18 Anak Meninggal karena DBD di Tasikmalaya, Peringatan untuk Parents!

18 Anak Meninggal karena DBD di Tasikmalaya, Peringatan untuk Parents!

Parents cek berbagai cara yang tepat untuk mencegah penyakit ini untuk keluarga Anda.

Demam Berdarah Dangue bukanlah penyakit yang sudah tak asing terdengar di Indonesia. Belum lama ini penyakit yang menjadikan nyamuk sebagai vektor ini kembali menelan korban. Di kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sebanyak 18 anak meninggal karena penyakit DBD.

Korban terus bertambah, menyusul seorang balita yang diduga juga meninggal karena penyakit ini. Si kecil tutup usia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Rabu malam (22/7/2020), dilansir dari Okezone.

Artikel Terkait : Tidak menerapkan lockdown, ini 7 kebijakan pemerintah mencegah penyebaran Corona di Indonesia

Anak Meninggal karena Penyakit DBD di Tasikmalaya

Anak meninggal karena penyakit DBD

Kasus kematian di Tasikmalaya akibat Demam Berdarah kembali terjadi, kali ini pada balita yang baru bersusila 1 tahun.

Si kecil yang masih berusia 1 tahun asal Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya ini meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue. Salah seorang keluarga korban mengatakan bahwa keponakannya tersebut masuk rumah sakit sejak tiga hari yang lalu.

Awalnya, suhu tubuh si kecil sangat tinggi. Ia pun dibawa ke dokter anak karena kondisinya tidak membaik.

Dokter pun merekomendasikan untuk menjalani rawat inap. Sayangnya, setelah perawatan tiga hari tersebut, nyawa si kecil tidak bisa terselamatkan. Dokter pun menegaskan si kecil mengalami DBD.

Artikel Terkait : 7 Obat demam berdarah dari bahan alami ini bisa Bunda buat di rumah

Sudah ada beberapa korban di sekitar rumah

Anak meninggal karena penyakit DBD

Rupanya di lingkungan rumah si kecil, sudah ada beberapa orang yang mengalami penyakit DBD ini.

Menurut keterangan keluarga, di lingkungan rumah si kecil memang sudah ada beberapa warga yang mengalami DBD. Padahal, fogging atau pengasapan dari pemerintah pun sudah dijalankan.

Kasus DBD di Tasikmalaya Meningkat

Di Tasikmalaya sendiri, kasus DBD ini sendiri sudah cukup banyak terjadi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Dokter Uus Supangat.

Kasus ini sendiri sudah mencapai 1.000 orang. Sekitar 25-30 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Kami terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan pengasapan di hampir semua kecamatan. Kami juga menghimbau agar masyarakat terus melakukan pola hidup sehat untuk mencegah penyebaran DBD,” jelasnya.

Kasus balita meninggal pun bertambah

Dengan meninggalnya balita tersebut, angka kematian akibat DBD di Tasikmalaya kembali bertambah. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat bahwa dari sekitar 1.000 kasus,sebanyak 17 orang di antaranya meninggal dunia.

Hingga meninggalnya sang balita, kasus kematian bertambah menjadi 18 orang. Dari total tersebut, 12 orang di antaranya masih berusia anak-anak.

Artikel Terkait : Sering tak terdeteksi, ini gejala Corona hari ke-1 sampai ke-17, wajib tahu!

Pencegahan Demam Berdarah Dangue

Anak meninggal karena penyakit DBD

Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan rumah dan tempat tinggal sekitar kita.

Meskipun bisa menimbulkan dampak yang berbahaya hingga berujung kematian, penyakit DBD ini sebetulnya bisa dicegah. Keberadaan Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor dari DBD menjadi salah satu kuncinya.

Nyamuk jenis ini sangat senang bersarang di air bersih yang dibiarkan tergenang. Oleh karena itu, salah satu upaya penting untuk mencegahnya ialah dengan dengan tidak membiarkan adanya genanagan air di lingkungan sekitar.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan ialah dengan mengeringkan genangan air, menutup dan menguras penampungan air bersih, serta mengubur barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Selain upaya tersebut, beberapa kebiasaan lain yang sebaiknya dilakukan yakni :

  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di lingkungan yang sudah terjangkit DBD
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah secara rutin
  • Bekerjasama menjaga lingkungan masayarakat dengan membersihkannya secara rutin
  • Menggunakan obat dan losion anti nyamuk pada anak dan orang dewasa
  • Menggunakan kasa nyamuk di jendela atau ventilasi udara
  • Tidak banyak menggantung pakaian di dalam kamar karena bisa menjadi tempat nyamuk bersembunyi
  • Melakukan baksin demam berdarah
  • Memberantas sarang nyamuk di lingkungan rumah
  • Melakukan fogging di lingkungan sekitar

Kasus anak meninggal karena penyakit DBD tentunya bisa mengingatkan kita semua untuk terus melakukan berbagai upaya mencegah penyakit DBD ini. Sudahkah Parents lakukan?

Baca Juga :

Dengue Shock Syndrome Bisa Mematikan Bagi Anak, Waspadai Gejalanya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner