Jangan Sepelekan Alergi pada Anak

Alergi pada anak harus diwaspadai dan ditangani dengan benar agar tidak mengganggu tumbuh kembang mereka.

Alergi pada Anak Jangan sepelekan alergi yang menyerang anak-anak

Anak Anda sering mengalami alergi pada anak berupa ruam merah pada kulit atau bengkak-bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu? Jangan diabaikan lho. Menurut sebuah artikel yang dimuat di Kompas pada 12 Mei 2009, angka kejadian alergi pada anak terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kondisi ini terjadi karena zat yang terkandung dalam makanan atau minuman makin beragam. Masih ditambah lagi meningkatnya polusi seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo dr Dr Zakiudin Munasir SpA (K), dalam seminar bertema "Apakah Alergi Diturunkan Secara Genetik", Selasa (12/5), di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Alergi pada anak merupakan reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Alergi pada anak jangan dianggap enteng karena dapat berisiko terhadap tumbuh kembang anak, bahkan bisa berlanjut hingga beranjak dewasa bila tidak ditangani dengan baik. Demikian ia mengatakan.

Dalam artikel ini juga dijelaskan bahwa anak dapat menderita alergi bila salah satu atau kedua orangtuanya memiliki riwayat alergi. Hal ini menunjukkan bahwa alergi pada anak bersifat genetik. Ada tiga tindakan pencegahan alergi pada anak, yaitu menghindari penyebab dan pencetus alergi pada anak, menjalani cara hidup baik dan sehat, dan memakai obat-obatan. Selain itu, ada beberapa cara tindakan pencegahan sejak dini terhadap anak yang lahir dari orangtua pengidap atopik atau alergi, bahkan dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan.

Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini dengan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan atau lebih karena ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein hypo allergenik, DHA dan probiotik, serta kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Probiotik adalah bakteri hidup yang menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, serta mengurangi risiko alergi pada anak.

Nah, bila anak-anak Anda ada yang mengalami alergi, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Atau Anda bisa mengklik www.theallergymarch.com/

 

Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa artkel tentang alergi pada anak ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia