9 Alasan Mengapa Ibu Harus 'Narsis' dan tak Anti Kamera

9 Alasan Mengapa Ibu Harus 'Narsis' dan tak Anti Kamera

Ogah berpose di depan kamera karena merasa tak seseksi dulu lagi? Inilah alasan mengapa Anda harus berpikir ulang tentang hal itu.

[Not a valid template]

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Ayo Buat Foto Baby Mugging

Rahasia Cinta Brad Pitt pada Angelina Jolie

 

Banyak orang berpikir menjadi narsis itu aneh dan selalu merasa paling baik. Namun ternyata itu semua hanya prasangka dalam masyarakat. Kenyataannya tidak semua orang yang suka berselfie ria digambarkan dalam pribadi yang buruk. Apabila mau melihat sisi positif tidak anti pada foto justru menambah rasa kepercayaan diri. Bukan karena merasa lebih baik, tetapi mengumpulkan energi yang positif.

Perlunya Menularkan Kepercayaan Diri Lewat Foto

1. Lebih Memiliki Keyakinan Diri yang Baik

Mempunyai sifat narsis dan kepercayaan diri lebih merupakan salah sisi yang menarik. Perkembangan teknologi semakin mendominasi sosial media, mau tidak mau orang dituntut untuk menunjukkan eksistensi diri. Seorang ibu perlu memiliki sifat seperti ini setidaknya untuk melepas penat sejenak. Tidak ada salahnya membangun rasa percaya diri, karena nantinya energi positif juga menular pada anak.

kamera usg berbicara-dengan-janin kamera usg

2. Agar Mudah Diakui

Setiap orang memiliki hak untuk diakui keberadaanya dalam lingkungan sosial. Tidak aneh apabila hal-hal tersebut memicu seseorang menjadi narsis. Dalam artian narsis masih dalam porsinya, semakin baik apabila membuat karya yang dinikmati banyak orang. Sama halnya untuk seorang ibu yang perlu ruang pengakuan. Tidak masalah kok seorang ibu punya foto ala-ala instagramable.

3. Membawa Pribadi Lebih Santai

Percaya tidak percaya jika seorang narsis lebih memiliki selera humor tinggi. Bawaan kepribadiaannya santai, dan membuat orang nyaman berada di sekelilingnya. Ibu yang pro keberadaan kamera akan terbawa suasana santai. Anak pun lebih nyaman untuk berkeluh kesah dengan santai di depan ibu, karena merasa tidak akan dihakimi. Ia seperti memiliki sahabat dekat meskipun terpaut umur yang jauh.

4. Seorang Happy Virus

Foto selfie bukan hal yang tidak diperbolehkan, malah justru dianjurkan untuk menyalurkan apresiasi diri. Bagi yang suka berfoto ada kebahagiaan dalam diri mereka saat melihat hasil jepretan. Memperlihatkan sisi bahagia di dalam dirinya, dan menularkannya ke orang lain. Ibu yang memiliki mood bagus akan membuat anak lebih stabil emosinya. Karena Ia merasa diberi kasih sayang lebih secara non fisik oleh sang ibu.

kamera narsis ibu ini

5. Lebih Mencintai Diri Sendiri

Dalam bahasa kekinian sering dosebut love yourself, salah satu bentuk dukungan psikologis yang berasal dari diri sendiri. Menjalani hidup lebih enjoy karena mendahulukan cinta diri sendiri dulu. Tidak masalah dibilang sok cantik padahal sudah tua, biarkanlah hal-hal tersebut berlalu.

6. Tempat untuk Aktualisasi Diri

Tidak ada salahnya seorang ibu narsis, meskipun sudah beranak boleh lah mengikuti tren masa kini. Hitung-hitung jika hasil foto bagus, kemudian followers banyak malah mendatangkan uang. Para pengusaha online pun akan meminta untuk diendorse produknya lewat Anda. Hal ini membuktikan bahwa gemar foto bukan hal receh, malah membawa rupiah.

7. Menghasilkan Karya-karya Bermanfaat

Narsis pun mememerlukan bakat untuk memunculkan sesuatu yang menarik. Akan menjadi suatu kebanggan apabila hasil foto kamera bisa dinikmati banyak orang. Ibu juga bisa mengambil dampak positifnya, misalkan dari segi peluang ekonomi. Karya yang bagus dan diminati secara tidak langsung mendatangkan pendapatan. Bahkan beberapa yang sudah menjalani bisa meraup keuntungan besar.

8. Wadah Menikmati Kebersamaan dengan Anak

Sesekali cobala narsis dengan anak, dibandingkan malu anak justru merasa bangga ibunya narsis. Sebab si ibu sendiri berjiwa muda dan gaul, jadi mau diajak gaya kekinian pun tidak perlu jaga image. Anak juga merasa lebih bebas menikmati waktu bersama ibu, karena pembawaan ibu yang easygoing kemanapun.

kamera hamil-9-bulan-acha-septiasa-pamer-foto-seksi-balutan-bikini-di-tepi-pantai ini

9. Berpikir Positif

Karena fasilitas selfie foto ibu bisa lebih bebas mengeskpresikan diri, sedikit banyak mengurangi beban pikiran yang dialami. Setidaknya sisi psikologis ibu masih dalam rentang normal, dan bisa mengatasi berbagai masalah. Karena saat narsis tanpa sadar membebaskan partikel negatif, dan berakhir dengan penuhnya energi positif dalam diri.

Narsis bukanlah hal tabu dalam masyarakat, hanya saja mengerti batasan yang ditentukan. Ada beberapa narsis yang sampai mengganggu kesadaran mental, karena terlalu over percaya diri. Sebaiknya menetapkan batasan narsis wajarnya seorang ibu, yang masih harus memberi contoh dan teladan yang baik untuk anak. Namun bukan tidak diperbolehkan karena lewat narsis bisa jadi langkah untuk mendekat pada anak.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner