalah salah satu masalah pelik yang memusingkan orangtua. Anda mungkin frustasi karena setiap malam harus ‘berperang’ dengan si kecil yang tak mau tidur, walaupun Anda sudah melakukan segala cara untuk membujuknya.

Setelah meninabobokannya hingga pulas pun, ternyata si kecil sering terbangun beberapa kali sepanjang malam. Ibu ataupun ayah tidak dapat tidur nyenyak, dan sudah harus bangun di pagi hari karena tuntutan pekerjaan di luar rumah ataupun pekerjaan rumah tangga.

Anak sulit tidur terkadang tidak mendapat cukup tidur yang berkualitas. Ia bangun dengan suasana hati kurang gembira, dan seharian menjadi rewel serta tidak nafsu makan. Orangtua juga mengalami, dan bayangkan bagaimana dampaknya pada kehidupan sosial serta kesehatan sekeluarga bila kesulitan tersebut terjadi terus menerus selama beberapa bulan ataupun beberapa tahun.

Untuk mengatasi anak sulit tidur, ada baiknya kita pahami dulu tahapan dalam proses menuju tidur. Proses ini bukan hanya dialami oleh bayi namun juga terjadi pada orang dewasa. Dengan memahami proses tidur, kita dapat mengerti mengepa si kecil sering kali tetap mengantuk walaupun sudah tidur lama.

Tahapan dalam proses tidur

Setiap tahap di bawah ini berkisar antara 5-15 menit, dan seluruh proses membutuhkan waktu 90-110 menit.

Tahap Pra-tidur (presleep):

Saat ini, anak merasa mengantuk dan badan mulai relaks. Tergantung dari kondisi setiap anak, tahap ini dapat segera beralih ke tahap 1. Atau sebaliknya, rasa kantuk dapat tiba-tiba hilang dan anak kembali menjadi segar.

Untuk anak sulit tidur,  mereka sering gagal memasuki tahap 1. Ketika sedang mengantuk, perhatiannya tiba-tiba beralih pada mainan yang ada di dekatnya, sehingga ia ‘segar’ kembali.





Bayi Bayi baru lahir