"Alergi sperma membuatku susah punya anak..."

lead image

Reaksi alergi seperti apa saja yang bisa muncul?

Rika adalah seorang wanita muda yang sehat, ia menikah dengan suaminya di usia 22 tahun. Setelah setahun menikah, namun Rika tak kunjung hamil, padahal ia ingin segera punya anak. Rika juga punya masalah, setiapkali bercinta dengan sang suami, ia merasakan organ intimnya gatal dan panas seperti terbakar. Saat memeriksakan diri ke dokter, Rika didiagnosis mengalami alergi sperma. 

Alergi sperma memang tidak langsung menyebabkan kemandulan, apalagi Rika dinyatakan sehat secara jasmani dan organ reproduksinya juga tidak memiliki masalah.

Namun, masalah alergi yang dialami Rika setiapkali berhubungan intim dengan suami, membuatnya malas bercinta. Hingga akhirnya peluang memiliki anak juga cenderung menurun. 

Akhirnya, berbekal dukungan sang suami dan keinginan kuat untuk memiliki keturunan, Rika menjalani pengobatan medis. Hingga ia benar-benar sembuh dari alergi dan bisa melakukan hubungan suami istri tanpa masalah. Kini, ia sedang menantikan kelahiran anak pertamanya.

Apa itu alergi sperma?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/alergi sperma.jpg Alergi sperma membuatku susah punya anak...

Alergi sperma atau alergi air mani dalam dunia medis disebut seminal plasma hypersensitivity HSP), kondisi ini merupakan reaksi alergi terhadap sejenis protein yang ada di dalam sperma, hingga menimbulkan reaksi alergi.

Sekitar 40,000 wanita di Amerika Serikat menderita alergi sperma. Namun hal ini termasuk kondisi yang langka. Kadang, kondisi ini juga disebut post-orgasmic illness syndrome atau penyakit yang datang pasca orgasme.

Reaksi alergi biasanya meliputi rasa gatal, terbakar, atau bengkak di vagina. Dalam kasus langka yang cukup parah, alerginya juga disertia dengan bentol-bentol atau bahkan sesak napas. Seringkali terjadi setelah penderita terpapar sperma, dan berlangsung seharian. 

Perempuan yang memiliki kondisi ini memang tidak mandul, namun ia kesulitan punya anak karena tidak bisa berhubungan seks tanpa kondom. 

Sebuah studi di Departemen Imunologi Rumah Sakit St Helier, Inggris, menemukan bahwa salah satu penyebab alergi adalah apa yang dimakan pria.

Mereka mengambil studi kasus terhadap wanita yang memiliki alergi kacang, pasangan wanita tersebut memakan kacang sebelum berhubungan seks dengannya. Dan si wanita itu mengalami reaksi gatal, vagina bengkak dan sesak napas pasca berhubungan. Kondisinya membaik setelah diberi obat anti alergi.

Gejala alergi sperma yang perlu diketahui

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/fakta tentang vagina gatal.jpg Alergi sperma membuatku susah punya anak...

Bila Anda memiliki kondisi langka ini, biasanya reaksi alergi muncul dalam jangka waktu 30 menit-1 jam setelah bersentuhan dengan sperma. Reaksinya meliputi: 

  • Vagina bengkak
  • Bagian kulit yang kena sperma memerah karena radang
  • Gatal-gatal
  • Sakit
  • Sensasi terbakar

Reaksi alergi yang disebutkan di atas tidak hanya terjadi di area genital, bisa juga di tempat lain yang terkena sperma. Termasuk mulut atau bagian tubuh lainnya.

Bagi pria yang mengalami alergi terhadap spermanya sendiri, dia akan mengalami kondisi seperti flu, yakni kelelahan, mata terbakar, atau demam. Kondisi ini terjadi setelah dia mengalami ejakulasi. Meski kondisinya menghilang setelah beberapa hari, biasanya akan muncul lagi jika ia ejakulasi.

Artikel terkait: Hati-hati, suami bisa kena flu setelah ejakulasi, ini penyebabnya!

Alergi sperma memengaruhi kesuburan?

Seperti yang telah disebutkan di atas, alergi ini tidak secara langsung membuat seseorang menjadi mandul. Namun, penderitanya kesulitan melakukan seks tanpa kondom, sehingga menurunkan peluang untuk hamil. Solusinya, penderita bisa melakukan bayi tabung jika ingin punya anak. 

Apabila Anda mencurigai diri Anda sendiri atau pasangan mengalami alergi langka ini, maka segeralah mengunjungi dokter untuk berkonsultasi. Tujuannya agar bisa diberikan pengobatan sesuati gejala yang timbul.

Cara mengatasi alergi sperma

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/sel sperma.jpg Alergi sperma membuatku susah punya anak...

David J. Resnick, MD, seorang direktur di Divisi Alergi pada New York Presbyterian Hospital mengatakan, alergi sperma bisa disembuhkan dengan berhubungan seks secara rutin. Namun sebelumnya, penderita alergi harus menjalani terapi desensitisasi.

Terapi ini dilakukan dengan dua cara, pertama dengan suntikan anti alergi yang mengandung sperma pasangan dalam dosis kecil. Yang kedua dengan teknik intravaginal seminal graded challenge (ISGC), teknik ini membutuhkan waktu beberapa jam untuk dilakukan. 

Dalam teknik ISGC, wanita yang menderita alergi sperma akan disuntikkan sperma pasangan ke dalam vaginanya setiap 20 menit sekali. Jumlah sperma yang disuntikkan akan semakin bertambah setiap 20 menit. 

Baik suntikan anti alergi maupun ISGC memerlukan kerjasama dari suami istri untuk melakukan seks secara rutin, sebanyak 2-3 kali seminggu. 

“Seks rutin akan membuat pasien terpapar dengan faktor pemicu alergi, yakni sperma. Bila pasangan tidak melakukan seks secara rutin, perawatannya bisa gagal,” tutur Dr. Resnick. 

Dr. Resnick juga menyarankan pada penderita alergi ini, untuk selalu membawa suntikan anti alergi seperti epinephrine kemanapun. Karena reaksi alergi yang mengancam nyawa bisa saja terjadi.

Kasus alergi terhadap sperma yang dilaporkan memang cenderung langka, namun bisa jadi banyak yang tidak tahu bahwa dirinya memiliki alergi ini.

Menurut Dr. Resnick, kebanyakan pasien alergi pada sperma berusia 20 tahun ke atas. Sebanyak 41% dari mereka mengalami reaksi alergi saat pertamakali berhubungan seks. Gejalanya bisa memburuk bila penderita tidak menjalani pengobatan yang sesuai dengan tipe alergi ini.

*** 
Semoga bermanfaat.

 

Sumber: WebMD, Tirto, Momjunction

Baca juga: 

5 Alasan sulit hamil yang sering tidak disadari pasangan saat promil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.