Pasangan ini adopsi bayi cacat untuk menggantikan bayinya yang meninggal

lead image

Katie dan Josh memutuskan adopsi bayi yang memiliki komplikasi masalah kesehatan, setelah mereka kehilangan bayinya saat operasi.

Katie dan Josh Butler sangat berduka ketika mereka kehilangan putra tercinta di tahun 2015 lalu. Untuk mengurangi kedukaan yang mendalam, pasangan asal Nashville, Tennesse, AS ini memutuskan untuk adopsi bayi berusia 11 bulan di rumah sakit tempat anaknya dulu dirawat.

Anak pertama Katie dan Josh lahir dengan kelainan kromosom, dan meninggal dengan tragis di usia 132 hari (sekitar 4 bulan). Ketika sedang melakukan perawatan rutin di bulan September 2015.

Dua bulan kemudian, pasangan yang berduka ini membuat keputusan penting. Mereka memilih untuk adopsi bayi bernama Brax. Keluarga kandung Brax tak mampu merawatnya, karena Brax menderita komplikasi masalah kesehatan.

adopsi bayi 3 Pasangan ini adopsi bayi cacat untuk menggantikan bayinya yang meninggal

Josh dan Katie memutuskan adopsi bayi Brax setelah kehilangan putra mereka.

“Kami sangat bersyukur memiliki Brax, jika bukan karena Dewey dirawat di sini, kami tidak akan pernah bertemu dengannya,” ungkap Katie.

“Dewey dirawat di NICU lantai 4 sedangkan di NICU lantai 5 ada bayi lain yang membutuhkan keluarga untuk menjaganya. Kami bahagia karena memiliki kesempatan ini. Berkat Dewey, kami sudah siap dengan segala peralatan medis yang diperlukan,” tambahnya.

“Kami sudah memberinya nama Brax, bahkan sebelum kami bertemu dengannya. Kami menganggap dia adalah anak kami sendiri, kami bersamanya setiap hari di rumah sakit,”

adopsi bayi 2 Pasangan ini adopsi bayi cacat untuk menggantikan bayinya yang meninggal

Katie memutuskan adopsi bayi Brax untuk mengobati luka karena kehilangan Dewey.

Katie dan Josh bertemu di tahun 2012, dan menikah pada tahun 2014. Tak lama kemudian Katie mengandung Dewey, kehamilan tersebut disambut dengan sukacita.

Akan tetapi, pada USG di minggu ke-20, pihak medis mengatakan ada sesuatu yang salah. Mereka mengatakan ada yang salah dengan bayi di kandungan Katie, namun tidak bisa menjelaskan apa itu.

“Kami berharap bisa menjalani kehamilan dengan lancar dan alami tanpa masalah. Namun, pada akhirnya kami harus mengunjungi dokter seminggu sekali untuk memantau kondisi bayi kami,” ujar Katie.

Pada Mei 2015, Dewey lahir ke dunia dengan berat 1,8 kg. Setelah lahir Dewey langsung dibawa ke NICU. Kondisi bayi Dewey sangatlah langka, sehingga dokter sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi.

Meski demikian, Josh dan Katie berusaha tetap optimis. Mereka sadar setiap hari yang dilewatkan bersama Dewey adalah momen berharga. Namun, siapa sangka Dewey tutup usia di usia yang sangat dini, 132 hari.

adopsi bayi 1 Pasangan ini adopsi bayi cacat untuk menggantikan bayinya yang meninggal

Momen terakhir Katie dan Josh bersama Dewey, sebelum putranya meninggal.

Dewey meninggal di meja operasi saat sedang dipasangi selang untuk memasukkan makanan. Hatinya berhenti berdetak, dan dia pergi untuk selamanya.

Katie mengatakan, “Di hari operasinya yang terakhir, kami menghabiskan waktu pagi yang indah bersama Dewey. Ternyata, itulah terakhir kalinya kami bertemu dengan Dewey.”

“Operasi itu seharusnya merupakan prosedur biasa yang sudah rutin dilakukan. Namun, setelah beberapa jam kami tak mendengar apapun. Kami mulai khawatir,” Katie menambahkan.

Jantung Dewey tak sanggup bertahan menghadapi operasi. Ketika pihak medis mengabarkan kematian Dewey, Josh menangis dan Katie merasa syok. Meski berat, namun Katie merasakan lega karena kini putranya tidak akan kesakitan lagi.

“Aku merasa bersalah berpikir seperti ini. Tapi aku lega, Dewey sudah tak lagi merasa sakit. Dan aku tahu kelak akan bertemu lagi dengannya,” ucap Katie.

Adopsi bayi yang memiliki masalah komplikasi kesehatan

Pada tanggal 12 November, Katie mendapat telepon dari perawat yang mengenal mereka selama Dewey di rumah sakit. Empat hari kemudian, Josh dan Katie bertemu dengan Brax untuk pertamakalinya di RSA Monroe Carell Jr. di Nashville.

adopsi bayi 4 Pasangan ini adopsi bayi cacat untuk menggantikan bayinya yang meninggal

Adopsi bayi Brax dilakukan pada tahun 2015. Dan kini mereka adalah satu keluarga yang tak terpisahkan.

Brax lahir di usia kandungan 27 minggu, pada bulan Desember 2014 dan didiagnosis menderita kegagalan sistem pernapasan kronis, hipertensi pulmonari, tracheomalacia, dan gangguan di saluran tenggorokan.

Katie dan Josh bisa membawa Brax pulang ke rumah pada bulan Februari 2016 sebagai anak asuh, sebelum akhirnya mereka resmi adopsi bayi Brax pada bulan September tahun lalu.

Artikel terkait: Kapan waktu yang tepat mengungkap jati diri anak adopsi?

Katie merasa, Brax memiliki kesempatan besar untuk sembuh. Sejak dibawa pulang ke rumah bersamanya, kesehatan Brax semakin membaik. Pergerakan dan proses menyusuinya mulai meningkat. Dia bisa mengenali Katie dan Josh, dan tersenyum saat melihat kedua orangtua asuhnya tersebut.

“Keluarga kami benar-benar menyukainya. Kami memiliki cinta yang berlimpah karena Dewey berada pada kondisi yang mirip dengan Brax. Dan semua cinta itu kini kami curahkan pada Brax,” ungkap Katie.

Meski Brax memiliki banyak kekurangan dibandingkan anak lainnya, namun hal tersebut tidak menghambatnya tumbuh sebagai anak yang ceria. Brax menjadi sumber kebahagiaan keluarga Katie dan Josh. Dan kedua orangtua angkatnya itu akan selalu mencintai dan merawat Brax seperti anak sendiri.

Terlebih lagi, kondisi kesehatan Brax semakin hari semakin membaik. Orangtua angkatnya optimis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, dia akan bisa menjalani hidupnya seperti anak sehat lainnya.

Kesediaan Katie dan Josh mengadopsi Brax, meskipun membutuhkan perawatan khusus dengan biaya yang tak sedikit tentu sangat menginspirasi. Mereka rela mengurus Brax seperti anak sendiri, dan menjadikan Brax sebagai pusat kebahagiaan mereka.

Semoga kebahagiaan selalu menaungi keluarga ini. Amin.

 

Referensi: Caters News, Popsugar

Baca juga:

Perjalanan Hidup Ryan: Malnutrisi di Panti, Sehat Setelah Diadopsi