Aceh Pelopori Cuti 6 Bulan untuk Ibu Hamil dan Melahirkan

Pemerintah Aceh menerapkan cuti untuk perempuan hamil 20 hari dan cuti melahirkan 6 bulan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga kontrak dan 2 minggu cuti untuk Ayah

Berita gembira datang dari Aceh tentang penerapan cuti hamil dan melahirkan. Pemerintah Aceh mempelopori penerapan cuti hamil selama 20 hari dan cuti melahirkan selama 6 bulan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN - sebutan baru bagi PNS) tenaga kontrak, seperti dilansir bbc.com.

Tak hanya itu saja, ayah yang sedang mendampingi istri melahirkan juga diberi cuti 7 hari jelang kelahiran dan 7 hari setelah melahirkan.

Aturan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur No. 49 tahun 2016 oleh Gubernur Zaini Abdullah. Sekalipun belum mencakup pegawai swasta dan profesi lainnya, pergub yang ditandatangani bulan Agustus lalu ini disambut dengan baik oleh banyak kalangan.

Mengutip Republika.com, menurut Gubernur Zaini, cuti ini penting diberikan kepada ibu dan ayah demi membangun generasi yang lebih sehat.

Selain soal pentingnya ASI eksklusif, kehadiran ibu dan ayah di masa akhir kehamilan dan di masa awal kelahiran dianggap justru menghemat anggaran kesehatan negara di masa depan. Sekalipun baru diterapkan untuk ASN, Pemerintah Aceh berharap perusahaan swasta sebaiknya segera menerapkan aturan ini.

Dalam lingkaran pengusaha Aceh, ini masih dianggap sebagai hal yang merugikan bagi perusahaan dan dinilai tidak efektif. Apalagi jika selama cuti hamil dan melahirkan tersebut, perusahaan wajib membayar penuh pegawai/buruh perempuannya.

Di Indonesia, peraturan cuti hamil untuk buruh/pegawai perempuan dapat diterapkan mulai 45 hari jelang melahirkan dan 45 hari setelah melahirkan. Namun, belum ada aturan yang mengatur cuti bagi ayah yang mendampingi ibu melahirkan.

Dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan juga disebutkan bahwa perusahaan wajib membayar penuh upah buruh/pegawai perempuan yang sedang mengambil hak cutinya.

Sayangnya, masih banyak perusahaan yang belum mematuhi aturan ini. Bahkan sebagian pegawai perempuan justru tidak mengetahui adanya aturan tersebut.

Cuti hamil dan melahirkan bagi orangtua bukanlah hal baru. Di Swedia, penerapan cuti hamil dan melahirkan untuk ibu adalah 1,5 tahun dengan gaji kotor penuh dari perusahaan.

Selain itu, Ibu hamil di Kanada berhak mengambil cuti selama 1 tahun dengan gaji sebanyak 50%, sedangkan ayah yang mendampingi boleh mengambil cuti selama 37 minggu dengan gaji penuh.