"Aku Ibu yang Selalu Marah-marah" - Ungkapan Hati Para Ibu Bekerja

"Aku Ibu yang Selalu Marah-marah" - Ungkapan Hati Para Ibu Bekerja

Rasa bersalah sering kali menjadi sumber kegalauan para ibu bekerja.

Pernahkah Anda mendengar ungkapan anak yang berkata jujur, melihat keputusan ibu untuk tetap berkerja?

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi ibu bekerja adalah pilihan sebagian wanita dengan berbagai alasan. Ada yang melakukannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ada juga ibu yang bekerja untuk memenuhi panggilan nuraninya.

Apapun alasannya, itulah pilihan hidup dengan segala suka dukanya. Rasa bersalah kadang muncul karena para ibu yang bekerja sering mengawali hari dengan terburu-buru, berteriak pada anak dan tak punya waktu bermain bersama.

Beberapa ibu bekerja diminta melihat video berisi jawaban anak-anak mereka saat ditanyai, 'seperti apakah ibumu?' Jawaban anak-anak itu membuat para ibu menangis haru.

Berikut ungkapan anak yang membuat emosi orangtuanya  campur aduk.

 

Baca juga: 

Menjadi wanita mandiri memang merupakan keinginan beberapa wanita di luar sana. Beberapa laki laki pun menyukai karakter wanita seperti. Salah satu contohnya dengan wanita yang memiliki pekerjaan, sehingga mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Selain itu, melalui bekerja wanita dapat menyalurkan kemampuan dan ide ide cemerlangnya. Ketika sudah berkeluarga apakah Anda akan tetap memilih bekerja? Kira kira bagaimana ungkapan anak Anda jika Anda bekerja?

Apakah Anda Memilih Bekerja?

Wanita memang harus memiliki pendidikan yang tinggi, meskipun nantinya akan menjadi ibu rumah tangga. Wanita berhak memiliki pendidikan yang tinggi karena saat ini keseteraan telah menjadi hal yang wajar. Melalui pendidikan, mampu membentuk karakter dan pola pikir. Hal inilah yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia luar di masa yang akan datang. Tidak cukup hanya menjadi pintar, seseorang harus memiliki sebuah karakter unik dan pola pikir yang matang.

Bagai mana Mengajarkan-Sikap-dan-Perasaan-Empati-Pada-Anak ungkapan anak

Pendidikan tinggi berhak ditempuh oleh siapapun. Wanita dengan pendidikan tinggi akan menjadi nilai plus ketika sudah berkeluarga. Hal tersebut dikarenakan seorang wanita akan menjadi istri dan sekaligus ibu. Seorang wanita harus mampu menjadi pengatur keuangan rumah tangga, mengatur kebutuhan keluarga, menjadi pendidik bagi anak anaknya dan lainnya. Dengan pendidikan, ia akan mampu menjalankan dua perannya dengan baik karena keduanya harus seimbang.

Akan tetapi, jika wanita memilih untuk bekerja juga merupakan sebuah kewajaran. Setelah menempuh pendidikan, seseorang akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan menyalurkan keahlian yang dimilikinya. Seorang wanita yang bekerja menjadikannya sosok yang mandiri, sehingga mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Hal ini dapat dijadikan contoh oleh wanita di luar sana. Bekerja juga menjadikan wanita dapat mengatur keuangannya dan dapat memiliki tabungan.

Bagaimana setelah menikah? Akankah mempertahankan pekerjaan yang dimilikinya? Semua pilihan bergantung individu masing masing. Banyak wanita yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Ini bukanlah pilihan yang salah. Menjadi ibu rumah tangga merupakan pilihan yang tidak mudah, hidupnya akan diabdikan untuk keluarganya. Memilih untuk bekerja pun juga tidak salah karena setiap pilihan memiliki alasan yang melatarbelakanginya. Anda dapat menentukan pilihan sejak dini.

ungkapan anak ini ke teman

Seorang ibu yang juga memilih menjadi wanita karier tentu tidak mudah. Wanita harus mampu membagi waktu dan pikirannya untuk menyeimbangkan kedua kewajibannya tersebut. Menjadi ibu memang dituntut untuk multitasking dan multitalenta, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya tersebut. Menjadi wanita karier juga memiliki target yang harus diseimbangkan dengan tugasnya sebagai istri dan ibu di rumah. Bagaimana tanggapan Anda sebagai suami?

Dua Peran Yang Harus Seimbang

Bagaimanakah suami Anda dalam menyikapi pilihan yang Anda buat? Sesuatu hal harus dikomunikasikan bersama. Memilih bekerja tentu sudah dirundingkan dengan suami bukan? Pekerjaan dalam rumah dapat dibagi dan dipikul bersama. Akan tetapi, bagaimana tanggapa buah hati Anda? Apakah ungkapan anak Anda tentang pilihan Anda sebagai wanita karier?

Menjadi seorang ibu yang juga merangkap sebagai wanita karier tentu tidak mudah. Setiap pagi harus menyiapkan kebutuhan anak dan suami lebih awal agar tidak terlambat untuk berangkat bekerja. Setelah sampai rumah pun, pekerjaan rumah lainnya telah menunggu. Buah hati Anda pun membutuhkan Anda untuk menemaninya belajar dan bermain. Hal ini yang harus diseimbangkan, jangan sampai Anda lalai untuk memenuhi kebutuhan buah hati Anda yang satu ini.

ungkapan anak perasaan

Memiliki ibu yang bekerja juga tidak mudah. Seorang anak tidak akan mendapat perlakuan seperti anak lain yang ibunya seorang ibu rumah tangga. Apa tanggapan anak anak dalam video tersebut? Anak anak tersebut bangga kepada ibunya yang dapat menjalankan perannya dengan baik, meskipun kurang waktu untuk bermain bersama. Mereka tidak ingin ibunya kelelahan dalam bekerja, sehingga tidak akan merengek yang membuat ibunya kerepotan. Hal ini menyentuh hati ibunya.

Menjadi ibu yang memilih untuk bekerja memang tidak mudah. Anda dituntut untuk mampu membagi waktu dan pikiran, sehingga dapat menjalankan keduanya dengan baik. Memilih bekerja pun bukan tanpa alasan, beragam alasan yang mendasari pilihan tersebut. Seorang wanita bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga ataupun panggilan nalurinya. Memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Apakah Anda akan memilih bekerja setelah menikah?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner