Amankah penggunaan AC untuk bayi baru lahir? Perhatikan 6 hal ini dulu

lead image

Perhatikan ini dulu, yuk, sebelum menggunakan AC di ruangan bayi

Saat kondisi udara terasa panas, melihat anak berkeringat, orangtua mana sih yang tega? Alhasil, AC sering kali dianggap menjadi alternatif untuk mendinginkan ruangan. Pertanyaan, apakah penggunaan AC untuk bayi baru lahir ini aman?

Beberapa orang mungkin merasa was-was terhadap penggunaannya karena khawatir akan berdampak pada kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang yang akan dirasakan si kecil. 

AC untuk bayi baru lahir, amankah penggunaannya?

Pada dasarnya, memilih menggunakan AC untuk mendinginkan suhu ruangan di kamar bayi tidak ada salahnya. Namun, perhatikan beberapa hal agar penggunaannya tidak berdampak buruk terhadap kesehatan.

AC untuk bayi baru lahir

AC untuk bayi baru lahir

1. Suhu yang tepat

Pastikan suhu udara dikondisikan ideal, tidak panas ataupun tidak dingin. Jagalah range suhu diantara 23-26 derajat Celcius, Parents.

Ingat, tubuh si kecil lebih rentan dan sensitif dibandingkan anak-anak apalagi orang dewasa.

2. Jangan mengarahkan langsung udara ke tubuh

Usahakan letak AC jangan langsung mengarah pada tempat si kecil biasanya tidur. Alangkah baiknya jika udara AC tidak mengarah langsung ke tubuh si kecil karena dikhawatirkan si kecil bisa terserang flu atau masalah kesehatan lainnya terkait udara dingin.

3. Tetap terhidrasi dan lembap

Di ruangan ber AC, pastikan jadwal pemberian ASI si kecil tetap terjaga untuk menghindari dehidrasi. Selain itu, pendingin udara dapat mengeringkan kulit bayi dengan cukup cepat, oleh karenanya penggunaan pelembap pun sebaiknya diperhatikan.

Gunakan pelembab yang direkomendasikan dokter pada kulit bayi Anda sebelum menyalakan AC agar kelembapan kulitnya tetap terjaga.

AC untuk bayi baru lahir

AC untuk bayi baru lahir

4. Tetap lindungi bayi

Sebaikya tetap lindungi kulit bayi saat berada di ruangan ber AC. Gunakan kain ringan dan bersih sebagai selimut untuk menutupi bayi Anda sampai siku.

Jika perlu, gunakan topi kain untuk menutupi kepala dan telinga bayi. Pastikan ruangan tidak terlalu dingin untuk bayi sehingga Anda harus menutupi si kecil dalam beberapa lapisan.

5. Jangan membuat suhunya berbeda ekstrem

Saat bayi sudah terbiasa dengan suhu di dalam ruangan ber AC, sebaiknya jangan tiba-tiba membawanya ke tempat yang suhunya ekstrem panas. Peralihan yang tiba-tiba dari suasana yang sejuk ke yang lebih hangat bisa jadi riskan bagi si kecil.

Jadi, sebaiknya matikan AC di kamar terlebih dahulu dan biarkan bayi perlahan menyesuaikan dengan suhu kamar sebelum Anda membawanya keluar ruangan. Hal ini juga berlaku untuk suhu di dalam mobil.

Dengan konsep yang sama, ingatlah untuk mematikan AC beberapa saat sebelum Anda mencapai tujuan agar ia bisa lebih beradaptasi.

6. Rawat AC dengan baik

Kualitas dan kebersihan AC tentunya memiliki pengaruh kuat terhadap kebersihan udara di ruangan. Oleh karena itu pastikan AC yang digunakan aman dan terawat dengan baik.

Pastikan AC di kamar bayi sering diservis dan dipantau untuk memastikan berfungsi dengan baik.

Semoga bermanfaat!

Sumber : Momjunction

Baca Juga :

Tidak perlu obat, dokter anak ini berikan resep andalan atasi anak batuk pilek!

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.