“Tangan kiri bayiku terputus di dalam rahimku," sang ibu ungkapkan penyebabnya

lead image

Seorang ibu sangat terpukul mengetahui bayi perempuannya lahir dengan cacat di tangan kirinya. Apa penyebabnya?

Ketika Christabel Koh, seorang ibu yang melahirkan bayi perempuannya, Chrislyn, 5 tahun lalu, hatinya merasa begitu hancur. Saat menjalani operasi caesar, dokter menemukan bahwa tangan kiri bayinya telah terputus di dalam rahim. Kondisi ini dipengaruhi oleh gangguan langka yang disebut amniotic syndrome selama kehamilan.

“Mereka menemukan tangan kiri Chrislyn sangat kecil di dalam rahim saya,” kenang ibu asal Singapura itu.

Mengalami amniotic syndrome saat berada di dalam kandungan

Dalam kasus amniotic band syndrome selama kehamilan, bagian dari amnion menjuntai, seperti benang tipis di dalam kantung ketuban. Pita amniotik ini kemudian secara tidak sengaja bisa memutar dan  membungkus bagian tubuh bayi yang berbeda, yang dapat memengaruhi si kecil.

Dalam kasus Chrislyn, pita-pita itu melintang di sekitar lengan kirinya, memotong setengah lengan bagian bawah, dan menyatukan jari di tangan kanannya.

Ibu Christabel memberi keterangan pada Women’s Weekly, “Sepanjang kehamilan saya tidak merasakan gejala aneh apa pun yang menunjukkan bahwa saya memiliki Amniotic Band Syndrome (ABS),”.

Tidak mudah bagi Christabel untuk menghadapi kecacatan yang dialami anaknya, Chrislyn. Bahkan, dirinya sempat jatuh depresi dan berpikiran untuk bunuh diri.

Keadaan terus memburuk, hingga akhirnya ia bercerai dengan ayah Chrislyn. Ia benar-benar putus harapan terhadap dirinya sendiri dan untuk bayinya.

“Aku akhirnya jatuh cinta padanya …”

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/amniotik 2.jpg “Tangan kiri bayiku terputus di dalam rahimku, sang ibu ungkapkan penyebabnya

Christabel berjuang untuk mengendalikan pikiran-pikiran yang membuatnya depresi dan ingin bunuh diri. Kenyataan bahwa ia pengangguran dan bangkrut pun membuat kondisinya lebih buruk.

“Saya tidak punya pekerjaan, tagihan rumah sakit menggunung, dan dengan seorang anak yang masa depannya tidak pasti. Sering kali saya naik ke lantai tertinggi bersama Chrislyn di pelukan saya, dan kami berdua siap terjun,” ungkap Christabel.

Pada satu kesempatan, polisi mengambil Chrislyn darinya dan mengurungnya selama 24 jam. Saat itulah dia menyadari betapa ia mencintai bayinya. Ia pun memutuskan untuk membuka lembaran baru.

Dia menemukan pekerjaan paruh waktu sebagai shopper Honestbee yang memberinya keleluasaan untuk merawat bayinya. Sang bayi, juga harus menjalani tiga operasi besar untuk memisahkan jari-jarinya yang menyatu.

Kondisi mulai membaik, dan saat ni Christabel menjadi full-time lead supervisor di Honestbee. Dia bahkan telah membeli flat 4-kamar HDB bersama ibunya.

Si kecil Chrislyn, yang saat ini berusia 5 tahun juga kondisinya membaik. Bagi Christabel, menjadi ibu untuk Chrislyn adalah suatu kebahagiaan, yang tidak bisa ia miliki dengan cara lain.

“Saya yakin bahwa hidup anak saya akan sangat terbatas, sehingga kehidupannya tidak layak dijalani. Tapi ia menentang semua itu. Saya tidak tahu, seberapa kuat gadis kecilku dan saya akhirnya jatuh cinta padanya,” lanjut Christabel.

Putrinya adalah pahlawan baginya.

“Saya kagum melihat bagaimana ia belajar menggunakan tangannya untuk makan dan berpakaian sendiri. Dia adalah inspirasi saya. Ia bisa melakukan semua itu dengan kondisi tersebut.”

“Keinginan terbesar saya untuknya adalah dia tidak akan pernah merasa ‘berbeda’ dari gadis lain hanya karena dia kehilangan tangannya. Jika ia ingin bermain biola atau menari balet, saya akan berusaha keras untuk mewujudkannya. Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membantu  mewujudkan mimpinya.”

Semoga sang ibu dan si kecil Chrislyn dihujani banyak cinta dan kebahagiaan dalam kehidupan mereka.

Artikel terkait: Air ketuban sedikit saat hamil, waspadai bayi alami cacat lahir

Apa itu amniotic syndrome selama kehamilan?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/amniotik 3.jpg “Tangan kiri bayiku terputus di dalam rahimku, sang ibu ungkapkan penyebabnya

Amniotic band syndrome (ABS) adalah suatu kondisi yang bisa terjadi saat kehamilan. Ketika si kecil masih berada di dalam rahim, bayi akan ‘terbungkus’ dan terlindungi di dalam kantung ketuban Anda, yang mengandung cairan amnion. Cairan amniotik ini membuat bayi mengapung di dalam rahim.

Menariknya, kantong amniotik yang berisi bayi dan cairan tersebut memiliki dua lapisan yang saling menempel. Lapisan luar yang menghadap rahim adalah chorion, sedangkan lapisan bagian dalam yang mengelilingi bayi adalah amnion.

ABS memengaruhi bayi yang belum lahir ketika air ketuban tiba-tiba robek, tetapi tanpa merusak chorion.

Bagian-bagian amnion kemudian dapat menggantung longgar, seperti benang tipis di dalam kantung ketuban.

Amniotic band ini kemudian dapat secara tidak sengaja memutar dan membungkus bagian tubuh dari bayi Anda, yang bisa memberikan dampak pada si kecil. Tergantung dari bagian tubuh mana yang terikat, aliran darah bisa menyempit dan berdampak pada perkembangan si kecil.

Dampaknya, bisa berupa cacat lahir seperti:

  • Anggota tubuh yang hilang. Ikatan yang kuat dapat menyebabkan bagian badan yang terikat harus diamputasi, seperti bayi yang lahir tanpa jari tangan dan kaki, atau mungkin lahir dengan lengan atau kaki parsial.
  • Jika pita melintang di wajah bayi, bisa menyebabkan bibir atau langit-langit mulut terbelah.
  • Clubfeet, yang banyak terjadi pada bayi ABS.
  • Dalam kondisi terburuk, amniotic syndrome dapat menyebabkan kematian janin. Jika pita amniotik melilit ke tali pusat, bisa memotong suplai darah bayi. Ini menyebabkan risiko keguguran.

Penyebab kondisi ini masih sulit dicari tahu, karena terjadi secara kebetulan, dan tidak diturunkan secara genetik. Kondisi ini juga tidak terkait dengan apa pun yang Anda lakukan selama kehamilan. Jadi, tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya.

Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa menjadi pemicu terjadinya kasus ini, seperti pernah melakukan operasi rahim sebelumnya, tes genetik yang diduga menggunakan jarum yang bisa menyebabkan amnion robek, serta merokok dan penggunaan narkoba saat hamil.

Untuk memastikan bahwa bayi Anda tidak berisiko mengalami kelainan ini, ikuti panduan dari dokter dalam perawatan kehamilan.

 

Dilansir dari artikel Jaya di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

Air ketuban merembes, waspadai bahayanya pada ibu hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.