Si kecil alami alergi telur, simak hal penting berikut ini Bunda

Si kecil alami alergi telur, simak hal penting berikut ini Bunda

Kaya protein, telur bisa mengundang reaksi alergi terhadap bayi. Jika sudah begitu apa yang sebaiknya Parents lakukan?

Alergi telur pada bayi adalah salah satu jenis alergi yang banyak ditemui pada anak-anak, setelah alergi susu sapi. Gejala dapat muncul sesaat hingga beberapa jam setelah anak mengonsumsi telur atau makanan lain yang mengandung telur. Alergi terhadap putih telur adalah yang paling banyak ditemui dibandingkan terhadap kuning telur.

Sayangnya, telur adalah bahan yang terkandung dalam banyak makanan, termasuk sup kalengan, salad dressing, es krim dan hidangan berbasis daging seperti bakso dan daging cincang.  Bahkan beberapa pengganti telur komersial pun mengandung protein telur. Akibatnya, orang-orang dengan alergi telur harus waspada dan mencermati label kemasan sebelum membeli makanan tertentu.

Si kecil alami alergi telur, simak hal penting berikut ini Bunda

Telur kaya protein sebagai makanan peninggi badan.

Apa itu alergi telur?

Ketika seseorang memiliki alergi telur, sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan infeksi bereaksi berlebihan terhadap protein dalam telur. Jika orang itu minum atau makan produk yang mengandung telur, tubuhnya berpikir protein ini adalah elemen yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh merespons dengan bekerja sangat keras untuk melawan penyerbu, yang selanjutnya menimbulkan reaksi alergi.

Si kecil alami alergi telur, simak hal penting berikut ini Bunda

Apa saja gejala alergi telur pada bayi?

Gatal menjadi reaksi yang umum terjadi saat seseorang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Selain itu, Anda juga akan mengalami ciri lain yaitu sebagai berikut :

  • Kesulitan bernapas
  • Batuk dan suara serak
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut
  • Muntah disertai diare
  • Mata gatal dan berair atau bengkak
  • Timbul bintik merah di kulit
  • Hilangnya kesadaran diri

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang bahkan memiliki reaksi alergi yang sangat serius yang dapat menyebabkan anafilaksis. Perawatan medis diperlukan segera karena orang tersebut sangat mungkin mengalami masalah pernapasan dan penurunan tekanan darah.

telur baik untuk menu sarapan

telur baik untuk menu sarapan

Apa yang seharusnya dilakukan dokter?

Dokter biasanya akan mendiagnosa alergi telur pada bayi dengan melakukan tes kulit atau tes darah. Tes kulit (yang juga disebut tes awal) adalah tes alergi yang paling umum dilakukan. Pengujian kulit memungkinkan dokter melihat sekitar 15 menit jika bayi sensitif terhadap telur.

Dengan tes ini, dokter atau perawat kemudian akan menempatkan sedikit ekstrak telur di kulit anak dengan cara menusuk lapisan luar kulit atau membuat goresan kecil pada kulit. Jika area membengkak dan memerah (seperti gigitan nyamuk), anak itu sensitif terhadap telur.

Cara mengatasi alergi telur pada bayi

Cara terbaik untuk mengobati alergi telur adalah menghindari makan telur atau makanan yang mengandung telur. Parents sebaiknya tidak menyajikan makanan yang mengandung telur untuk beberapa waktu. Namun, anak yang usianya lebih besar umumnya lebih mampu mengatasi alergi ini.

apakah benar mengkonsumsi telur dapat menyebabkan gangguan kesehatan?

apakah benar mengkonsumsi telur dapat menyebabkan gangguan kesehatan?

Hal penting lain yang harus diketahui orangtua

Alergi terasa tidak menyenangkan untuk kebanyakan orang, apalagi untuk bayi dan anak-anak yang belum bisa mengekspresikan perasaan dengan baik. Parents sebaiknya membiasakan mencuci tangan lebih dulu sebelum makan. Hindari cairan pembersih tangan yang kurang efektif menyingkirkan reaksi alergi protein telur.

Cermati jika anak merasa sakit perut setelah makan telur, dan jangan sungkan menemui pakar alergi. Alergi telur biasanya akan berkembang ketika sistem kekebalan tubuh amat peka dan bereaksi berlebihan terhadap protein dalam telur. Penting diingat, orang yang alergi akan melihat protein sebagai zat asing dan selanjutnya mengirim bahan kimia untuk melawannya.

Para ahli memperkirakan sebanyak 2% alergi telur terjadi pada bayi, selain itu penelitian menunjukkan sekitar 70% anak mengalami alergi telur saat mereka memasuki fase remaja.

Tak hanya alergi ringan, alergi telur yang parah akan mengakibatkan ruam ringan hingga anafilaksis, gangguan pernapasan yang dapat mengancam jiwa.

Siapa pun yang didiagnosis alergi terhadap putih telur atau kuning telur harus menghindari telur sama sekali; tidak mungkin memisahkan putih sepenuhnya dari kuning telur. Antihistamin dapat membantu meringankan gejala alergi telur, seperti gatal. Konsultasikan dengan dokter jika alergi tak kunjung mereda ya, Parents!

Referensi : ACAAI, Kidshealth

Baca juga : 

Penelitian: Makan Satu Telur Sehari, Bantu Anak Tumbuh Lebih Tinggi

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

theresia

app info
get app banner