9 Kecerdasan Majemuk Anak yang Perlu Kita Stimulasi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Tahukah parents bahwa setiap anak dilahirkan dengan otak jenius dengan kecerdasan majemuk yang dimilikinya? Mari cari tahu 9 jenis kecerdasan tersebut.

Setiap bayi baru lahir dikaruniai otak yang terdiri dari 100 miliar neuron yang terhubung dengan 100 triliun sambungan neuron (sinaps). Otak manusia bersifat plastis, artinya dapat berubah, beradaptasi, dibentuk dan terus tumbuh. Otak dapat dibentuk melalui stimulasi. Anak-anak yang mendapat stimulasi otak berpotensi memiliki kecerdasan majemuk yang maksimal.

Pada dasarnya, setiap anak memiliki 9 jenis kecerdasan, yang dikenal dengan istilah kecerdasan majemuk (Multiple Intellegences). Namun kecerdasan-kecerdasan tersebut hanya akan muncul apabila anak-anak mendapat stimulasi.

Pemberian stimulasi secara tepat dan konsisten akan membentuk kecerdasan anak serta membantu anak mengenali minat dan bakatnya.

Dr. Andyda Meliala mengatakan, “Stimulasi yang diterapkan selama 15 menit setiap hari akan membentuk anak menjadi pribadi yang utuh, sekaligus menghindarkan anak dari gangguan tumbuh kembang seperti disleksia, ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder), bahkan autisme.”

Apa saja kecerdasan majemuk anak yang penting untuk distimulasi?

1. Word smart (kecerdasan bahasa)

Kecerdasan ini meliputi kemampuan verbal seperti mengingat dan menyebutkan nama-nama, bercerita (story telling), merangkai kata-kata atau mengeja dan seterusnya.

Menstimulasi kecerdasan berbahasa pada anak dapat pula secara tidak langsung menstimulasi kecerdasan lainnya.

Cara menstimulasi: membacakan anak cerita, mendengarkan anak bercerita, menulis, mengajak diskusi, membuat daftar, bermain tebak kata atau menyusun huruf.

2. Number smart (kecerdasan matematika)

Seorang anak dengan kecerdasan matematika mampu berpikir secara logis dan sistematis, tertarik kepada angka atau sains, dapat mengenal pola, mampu berhitung dan memecahkan masalah.

Cara menstimulasi: ajak anak menghitung benda-benda di dalam ruangan, bermain ular tangga, melakukan uji coba seperti mencampur biang es (dry ice) dengan air.

 





Pra Sekolah