Amankah Travelling dengan Bayi?

lead image

Ingin mengajak si Kecil untuk berjalan-jalan? Ketahui baik dan buruknya travelling dengan bayi, agar persiapan lebih matang dan liburan jadi menantang...

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/1 baby in suitcase.jpg Amankah Travelling dengan Bayi?

Ketahui baik dan buruknya travelling dengan bayi Anda…

Pergi traveling dengan bayi Anda? Mengapa tidak…Berpergian akan berpengaruh baik bagi bayi untuk pengenalan lingkungan, hanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti usia, peralatan bayi yang harus dibawa dan kendaraan apa yang dipakai untuk berpergian, serta lamanya waktu dan jarak tempuh.

Travelling dengan bayi dibawah usia 40 hari

Penting untuk ibu yang suka travelling untuk tidak mengajak bayi jika belum berusia 40 hari. Ini bukan karena mitos saja, pada usia dibawah 40 hari, travelling dengan bayi akan berakibat fatal karena kekebalan tubuh bayi belum terbentuk dengan sempurna serta daya tahan tubuh bayi masih sangat rendah. Sehingga sangat tidak disarankan untuk bayi pergi pada usia belum mencapai 40 hari.

Jika ingin traveling dengan bayi, pertimbangkanlah mulai usia 6 bulan keatas saja, karena pada saat itu bayi sudah dapat melihat dan mengenal benda-benda di sekelilingnya dan sudah memperoleh imunisasi untuk daya tahan tubuhnya. Tetap perlu diketahui kemungkinan bayi tertular penyakit dari lingkungan sekitar dan orang-orang asing disekelilingnya amat besar. Jadi tidak heran jika sesudah diajak berpergian dan bertemu beberapa orang, yang tidak diketahui apa sakit yang dideritanya atau kuman serta virus di sekeliling lingkungan yang tidak sehat.

Akan lebih baik jika alasan membawa bayi berpergian adalah untuk tujuan yang jelas, seperti ke dokter untuk imunisasi, kontrol kesehatan atau sakit. Lebih baik tinggalkan bayi di rumah jika memang ada yang dapat dipercaya untuk menjaga, kecuali keadaan tidak mendukung, seperti tidak ada yang menjaga dan masih tergantung pada ASI.

 

Tapi jika memang bayi harus berpergian, ada hal-hal yang harus diperhatikan, bacalah di halaman berikut ini :

  1. Menginap
    Persiapkan jauh-jauh hari, baik untuk tempat tinggal selama berpergian. Perhatikan kebersihan tempat yang akan dituju juga keamanannya dari benda-benda tajam dan berbahaya, seperti stop kontak listrik, sudut meja atau ranjang, atau pecahan gelas yang tersenggol.
  2. Cuaca atau iklim
    Suasana baru, rumah yang berbeda akan menyebabkan bayi menjadi gelisah, apalagi jika perubahan iklim yang cukup drastis dari panas ke dingin atau dari dingin ke panas. Bayi akan rewel dan kemungkinan menjadi sakit. Maka berikan makanan yang bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya, lengkapi pakaian hangat untuk cuaca yang dingin dan berikan air minum yang banyak jika berpergian ke tempat yang panas. Dan yang terpenting selalu siap dengan obat-obatan untuk pencegahan jika terjadi sakit, diare, batuk, pilek atau demam.

Selalu berkonsultasi dengan dokter anak jika memang ingin travelling dengan bayi Anda, terutama jika anak mengindap penyakit turunan tertentu, seperti alergi, asma atau penyakit lainnya. Sehingga dokter dapat memberikan saran dan bekal obat jika diperlukan. Akan lebih baik lagi jika dokter anak dapat memberikan rekomendasi dokter yang dapat dituju jika keadaan gawat di tempat tujuan travelling.

Baca artikel menarik lainnya: