Bapak ini memohon pihak minimarket untuk tidak meletakkan Kinder Joy di display kasir, ini alasannya

Apa yang dirasakan ayah ini mungkin juga dialami oleh sebagian besar orangtua. Setujukah Parents dengan curhatan ayah ini?

Setiap kali mengajak anak belanja ke minimarket, pasti ada saja permintaan untuk beli sesuatu, entah jajanan atau mainan. Anak menangis minta mainan tentu membuat Parents malu, kesannya tidak sayang sama anak.

Artikel terkait: Jika Anda Sayang Anak, Katakan Tidak Untuk 5 Permintaan Ini

Padahal, sayang atau tidak pada anak bukan ditentukan seberapa sering Anda membelikannya mainan. Kalau hanya satu-dua kali saja anak minta dibelikan sesuatu, tentu hal ini bukan masalah.

Namun bagaimana jika setiap kali pergi ke minimarket anak menangis minta mainan? Pasti rasanya malas mengajak anak jika Parents sekadar beli minyak goreng atau kecap di minimarket.

Begitu pula yang dirasakan seorang ayah yang menuliskan curhatannya di status Facebook. Ia berharap pihak minimarket mengganti display di area kasir agar tidak memicu anak merengak minta dibelikan mainan.

Curhatan ayah karena anak menangis minta mainan

curhatan ayah karena anak menangis minta mainan

Sebuah akun Facebook bernama Alice Pramac dari Makassar menuliskan curhatan yang mungkin menjadi suara hati sebagian besar orangtua.

KEPADA SEMUA SUPERMARKET, MINIMARKET INDONESIA

PERMOHONAN UNTUK TIDAK MELETAKKAN JUALAN INI DI DEKAT KASIR

Berdasarkan pada hal di atas, saya mewakili bapak-bapak di seluruh Indonesia memohon agar pihak minimarket, supermarket untuk meletakkan barang (seperti dalam gambar) ke tempat lain selain di kasir. 

1. Ini dikarenakan kami bapak-bapak tidak mampu untuk melayani kecengengan anak yang sangat menginginkan jualan ini sehingga terjadi episode guling-guling di depan kasir yang juga menyebabkan kami malu.

2. Selain daripada itu, harga yang sangat mahal (sama dengan 1 liter minyak goreng), jualan ini juga tidak memberi manfaat kepada anak-anak kami. Orang lain bolehlah sudah kaya dan bisa beli banyak barang ini. Saya ini cuma pegawai bergaji rendah yang hanya mampu membeli mainan seharga Rp 2.000 (itu pun tangan saya bergetar saat bayar) di penjual mainan keliling yang datang tiap Sabtu-Minggu tanpa putus asa membunyikan klakson spesialnya.

3. Pihak toko, berpikirlah! Setiap kali saya berbelanja, anak saya pasti beli jualan ini dan anak saya ada 2. Kalau beli 2, hilang lagi 30 ribu. Itu sudah dapat beras 5 kg, sudah bisa buat makan sebulan. 

Sehubungan dengan itu, saya berharap pihak toko dapat mempertimbangkan serta merealisasikan impian saya juga impian bapak-bapak di negara ini. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.

Sekian.

Pendapat warganet terhadap curhatan sang bapak

Curhatan bapak ini tentu mengundang berbagai reaksi dari warganet. Ada yang merasa senasib karena anak menangis minta mainan telur-teluran Kinder Joy.

Seperti yang ditulis oleh akun Lena Bahirah Radjab Borra: "Saya salah satu yang pernah jadi korban produk ini. Anak nangis dan teriak sampai guling-guling. Tapi akhirnya saya harus tegaan dan malu saya kesampingkan. Jumlang uang 11 ribu x 5 (x 2 anak) dalam seminggu lebih mahal daripada harga lauk-pauk."

Sedangkan akun lain, Guil Gomer, memberikan saran yang mungkin bisa dipraktekkan: "Anak kalo gak ditegasin ngelunjak boss... Kalo anak guling-guling dibilangin aja anaknya, Nak guling-gulingnya di rumah saja yak. Soalnya mamamu belum ngepel..."

Beberapa akun lain menyarankan sang bapak untuk berbelanja di warung biasa saja, tak perlu di minimarket jika memang uang pas-pasan. Belanja di warung tentunya lebih murah dan mencegah anak menangis minta mainan.

Bagaimana pendapat Parents tentang hal ini?

 

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/cara-mengatasi-anak-suka-jajan/