Dua anak meninggal karena kecelakaan, sang ayah ungkapkan kerinduannya

lead image

Menghadapi kenyataan anak meninggal, bahkan dua orang sekaligus tentu menjadi cobaan besar bagi orangtua. Seperti apa curahan kesedihan sang ayah?

Dalam sebuah kecelakaan mobil, dua anak meninggal. Hal ini tentu saja menyisakan duka mendalam pada orangtuanya hingga sang ayah menuliskan kerinduan atas kepergian dua putrinya yang masih berusia balita.

Tak ada satu orang pun yang bisa mengetahui dan menebak kapan terjadinya kecelakaan bahkan hingga merenggut nyawa seseorang. Namun, belum lama ini sebuah kecelakaan terjadi di Kuantan, Malaysia pada 17 Agustus 2018.

Dikutip dari www.nst.com.my, sepasang suami istri kehilangan dua anak perempuannya setelah mobil yang mereka kendarai tergelincir dan menabrak lampu jalan.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Pahang Investigasi Lalu Lintas dan Kepala Departemen Penindakan, Supt Kamarulzaman Jusoh, dua anak meninggal yang menjadi korban bernama Nur Nailah Al Farafisha Mohd Helmiardi, yang baru berusia 2 tahun 11 bulan, dan saudara perempuannya Nur Afrina Safiya, 11 bulan.

Keduanya telah dikonfirmasi bahwa dua anak meninggal ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan, Malaysia.

Petugas juga mengatakan bahwa orangtua mereka, Mohd Helmiardi Nosaha, 29, merupakan seorang guru sekolah agama. Sang istri,  Nor Yumni Yahya (24 tahun) juga sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit yang sama.

Menghadapi kenyataan anak meninggal, bahkan dua orang sekaligus tentu menjadi cobaan besar bagi orangtua. Hal inilah yang dirasakan oleh Mohd Helmiardi Nosaha dan Nor Yumni Yahya.

Di tengah rasa duka yang begitu mendalam karena anak meninggal, sang ayah pun membuat sebuah surat kecil yang menggambarkan perasaannya sehari setelah kecelakaan tersebut. 

Surat ini dibuat untuk kedua putrinya yang meninggal lantaran kecelakaan mobil.

Berikut kutipan suratnya yang sangat mengiris hati:

Anak-anakku, damailah kalian berdua di sana. Bermainlah. Tertawalah bersama-sama di dalam surga. Allah lebih sayang pada kalian berdua. Allah telah memanggil kalian.

Akhir-akhir ini, ayah bisa merasakan kalian berdua telah berada di surga. Ayah membayangkan adik merasa sangat gembira karena bisa bersama kakak.

Masih terasa dalam ingatan saat kalian berdua minta digendong tiap kali ayah pulang kerja. Ayah selalu senang mendengar kakak bercerita, sehingga rasa lelah langsung bisa hilang setelah mendengar celoteh kalian. 

Tapi ayah tidak pernah menyangka, ayah tak akan pernah merasakan semua itu lagi.

Putri-putriku, Ayah dan Bunda sangat sayang kalian berdua. Rindu melihat tawa kalian, rindu cerita kakak, rindu suara adik yang meminta makanan, apalagi saat ingin minta disuapi Bunda.

Kakak, ayah rindu celoteh kakak yang suka bercerita dan segala pertanyaan yang selalu kakak tujukan pada Ayah dan Bunda.

Ayah dan Bunda sangat rindu pada kalian berdua. Baru satu hari kalian meninggalkan kami, tapi kerinduan ini sangat memuncak.

Telinga ini bagai mendengar suara kalian, anak-anakku.

Mata ini selalu terbayang-bayang akan tingkah laku kalian saat bermain di dalam rumah. Ayah dan Bunda tidak akan permah melupakan kakak dan adik.

Kakak dan adik damailah di sana. Allah telah memanggil kalian, pergilah dengan tenang.

Allah telah meminjamkan kalian berdua kepada Bunda dan Ayah sebentar saja. Ayah ikhlas….

Anak-anakku, carilah kami saat Ayah dan Bunda menyusul kalian. Carilah… sehingga kita bisa bertemu kembali.

Tariklah ayah dan ibu ke dalam surga. Di mana tiada tempat yang kekal melainkan di surgaMu ya Allah….

Ya Allah… tabahkan hatiku dan istriku.

Tanamkan perasaan ikhlas kepada-Mu dengan ketentuan dan takdirMu ini. Hadirkan sifat sabar di dalam diri kami ya, Allah.

Sebaik-baik perencanaan, adalah rencanaMu ya, Allah. Ada kemanisan di balik kepahitan. Insha Allah.

Kami, theAsianparent Indonesia pun memiliki doa yang serupa, semoga dua anak perempuan ini bisa diterima sisi Tuhan. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan. 

 

Baca juga:

Bayi 5 bulan ditemukan tewas di kulkas pengasuh, ini curahan hati sang ibu