Keji! Bocah 10 Tahun Dibunuh dan Mayatnya Diperkosa oleh Anggota Keluarga

Keji! Bocah 10 Tahun Dibunuh dan Mayatnya Diperkosa oleh Anggota Keluarga

Ia dibunuh dengan cara kepala dibenturkan ke pohon karet. Setelah itu, pelaku bahkan tega memperkosa mayatnya.

Entah apa yang ada di pikiran AW, seorang remaja 18 tahun asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Ia adalah sosok di balik kasus keji anak 10 tahun dibunuh dan diperkosa.

AW tega membunuh bocah perempuan berusia 10 tahun karena alasan balas dendam. Namun, yang lebih menyakitkan lagi, ia bahkan tega memperkosa gadis malang itu ketika bocah tersebut sudah menjadi mayat. Bagaimana kronologi kejadiannya? Simak laporan lengkapnya di bawah ini.

Anak 10 Tahun Dibunuh dan Diperkosa Saat Antarkan Sembako untuk Ibu

anak 10 tahun dibunuh dan diperkosa

Sumber: Shutterstock

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu bermula ketika korban tengah berjalan kaki mengantarkan bungkusan karung berisi sembako untuk ibunya. Di tengah jalan ketika melewati perkebunan karet di Kelurahan Karya Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, ia berjumpa dengan tersangka.

AW kemudian mendekati korban. Berdasarkan pengakuannya, ia lantas bertanya mengenai keberadaan ibu korban. Pertanyaan itu dijawab dengan suara agak lantang oleh korban sehingga membuat pelaku tersinggung.

Tanpa pikir panjang, AW langsung menghabisi korban dengan cara membenturkan kepalanya ke pohon karet hingga bocah tersebut meninggal dunia. Namun, tak cukup sampai di sana, setelah memastikan korban sudah tak bernyawa, ia memperkosa mayat korban dan meninggalkannya begitu saja.

Baca juga: Gadis Kecil ini Ungkap Kekerasan Seksual yang Terjadi Padanya Lewat Gambar

Anak 10 Tahun Dibunuh dan Diperkosa, Mayatnya Ditemukan Tanpa Busana

anak 10 tahun dibunuh dan diperkosa

Ilustrasi mayat (Sumber: Shutterstock)

Kapolsek Nibung AKP Denhar mengatakan, kasus itu terkuak setelah ada laporan dari warga mengenai sesosok mayat tanpa busana yang ditemukan di perkebunan karet.

“Kami mendapat informasi dari warga bahwa ada penemuan mayat anak perempuan,” kata Denhar, Minggu (27/9/2020) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Dua hari sebelumnya, ibu korban telah melapor bahwa putrinya yang masih berusia 10 tahun hilang ketika mengantarkan sembako untuknya.

Pihak kepolisian pun langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Mereka mendapati korban dalam keadaan tanpa busana dan terdapat darah yang telah mengering di bagian kepala. Polisi kemudian membawa mayat korban ke Puskesmas Nibung untuk dilakukan visum.

Anak 10 Tahun Dibunuh dan Diperkosa, Motif Pelaku Dendam karena Sering Dimarahi Ibu Korban

anak 10 tahun dibunuh dan diperkosa

Ilustrasi kekerasan seksual (Sumber: Shutterstock)

Usai menemukan mayat korban, polisi bergerak meminta keterangan para saksi. Laporan saksi mengarah pada pemuda AW, sosok yang terakhir kali terlihat bersama korban. Polisi kemudian membekuk dan membawa AW ke Polsek Nibung.

Setelah diinterogasi, AW mengaku nekat menghabisi nyawa korban dan memperkosa mayatnya karena alasan dendam. Ia dendam kepada ibu korban yang sering memarahinya.

“Motifnya karena dendam, tersangka dendam sama ibu korban, karena itulah tersangka melampiaskan dendamnya kepada korban,” demikian kata Denhar.

Setelah diselidiki, tersangka dan korban juga masih memiliki hubungan kekerabatan meski bukan sedarah.

“Sebenarnya mereka ini masih memiliki hubungan keluarga, tapi bukan sedarah, tidak terlalu dekat,” lanjut Denhar.

Akibat perbuatannya, tersangka kini telah mendekam di sel tahanan Polsek Nibung, Kabupaten Muratara. Ia telah melanggar Pasal 81 Ayat (1) jo Pasal 76D dan Pasal 80 Ayat (1) dan (3) jo Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga: Parents, Cetak Kartu Keamanan Tubuh Anak Ini Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan Seksual Terjadi Padanya

Perbuatan Keji Pelaku Menuai Kecaman Keras dari Berbagai Kalangan

anak 10 tahun dibunuh dan diperkosa

Ilustrasi penangkapan (Sumber: Shutterstock)

Ketua Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Muratara, Rudi Hartono mengecam dengan keras perbuatan pelaku.

“Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi, miris kita mendengarnya,” kata Rudi.

Ia tidak habis pikir, pelaku yang notabene masih anggota keluarga tega menghabisi nyawa bocah berusia 10 tahun dan bahkan memperkosa mayatnya.

“Benar-benar sadis, tega sekali, inilah pentingnya peran kita semua untuk menjaga anak dari kekerasan, apalagi kekerasan seksual,” lanjut Rudi.

Ia pun berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dan kasus serupa tidak terulang kembali.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di Kabupaten Muratara, mari kita saling peduli bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Sungguh perbuatan yang sangat keji ya Parents. Semoga pelaku dihukum setimpal sesuai perbuatannya. Kita doakan semoga keluarga korban diberi kekuatan untuk menghadapi masalah ini.

Semoga kasus di atas bisa menjadi peringatan terhadap bahaya kekerasan seksual yang mengintai anak-anak kita ya Parents. Tetap waspada dan lindungi anak-anak dari para pelaku kejahatan.

Baca juga:

3 Tanda kekerasan seksual pada anak yang wajib Parents tahu

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner