Sering Kasar pada Ibunya, Seorang Adik Bunuh Kakak yang Alami Gangguan Jiwa

Sering Kasar pada Ibunya, Seorang Adik Bunuh Kakak yang Alami Gangguan Jiwa

Perlakukan kasar sang kakak pada ibu, membuat seorang adik kalap mata dan membunuhnya.

Setiap keluarga tentunya pernah mengalami konflik yang bisa berbeda-beda bentuknya. Namun, apa jadinya bila konflik yang terjadi berujung pada kehilangan nyawa anggota keluarga? Seperti kasus adik bunuh kakak kandung yang belum lama ini terjadi.

Peristiwa ini sangat tragis. Pelaku adalah EP alias ED (30) yang tinggal di Desa Sei Geringging Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Bukan tanpa alasan, ia tega membunuh kakak kandungnya sendiri, Waluyo (32) lantaran sakit hati atas perilakunya pada sang ibu. Pelaku sendiri kini telah ditangkap oleh Polsek Kampar

Kronologis Adik Bunuh Kakak Kandung

Adik Bunuh Kakak Kandung

Inilah kronologis kejadian serta pengakuan pelaku atas pembunuhan yang dilakukannya.

Pelaku berhasil ditangkap pada Minggu (8/11). Peristiwa naas itu sendiri rupanya terjadi pada Kamis (29/10) malam lalu.

Mirisnya, korban yang berujung meninggal dunia tersebut diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pihak kepolisian pun mengungkapkan lebih lanjut motif pelaku menghabisi nyawa kakaknya sendiri.

“Pelaku menyerahkan diri. Menurut keterangan pelaku, motifnya melakukan pembunuhan itu lantaran ia sakit hati dengan perilaku korban terhadap ibu dan dirinya,” ujar Panit Reskrim Polsek Kampar Kiri Iptu Ferry M Fadhillah, Selasa (10/11)M dikutip dari Merdeka.

Artikel Terkait : Tragis! Ibu ini ajak 3 anaknya bunuh diri, diduga karena persoalan dengan suami

Mengidap Gangguan Jiwa Beberala Tahun Kebelakang

Adik Bunuh Kakak Kandung

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, korban memang diketahui sudah mengidap gangguan jiwa bertahun-tahun lamanya.

Tepatnya, sudah sekitar 5 tahun ia mengalami gangguan tersebut. Semenjak saat itulah ia kerap berlaku kasar pada keluarga, khususnya sang pelaku dan ibunya sendiri.

“Korban memang mengidap gangguan jiwa sejak 5 tahun lalu. Sejak itu korban sering berlaku kasar terhadap pelaku dan ibunya,” kata Ferry.

Sang kakak rupanya tinggal tak satu kediaman dengan keluarga lainnya. Setiap pagi, sang ibu maupun pelaku kerap mengantarkan rokok serta makanan pada korban.

Akan tetapi bila terlambat mengantarkan, ia akan langsung marah. Tak jarang, korban pun kerap mengancam untuk membunuh,

“Bila terlambat mengantarkan makanan dan rokok itu, korban langsung marah-marah dan kadang sampai mengancam akan membunuh. Bahkan pelaku sering dipukul oleh korban,” jelasnya.

Artikel Terkait : Stop hakimi ibu depresi, ibu ini ajak kita berempati pada kasus ibu bunuh diri bersama anak

Pelaku Sudah Naik Pitam

Sering Kasar pada Ibunya, Seorang Adik Bunuh Kakak yang Alami Gangguan Jiwa

Selama ini, pelaku mengaku sudah bersabar akan tindakan kasar beserta ancaman yang kerap diterima. Namun, pada satu momen ia merasa sudah begitu tak tahan dengan perilaku kakaknya.

Kamis malam pun jadi momen pertumpahan darah kakak beradik tersebut. Sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku mengaku masuk rumah korbanmelalui pintu belakang.

Kala itu, korban tengah tertidur. Dalam keadaan tersebut, pelaku langsung dihantam korban menggunakan gancu. Tak sempat membela diri, korban pun seketika meninggal dunia.

Untuk menghilangkan barang bukti, ia pun menyembunyikan senjata tersebut. Pelaku membuang gancu dengan panjang 1 meter tersebut ke dalam kolam.

Setelah kejadian tersebut, pelaku pun kembali pulang ke rumah lalu tertidur.

Artikel Terkait : Anak 11 tahun dibunuh oleh ibu kandung karena dituduh melakukan seks bebas

Jenazah Korban Ditemukan

Adik Bunuh Kakak Kandung

Seperti hari biasanya, sang ibu mengantar makanan ke rumah korban. Betapa terkejutnya ia mendapati kondisi korban saat itu telah bersimbah darah. Ia menyaksikan sang anak kandung sudah kehilangan nyawanya pagi itu.

Mengetahui kondisi tersebut, keluarga pun melaporkan kejadian pada pihak kepolisian setempat. Penyelidikan pun langsung dilakukan.

“Mendapati kondisi korban, keluarga dan masyarakat lantas melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kampar Kiri, dan selanjutnya dilakukan penyelidikan,” kata Ferry.

Di tengah-tengah penyelidikan, sang pelaku akhirnya mengaku. Ia menyerahkan diri secara baik-baik pada pihak kepolisian. Dirinya kemudian memberikan keterangan kronologis serta motif.

“Pelaku merasa kondisi korban justru membuat sulit keluarganya. Belum lagi perlakukan kasar korban kepada keluarganya. Kini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” tandasnya

Artikel Terkait : Balita 2 tahun tewas di tangan ayah kandung, pelaku mencoba bunuh diri

Peristiwa adik bunuh kakak kandung memang bisa saja terjadi, terlebih lagi dalam kondisi sulit. Harapannya, kejadian serupa tak perlu terulang dan dialami oleh keluarga yang lainnya. .

Baca Juga :

Tak Dapat Dihubungi Selama 3 Hari, Ibu dan Anak di Pontianak Ditemukan Tewas

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner