80-90% Kasus Kematian Anak Berujung pada Perceraian

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kematian seorang anak adalah tragedi yang tak diinginkan orang tua manapun. Lalu mengapa hal ini dapat mengakibatkan perceraian?

Jangan biarkan tragedi berujung pada perceraian!

Jangan biarkan tragedi berujung pada perceraian!

Kematian anak sebabkan perceraian?

Sudah sepantasnya orang tua pergi mendahului anaknya menuju alam baka. Tapi bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya?

Ya, kematian anak adalah mimpi buruk bagi kita, para orang tua. Entah karena penyakit, kecelakaan, kriminalitas, atau bahkan jika misalnya ia belum sempat dilahirkan dan tiada karena keguguran.

Ironisnya, di saat pasangan yang kehilangan anak karena kematian seharusnya saling mendukung dan menguatkan, banyak di antara mereka gagal melakukannya. Bahkan pernikahan mereka berakhir dengan perceraian.

Sebuah sumber mengklaim bahwa 80-90% pasangan yang mengalami musibah kematian putra/putri mereka memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dan mengajukan perceraian. Meski pernyataan ini masih diperdebatkan, fakta bahwa kematian anak menjadi sebab utama perceraian cukup mengguncang banyak pihak.

Pukulan besar dalam hidup

Saat pasangan suami istri dianugerahi seorang anak, maka mereka akan menyambut kehadirannya dengan penuh suka cita. Hidup menjadi makin berwarna bukan hanya karena kehadiran pasangan, namun juga si buah hati.

Semua daya dan upaya dikerahkan demi kelangsungan hidup Si Kecil, serta kebahagiaannya. Ketika ia tiada, dunia menjadi tidak sama lagi. Dan rutinitas pun juga berubah, tapi bukan ke arah yang lebih baik.





Pernikahan