Anak-anak Berkelahi, Bagaimana Mengatasinya?

lead image

Anak-anak berkelahi karena hal sepele adalah hal yang wajar, namun membuat kita pusing untuk melerai dan mencegahnya. Bagaimana cara mengatasinya dengan baik sambil mendidik mereka ke arah yang positif di kemudian hari?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/04/shutterstock 90285622 e1358415817489.jpg Anak anak Berkelahi, Bagaimana Mengatasinya?

Anak-anak berkelahi adalah wajar, kita perlu cara yang tepat untuk menghadapinya

Anak-anak berkelahi di rumah karena berebut mainan, tentu sudah biasa Anda hadapi. Bagi sebagian besar orang tua, kondisi ini membuat sakit kepala, apalagi sulit sekali melerai mereka karena tidak satupun mau mengalah. Bagaimana cara mengatasi pertengkaran kakak adik ini?

Anak-anak berkelahi adalah hal alami dan sebagian dari mereka malah menikmatinya. Kebanyakan anak-anak hanya bertengkar mulut dan membuat ribut. Bagimanapun, orang tua harus berhati-hati bila salah satu anak terlalu dominan atau ada yang terluka.

Mengapa anak-anak berkelahi?

Perkelahian kakak adik pada umumnya terjadi karena kecemburuan kakak kepada adiknya. Sejak adiknya masih bayi, ia merasa adik tersebut menyita sebagian besar perhatian orang tua. Apalagi, bila jarak umur mereka jauh. Anak sulung sudah terlalu lama menjadi anak tunggal yang menikmati kasih sayang orang tua sendirian saja. Untuk mengurangi kecemburuan ini, mempersiapkan anak tunggal menjadi anak sulung adalah hal yang harus dilakukan sejak adik bayi masih di dalam kandungan.

Banyak anak yang cemburu dengan saudaranya karena ia merasakan ketidakadilan dari orang tuanya, karena orang tua biasanya membela anak yang lebih kecil. Bagaimana cara menghadapi kondisi ini?

Cari tahu penyebabnya

Anak-anak berkelahi pasti ada alasannya. Tanyakan kepada mereka mengapa mereka berkelahi. Berikan kesempatan kepada masing-masing anak untuk berbicara, supaya mereka merasa diperlakukan adil oleh orang tuanya.

Ingat perasaan mereka

Yang sering terjadi adalah orang tua cenderung menyalahkan anak yang lebih besar. Hal ini tidak baik, apalagi bila orang tua ekstrim memberikan hukuman kepada anak itu dengan cara pura-pura memukulnya agar si adik merasa dibela dan dilindungi orang tua. Hal ini pantang dilakukan, walaupun untuk membuat si adik berhenti menangis.

Ingatlah perasaan si kakak, karena ia sudah lebih dapat berpikir logis dan ia memerlukan keadilan. Perlakuan tidak adil akan membuat anak-anak berkelahi lagi dikemudian hari. Yang harus Anda lakukan adalah membuat perdamaian dan tidak menyalahkan salah satu di antara mereka.

Berbicara dengan mereka

Bila anak-anak sudah tenang, mungkin Anda perlu memperhatikan apakah mereka masih menyimpan pertengkaran atau perasaan kesal di hati mereka masing-masing. Untuk anak yang lebih kecil, mungkin mereka belum mengerti dan sudah melupakan pertengkarannya. Namun untuk anak yang lebih besar, Anda perlu lebih sensitif untuk menyelami perasaannya.

Ajaklah ia berbicara untuk menjelaskan apa yang mereka telah lakukan. Bila ia melakukan kesalahan, misalnya memukul adiknya atau selalu mengejek adiknya, jelaskan kepadanya bahwa tindakannya tidak benar.

Perlu juga Anda sisipkan secara halus dan perlahan, bahwa adiknya masih terlalu kecil untuk mengalah. Kadangkala, kakak yang harus mengalah kepada adik. Lakukanlah dengan hati-hati, karena kakak yang dapat mengayomi adik-adiknya biasanya memiliki kemampuan leadership (kepemimpinan) yang baik setelah ia dewasa.

Untuk anak yang lebih kecil, bila ia sudah cukup umur untuk bersikap lebih dewasa, ajaklah ia berbicara juga secara terpisah. Pada umumnya anak yang lebih kecil lebih manja karena terbiasa dibela oleh orang tuanya. Jangan sampai hal ini terus terjadi, karena ia juga harus mulai bertanggung jawab atas apa yang ia lakukannya.

Membagi giliran bermain

Banyak orang tua membeli mainan 2 buah untuk menghindari anak-anak berkelahi karena berebut mainan. Hal ini membuat boros, karena anak-anak selalu cepat bosan dengan mainan. Selain itu, solusi ini tidak mendidik anak-anak untuk saling berbagi. Anak-anak perlu diberikan aturan main yang jelas, misalnya bergiliran bermain masing-masing selama 15 menit. Melalui hal kecil seperti ini, kita juga melatih sikap toleransi mereka terhadap sesama.

Baca juga :

10 Tips Mengatasi Pertengkaran Antar Saudara – artikel ini cocok untuk mengatasi pertengkaran anak berusia lebih dewasa, misalnya remaja dan usia sekolah.