Memperkenalkan makanan pedas pada balita, lakukan dengan bijak

Mengenalkan makanan pedas pada anak selain akan menambah kekayaan citarasa pada lidahnya, namun juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Bagi sebagian besar orang Asia, makanan kurang lengkap jika tidak ditambahkan bumbu dan rempah. Namun, kapan saat yang tepat anak makan makanan pedas?

Saya sendiri senang jika makanan saya ekstra pedas karena jadi terasa lebih nikmat. Namun, ketika harus memperkenalkan makanan pedas pada anak, saya takut sistem pencernaannya masih terlalu rapuh.

Saya tahu cepat atau lambat saya harus mulai memperkenalkan makanan berempah padanya.

Artikel terkait: Usia Berapa Anak Bisa diberikan Makanan Pedas?

Panduan anak makan makanan pedas

Seperti yang kita ketahui, makanan pedas memicu reseptor rasa sakit di dalam mulut. Sebagian besar rempah memiliki bahan aktif yang disebut capsaicin.

Saat dimakan, capsaicin mengikat reseptor vanilloid di dalam mulut sehingga mengeluarkan sinyal yang menunjukkan adanya bumbu atau rempah di dalam mulut.

Sementara orang dewasa bisa mengatasi rangsangan ini, bagi balita ini terlalu menyiksa.

Beberapa dari Anda mungkin berpendapat bahwa jika mengonsumsi makanan pedas dapat memicu rasa sakit di mulut, mengapa kita mau memberikan makanan pedas berempah pada balita?

Nah, jawabannya sederhana saja. Bumbu dan rempah tak hanya menambah citarasa masakan tapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

Bumbu dan rempah apa yang bisa saya berikan pada balita saya?

anak makan makanan pedas; kapan anak boleh makan pedas; mengenalkan rempah pada anak

Karena bumbu dan rempah sarat dengan manfaat kesehatan, Parents bisa mengenalkan semuanya, misalnya kunyit, bawang putih, dan kayu manis. Masing-masih rempah tersebut kaya akan fitokimia dan anti inflamasi.

Rempah-rempah tersebut juga dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, karena memiliki rasa yang kuat, penggunaan rempah dapat mengurangi ketergantungan pada bahan seperti garam, gula, maupun lemak tambahan.

Kebetulan, Parents bisa mengenalkan rempah aromatik termasuk kayu manis, kapulaga, jahe, bawang putih, kunyit, dan pala sejak bayi memulai MPASI atau sekitar usia 6 bulan.

Sedangkan untuk makanan pedas, menurut laman BabyCenter, Anda mungkin telah meningkatkan toleransi anak terhadap makanan pedas lewat proses menyusui, karena anak juga dapat melacak rasa melalui ASI. Tapi sebaiknya tunggu sampai bayi setidaknya 1 tahun sebelum Anda menambahkan kari, cabai, atau rempah bercitarasa pedas lainnya dalam makanan anak.

Mari kita lihat beberapa manfaat kesehatan dari bumbu dan rempah secara umum yang dapat Anda berikan pada anak

  • Kayu manis. Rempah yang satu ini rendah rasa manis dan dapat memerangi infeksi bakteri. Kayu manis juga membantu mengurangi peradangan dan mencegah radikal bebas yang merusak kulit serta menyebabkan penuaan dini. Manfaat lain adalah membantu menurunkan kadar gula darah.
  • Jahe. Bumbu satu ini terdiri dari zat allicin dan gingerol yang memiliki khasiat mengobati. jahe dapat mengurangi nyeri otot dan pegal-pegal serta bermanfaat dalam melawan batuk pilek.
  • Kunyit. Bumbu ini memiliki sifat anti peradangan. Plus, kunyit membantu menyembuhkan lebih cepat, mengurangi nyeri sendi, mengobati penyakit radang usus dan gangguan pencernaan. Beberapa masakan khas Indonesia menggunakan kunyit sebagai salah satu bumbu. Oleh karena itu, wajar untuk mengenalkan kunyit pada anak.
  • Bawang putih. Bumbu yang paling umum ada di dapur. Bawang putih memiliki khasiat anti peradangan, antioksidan, anti mikroba, dan anti jamur. Selain itu, bawang putih umum digunakan untuk merangsang pencernaan dan penyerapan.
  • Kapulaga. Ramuan ini kaya magnesium dan seng. Berguna dalam mengatasi masalah pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS - gangguan jangka panjang pada sistem pencernaan), asam lambung naik (heartburn), konstipasi, kejang usus, batu empedu, dan bahkan mengembalikan nafsu makan yang hilang.

Bila Anda menambahkan semua rempah ini dalam makanan balita, ingat kuncinya adalah memberikan secukupnya. Mulailah dengan menambahkan satu jenis rempah dengan jumlah yang cukup sedikit, lalu beberapa hari kemudian baru tambahkan jenis rempah yang lain.

Dengan cara ini, Parents bisa menganalisis jika balita Anda alergi terhadap bumbu atau rempah tertentu.

Pertanyaan berikutnya: bagaimana tepatnya Parents harus mengajari anak makan makanan pedas? Mari kita mulai dari sini.

Apakah mengajari anak makan makanan pedas itu mudah?

Jawabannya tentu saja: ya!

anak makan makanan pedas 1

Kuncinya adalah dengan membiasakan reseptor indera perasa anak terlebih dahulu. Jadi, perkenalkan bumbu dan rempah secara perlahan daripada dalam satu kali makan.

Selain itu, pilih bumbu dan rempah dengan hati-hati. Anda tentu tak ingin menambahkan sambal cabe langsung pada makanan bayi dan membuat mulutnya terbakar, bukan?

  • Pilih satu bumbu dalam satu waktu. Jangan terlalu bersemangat saat mengajari anak makan makanan pedas. Pilih satu bumbu pada satu masakan, terutama jika menggunakan rempah aromatik. Misalnya, Parents bisa memberi hiasan kayu manis di atas sereal anak. Atau tambahkan bawang putih pada sup ayam favoritnya.
  • Amati sebelum memberikan rempah lain. Berikan waktu untuk anak mengenal rempah yang Anda berikan. Kira-kira tunggu sampai 5 hari untuk mengecek apakah rempah tersebut cocok untuk perutnya. Kadang ada bumbu tertentu yang tak sesuai untuk anak.
  • Masukkan dalam menu. Begitu Parents yakin bahwa balita Anda mampu menangani semua rempah yang Anda berikan padanya, cobalah menambahkan dua hingga tiga jenis secara bersamaan dalam menu. Misalnya, saat memasak sup ikan, Parents bisa menambahkan garam, lada, dan bubuk bawang putih. Jaga agar jumlah bumbu yang dimasukkan tetap sedikit lalu berikan pada anak dalam porsi kecil.
  • Berbagi makanan. Cara terbaik berikutnya untuk mengajari anak makan makanan pedas adalah dengan berbagi makanan Anda dengannya. Apapun yang Anda masak untuk diri Anda sendiri, berikan sedikit pada balita Anda. Jika Parents merasa makanan Anda terlalu pedas, Anda bisa menambahkan air agar rasa pedas berkurang.
  • Hati-hati dengan cabe merah. Saat mengajari anak makan makanan pedas, Parents harus ekstra hati-hati pada cabe merah. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bumbu pedas seperti cabai dapat merangsang reseptor rasa sakit di mulut, apalagi di mulut balita. Jadi, hindari dulu menambahkan cabe merah pada makanan anak hingga ia benar-benar siap mencobanya sendiri.

Parents, perhatikan ini sebelum mengenalkan anak makan makanan pedas!

Perhatikan bahwa mengajari anak makan makanan pedas adalah pilihan pribadi, dan bukan sebuah keharusan. Namun, dokter menyarankan Anda untuk menambahkan berbagai rasa dan tekstur pada makanan balita untuk memperkaya citarasa lidahnya.

Yang harus diingat saat mengajari anak makan makanan pedas adalah tetap sederhana sejak awal. Pelan-pelan dan bertahap tambahkan lebih banyak rasa pada makanannya.

Selain itu dari segi keamanan, pastikan bumbu dan rempah yang Parents berikan dalam keadaan segar dan berada di rak bumbu dapur tidak lebih dari lima tahun. Bila menyangkut makanan bayi, penting untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa sebelum memberikannya pada anak.

Jangan terlalu khawatir ketika mengajari anak makan makanan pedas. Pada sebagian besar budaya Asia, anak-anak diberi rempah sejak usia dini, dan jika Bunda makan rempah-rempah, bayi bisa merasakannya melalui ASI.

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/benarkah-makan-sambal-membuat-asi-pedas/