Balita yang sedang tidur ini digigit ular kobra ganas!

lead image

Ular berbisa ini ternyata telah bersembunyi di bawah kasur...

Anak digigit ular kobra

Apa yang akan kami ceritakan pada Anda merupakan sebuah peristiwa yang tak terbayangkan sebelumnya karena hampir mirip seperti adegan film horor.

Hari Senin pagi tanggal 4 Desember 2017, Muhammad Izz Fayat Sumardi (2 tahun) sedang tertidur nyenyak di rumahnya di daerah Perak, Malaysia. Ia dan ibunya tidur berdampingan di atas sebuah kasur yang diletakkan di lantai.

Ayah Izz, Sumardi Chek, baru saja pulang kerja dan berharap bisa segera tidur dengan nyenyak. Namun, ia mendengar anak bungsunya menangis tersedu.

“Ia menjerit dan menangis. Saat istriku memeriksa telapak tangan kirinya, ia melihat darah bekas gigitan ular.”

“Panik, saya mengantarnya ke Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun. Izz menangis tanpa henti dan ia menjadi lemah sementara tangan kirinya mulai membiru,” ujar Sumardi pada The New Straits Times.

Anak digigit ular kobra ganas yang berukuran hampir satu meter. Menurut laporan, reptil tersebut telah bersembunyi di bawah kasur dan ditangkap oleh Malaysian Civil Defence Force.

Kondisi tidak pasti selama 24 jam setelah anak digigit ular

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/anak digigit ular dirawat di rumah sakit.jpg Balita yang sedang tidur ini digigit ular kobra ganas!

Itu adalah 24 jam paling menyiksa bagi seluruh keluarga. Izz kecil tengah berjuang mengatasi rasa sakit sengatan bisa kobra di tubuh mungilnya meski ia langsung mendapatkan perawatan.

Sumardi mengatakan bahwa rasa sakit yang diderita anaknya benar-benar nyata terlihat – ia akan menangis kesakitan setiap kali terbangun. Namun, kabar baiknya adalah Izzi sekarang sedang dalam tahap pemulihan dan keadaannya kian membaik.

“Aku tahu bahwa ia masih dan akan tetap kesakitan, tapi Alhamdulillah pagi ini ia bisa tersenyum. Hanya tangan kirinya masih bengkak hingga ke siku. Dokter juga mengatakan bahwa paru-paru dan ginjalnya baik-baik saja,” ujar ayah Izz lega.

Apa yang harus dilakukan jika berpapasan dengan ular?

Kasus ini berlangsung di negara tetangga, Malaysia. Namun, seperti yang telah kita ketahui, Indonesia adalah ‘rumah’ bagi para ular, seperti kobra dan piton yang cukup sering ditemukan.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga keluarga Anda aman (dan jauh!) dari reptil ini.

  • Ular sering ditemukan di daerah yang banyak pohon dan semak-semak. Bisa jadi ular juga muncul di pekarangan rumah Anda ketika ia mengejar mangsa. Cara terbaik mencegah ular masuk ke area rumah adalah dengan menjaga halaman rumah tetap rapi.
  • Hindari menumpuk rerumputan dan dedaunan di halaman rumah karena akan menjadi tempat berlindung yang nyaman bagi ular.
  • Perlu diingat bahwa ular mungkin tertarik pada tempat yang ada air seperti kolam.
  • Saat mengajak anjing Anda jalan-jalan ke daerah yang banyak pepohonan, selalu pastikan ia diikat dengan tali agar tidak diserang oleh ular yang merasa terganggu.

Jika Anda bertemu ular:

  • Bila Anda meihat ular di alam bebas, tetap tenang dan berjalanlah dengan perlahan.
  • Jangan memprovokasi atau mengganggu ular. Biasanya ular akan menyerang jika merasa terancam.
  • Ular adalah hewan nokturnal. Sadarilah ini saat Anda berjalan atau berlari di area yang banyak pepohonan atau rerumputan di malam hari.
  • Beritahu anak-anak agar tidak memasukkan tangan mereka ke pipa saluran pembuangan atau area sempit lainnya karena bisa menjadi tempat persembunyian ular.
  • Jangan pernah mendekati ular yang tampaknya mati. Makhluk ini pandai berpura-pura mati saat sedang merasa terancam.
  • Jika Anda menemukan ular di lingkungan rumah, misalnya berada di dalam gudang, cobalah untuk mengunci gudang tersebut kemudian menghubungi ahli yang dapat menangkap ular. Anda bisa menghubungi Sioux Snake Rescue (SSR) di nomer +628176800446 atau email ke [email protected]

Pertolongan pertama saat anak digigit ular

Lakukan ini:

  • Hubungi 118 atau 119 untuk memanggil ambulans atau jika memungkinkan segera larikan anak ke rumah sakit.
  • Pastikan anak tetap tenang dan sebisa mungkin tidak banyak bergerak. Posisi semi-berbaring dengan luka gigitan berada lebih rendah dari pada jantung adalah yang terbaik. Ini akan membantu mencegah bisa ular menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Ikatkan perban 5 – 10 cm di atas luka gigitan untuk memperlambat penyebaran bisa dalam tubuh. Bila area gigitan menjadi dingin atau mati rasa, itu berarti perbannya terlalu kencang. Kendurkan ikatannya sedikit.

JANGAN lakukan ini:

  • JANGAN memasang torniket alias sabuk yang biasa digunakan oleh tim medis untuk menghentikan aliran darah, memotong luka, atau mencoba menghisap racunnya dengan mulut.
  • JANGAN mengompres bekas luka dengan es batu karena akan memengaruhi sirkulasi darah.

Tetap berhati-hati ya, Parents! Ingat, sama seperti Anda ingin menghindari ular, ular pun juga ingin menghindari manusia.

Parents pernah punya pengalaman menemukan ular di dalam rumah? Apa yang Anda lakukan pada saat itu? Yuk, bagikan ceritanya dengan kami di kolom komentar.

 

Referensi: The New Straits Times, theAsianparent Singapura

Baca juga:

Wajah Bayi dicakar Hewan Peliharaan, Peringatan Bagi Para Orangtua

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.