Bahaya candaan tarik bangku, ini alasan perlu ajarkan etika bercanda pada anak

Bahaya candaan tarik bangku, ini alasan perlu ajarkan etika bercanda pada anak

Agar bercanda tidak berujung petaka, Parents perlu mengajarkan etika bercanda pada anak.

Parents, sudahkah kita mengajarkan anak etika bercanda dengan teman-temannya? Biar bagaimana pun, akibat bercanda berlebihan tentu akan menimbulkan berbagai risiko.

Salah satu bukti nyata bahaya bercanda berlebihan terjadi pada seorang siswi di daerah Brebes, belum lama ini. Ia menjadi korban candaan tarik bangku yang dilakukan teman sekelasnya.

Seperti yang sudah diberitakan Detik, akibat bercanda berlebihan tarik bangku akhirnya membuat korban mengalami cedera tulang ekor.

Orangtuanya, Ibnu Yahya (41) menceritakan kisah yang dialami anak remajanya di laman Facebook miliknya. Peristiwa ini bermula ketika ada salah seorang teman di kelasnya iseng menarik bangku sang anak.

Dihubungi DetikHealth, ia mengatakan bahwa ketika itu anaknya spontan jatu ke lantai dengan posisi duduk. Bahkan sang putri pun sempat tidak sadar sehingga membuat panik teman-temannya hingga dibawa ke puskesmas.

“Saya sedih, ini bukan kejadian kecelakaan di jalan tapi di sekolah. Saya waktu itu syok karena enggak pernah ngebayangin anak saya harus mengalami ini,” ungkap Ibnu.

Penting untuk diketahui bahwa cedera tulang ekor memang tidak bisa disepelekan. Tak hanya bisa menimbulkan rasa nyeri, namun bisa berisiko membuat lumpuh bahkan kematian.

Hal ini karena banyak sekali saraf dalam tubuh yang terlindung di ruang dalam tulang belakang atau canalis spinalis. Ketika terjadi cedera atau benturan saat duduk terjadi cukup berat bisa mengakibatkan kerusakan saraf permanen.

Dikutip dari laman Alodokter, Coccyx atau tulang ekor terletak pada ujung bawah tulang punggung. Salah satu fungsi penting tulang ekor adalah mendukung dan menjaga kestabilan seseorang dalam posisi duduk. Oleh karena itu, jangan anggap sepele cedera pada tulang ekor.

akibat bercanda berlebihan

Sementara, spesialis tulang dr Luthfi Gatam, SpOT(K) Spine, dari RS Fatmawati juga mengatakan bahwa jangan sampai menyepelekan tanda-tanda sakit yang dirasakan ketika jatuh dari kursi.

“Habis jatuh, keesokan harinya atau 2 hari kemudian pasti terasa sakit. Nyerinya bisa terasa saat sedang duduk, di ujung ekor berasa sakit jadi kalau duduk biasanya dia miring ke kiri atau ke kanan. Dan, nyerinya bisa terasa lama,” ujar dr Luthfi pada detikHealth.

Mengingat tulang ekor merupakan tulang yang pertumbuhannya cukup lama, ia pun menegaskan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu sampai tiga bulan.

Kasus cedera pada tulang ekor memang sering kali terjadi, biasanya hal ini disebabkan akibat candaan menarik bangku. Cukup mengkhawatirkan bukan?

Untuk mencegah peristiwa ini terjadi, tak ada salahnya, kita sebagai orangtua untuk mengingatkan anak tentang bahaya menarik bangku. Termasuk etika bercanda dan akibat bercanda berlebihan.

Saya pernah berbincang dengan Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, ia juga menegaskan bahwa orangtua memang perlu mengajarkan batasan bercanda pada anak.  Sejauh ini ada beberapa 3 rambu yang perlu diperhatikan oleh orangtua.

1. Akibat bercanda berlebihan bisa mengakibatkan cedera

Ya, bercanda tentu ada batasannya. Salah satu rambu yang sangat penting adalah cara mengingatkan anak agar tidak bercanda berlebihan, apalagi yang bisa membuat teman cedera.

Artinya, jika memang sedang bercanda anak tidak boleh sampai mencelaki temannya. Untuk itu baiknya, tidak perlu sampai memukul, mendorong, atau sampai menarik bangku.

2. Tidak menghina fisik

Hal penting perlu diingat, latih anak untuk tidak menghina fisik temannya. Bercanda tentu saja boleh, tapi jangan sampai melukai hati dengan menghina fisik seseorang. Jika dibiarkan, tentu saja anak bisa menjadi sosok pembully secara verbal di antara teman-temannya.

3. Bercanda tidak perlu sampai berbohong

Tanpa sadar, saat bercanda memang bisa diselipi dengan kebohongan. Contohnya, seorang anak meminta sang ibu untuk kompak membohongi sang ayah dengan bilang bahwa ia belum mengerjakan PR. Padahal, PR telah dikerjakan. Ya, memang, niatnya hanya sekadar bercanda, tapi ketahuilah hal ini sebaiknya dihindari.

Tak ada salahnya mengingatkan anak bahwa tujuan bercanda itu untuk menimbulkan rasa senang, dan membuat tertawa. Sedangkan kalau bercanda dengan membohongi, mencelakai, atau menghina, tentu akan berdampak tidak baik.

 

Baca juga: 

"Pilih mana, berlutut atau dipukul?" Kronologi anak dibully di toilet sekolah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner