Jika anak demam, tolong jangan biarkan ia pergi ke sekolah!

Jika anak demam, tolong jangan biarkan ia pergi ke sekolah!

Anak yang sedang sakit sebaiknya tidak masuk sekolah agar tak menulari teman-temannya. Setujukah Parents dengan hal ini?

“Kalau ada anak sakit, tolong jangan biarkan ia pergi ke sekolah!”

Inilah keluhan seorang ibu di akun Instagram yang meminta anak sakit jangan sekolah. Anak sang ibu terpaksa dirawat di rumah sakit karena flu yang menular dari teman sekelasnya.

Saat pergantian musim, penyakit ini bisa menyebar dengan cepat di mana saja bahkan di ruang kelas. Postingan ibu ini meminta para orangtua untuk membuat pertimbangan sebelum memutuskan mengirim anak ke sekolah saat anak tersebut demam.

Anak perempuan MacKeigan menderita Sindroma Down dan satu-satunya gangguan yang harus dihindari adalah lemahnya sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, tubuhnya tidak bisa melawan penyakit yang biasa seperti batuk pilek.

anak sakit jangan sekolah - sharing ibu di IG

MacKeigan menulis:

“Sekolah bukanlah tempat Anda boleh meninggalkan anak yang sakit. Ini bukan hanya soal anak-anak lain yang berisiko tertular, tapi anak yang demam juga memerlukan perhatian dan kasih sayang orangtua.

Saat anak saya sakit, saya akan khawatir tentang keadaannya di sekolah. Tapi saya juga akan memikirkan teman-temannya, dan tidak mau anak saya menulari anak orang lain.

Anak-anak yang demam sebaiknya pergi ke rumah saki karena tubuhnya kecil dan mungkin tidak bisa melawan infeksi.”

Pendapat warganet mengenai anak sakit jangan sekolah

Banyak orangtua lain yang menyetujui bahwa anak sakit jangan sekolah. Namun ada juga beberapa orangtua yang masih bersikap egois dengan tetap mengirim anaknya ke sekolah meski tahu bahwa penyakit sang anak bisa menular.

Ada juga orangtua lain yang putus asa dan terpaksa membiarkan anaknya sekolah meski sedang sakit, karena urusan pribadi, misalnya ibu bekerja atau single mom.

Sebagai orangtua, saat anak sakit sebaiknya kita mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhan anak. Misalnya mengambil cuti dari kantor dan merawat anak di rumah.

Perhatikan penyakit-penyakit yang sering menyerang anak

  • RSV (Respiratory Syncytical Virus) adalah virus yang menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Jika anak berusia di bawah 2 tahun atau memiliki penyakit jantung atau penyakit paru-paru atau sistem imun tubuh yang lemah, virus ini akan menyebabkan pneumonia.
  • Penyakit kelima atau Fifth Disease – penyakit ini menular dan biasanya menyerang anak usia 5 – 15 tahun. Beberapa orang menyebut penyakit ini dengan istilah ‘penyakit tamparan’ karena bercak merah yang muncul di pipi seperti habis ditampar. Waspada jika anak memiliki anemia sel sabit atau sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit ini akan sangat membahayakan mereka.
  • HFMD (Hand, Foot, Mouth Disease) atau flu Singapura. Disebabkan oleh virus yang menular melalui air liur dan cairan tubuh. Selengkapnya: Waspada Flu Singapura, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya
  • Croup – batuk kering yang berbunyi seperti suara menggonggong ini disebabkan oleh virus dan berlangsung selama seminggu atau kurang. Baca penjelasan mengenai croup di sini.
  • Skarlatina atau Scarlet fever – infeksi bakteri yang mudah menular. Dulunya penyakit ini amat fatal, namun sekarang sudah bisa diatasi dengan pemberian antibiotik di bawah pengawasan dokter.
  • Impetigo – infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah. Penyakit ini sering menyerang anak yang kurang menjaga kebersihan badannya.
  • Batuk rejan atau pertusis. Penyakit ini cukup serius bila menyerang bayi sehingga perlu dirawat di rumah sakit untuk memantau pernapasan bayi.

Bunda pernah mengalami permasalahan yang sama seperti MacKeigan di mana anak Anda tertular penyakit dari temannya di sekolah? Share cerita Bunda dengan kami di kolom komentar yuk!

Semoga artikel ini bermanfaat

 

Referensi: Yahoo, WebMD, theAsianparent Malaysia

Baca juga

Resep Tradisional Bantu Atasi Penyakit Khas Anak Sekolah

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner